Mysterious Shender

Mysterious Shender
第三十集 : Plan To Break Through Maochang


__ADS_3

"Berarti tinggal menyusuri jalan besar di Distrik Maolong aku akan bisa sampai di Maochang, kan? Kalau begitu mungkin akan mudah. Tapi, kau bilang Maochang masih terdiri atas sederetan perumahan."


Xi Wei menunjuk ke arah bidak catur yang menandai perumahan di Maochang.


"Benar. Maochang masih terdiri atas sederetan perumahan. Aku hanya pernah ke tempat itu satu kali. Tapi, setiap lekukan, jumlah rumah, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan tempat itu terasa amat nyata di dalam benakku."


"Memang hal ini menjadi ciri khas kita bertiga. Tidak boleh melupakan apa pun, apalagi jika hal itu penting dan berguna untuk ke depannya."


"Berarti tinggal satu hal yang perlu kita tahu ...."


Xi Wei, Xincai, dan Xiangheng melirik ke arah Ruofan hingga membuat Sang Gadis Assassin gugup. Dia malah melemparkan pandangan ke arah Ying Yue.


"Jangan menatapku seperti itu! Aku sama sekali tidak tahu apa yang mereka inginkan darimu."


Ying Yue bersikap netral untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari tatapan Ruofan.


"Apa yang ingin Kakak-Kakak sekalian ketahui?"


Ruofan tidak ada pilihan selain bertanya kepada mereka. Baginya, mereka bertiga terlihat sangat menyeramkan. Terutama Xi Wei.


"Tidak perlu takut. Aku hanya ingin bertanya satu hal. Walau aku tahu setiap letak rumah di Maochang, hanya kau sendiri di sini yang tahu dimana Qingqing disembunyikan. Sekarang, aku akan menjelaskan setiap bagian dari Maochang."


"Tidak perlu lagi, Kakak Xiangheng. Aku tahu keadaan di Maochang. Tidak perlu repot-repot menjelaskannya kepadaku."


"Baiklah. Maka aku harus merepotkan kamu untuk menjelaskan kepada Hantu Tak Kasat Mata yang satu ini."


Xiangheng menunjuk ke arah Xi Wei yang memasang wajah sok polos. Namun begitu pun, sikap liciknya masih saja terpancar dari mata seindah mentari miliknya.


"Aku akan mendengar penjelasannya sebagus mungkin, jangan khawatir, Wei Xiangheng."


Ruofan mulai menjelaskan satu per satu bagian dari Perumahan Tempat Beracun Maochang. Semuanya sesuai dengan yang ingin dijelaskan oleh Xiangheng.


"Di antara banyaknya rumah yang sudah ku hapalkan ini, dimana keberadaan Qingqing?"


"Sebenarnya jika dilihat lebih teliti, barisan rumah-rumah ini mengelilingi satu pusat yang sama."

__ADS_1


Xi Wei memperhatikan lebih detail lagi. Kemudian, dia menyadari kalau barisan-barisan rumah yang terbentuk mengelilingi sebuah bangunan yang sama, yang ditandai dengan sebuah bidak catur berwarna hitam.


"Setiap bangunan di tempat ini pasti memiliki nama-namanya tersendiri, bukankah begitu?"


Ruofan dan Xiangheng menganggukkan kepala mereka. Karena hanya mereka yang tahu tentang Tempat Beracun Maochang di antara orang-orang yang berkumpul di ruang pribadi Wufalou.


"Bidak catur berwarna hitam yang menjadi pusat ini dinamakan Maochang Zhongxin. Ada dua lapis barisan perumahan yang dibangun sebelum bisa mencapai Maochang Zhongxin. Bisa dikatakan kalau kedua barisan perumahan yang dibangun adalah 'benteng' bagi Maochang Zhongxin."


Xiangheng mengambil alih untuk menjelaskan lebih banyak tentang Perumahan Tempat Beracun Maochang.


"Barisan kedua, yang paling dekat dengan Maochang Zhongxin, dinamakan Maochang Teli. Jangan mengira barisan rumah ini adalah barisan rumah biasa. Yang tinggal di dalamnya adalah pasukan yang sudah dilatih secara khusus."


"Pasukan yang telah dilatih secara khusus? Bukankah pembentukan pasukan sendiri adalah tindakan ilegal dan bisa dianggap sebagai pemberontak? Apakah Partai Wanwei membebaskan Wei Caozai untuk membuat pasukannya sendiri?"


Ying Yue tahu sedikit tentang politik. Namun dia tidak begitu tahu prosedurnya, terutama tentang pembentukan pasukan khusus. Jika diibaratkan sebuah Kerajaan, pembentukan pasukan harus diketahui oleh seorang Kaisar atau Raja. Jika tidak, maka akan dianggap sebagai pemberontakan—jika diketahui oleh pihak yang seharusnya tidak boleh mengetahuinya.


"Kakak Caozai sudah diberi izin untuk membuat pasukannya sendiri. Sampai sekarang, aku tidak tahu apa tujuannya dan kenapa Ketua menyetujuinya—dia bisa saja berkhianat."


"Berbicara soal berkhianat, akhirnya kau melakukannya juga ya!"


"Awalnya aku mengira dapat hidup tenang di dalam Partai, tidak ku sangka kalau Ketua malah menunjuk diriku sebagai orang yang harus dioper ke pihak Putra Mahkota."


"Baiklah, abaikan masa lalu kalian terlebih dulu. Waktu yang dimiliki hanya sampai tengah malam ini. Xiao Zixuan akan marah-marah jika tidak menemukan Wei Ruofan dan Li Ying Yue di dalam penginapan. Aku sudah berjanji pada Kakak Senior Caihong untuk membawa mereka kembali sebelum matahari terbit dari ufuk timur."


"Baiklah, baiklah. Intinya barisan kedua adalah barisan yang perlu diwaspadai di dalam Maochang. Lalu, ada barisan paling luar, Maochang Qianxian. Mereka yang bertanggung jawab penuh jika ada penyusup yang berhasil masuk. Tidak peduli jika tertangkap di Maochang Teli atau tidak tertangkap sama sekali."


Xi Wei mengembuskan napas perlahan.


"Bagaimana rencana yang ada dalam pikiranmu, Xiangheng?"


Xiangheng terlihat berpikir sebelum membagikan apa yang ada dalam pikirannya dengan Xi Wei.


"Aku tidak yakin kalau kau masuk seorang diri. Selain itu, maksud Adik Ruofan adalah kau harus mencapai ke Maochang Zhongxin."


"Apa yang dikatakan Kakak Xiangheng benar. Yang aku maksud dari menceritakan kedua barisan yang menjaga Maochang Zhongxin ini adalah agar Tuan Pendekar bisa masuk ke dalamnya. Setelah Tuan masuk, pasti akan melihat dua jalur yang berbeda."

__ADS_1


Ruofan menjelaskan kalau Xi Wei harus masuk melalui pintu utama. Tentu saja pemuda berkulit sawo matang langsung menyela.


"Maksudmu aku harus masuk melalui pintu utama?"


"Dengan kemampuan Tuan Pendekar, apakah harus merasa takut?"


"Aku tentu tahu maksudmu. Hanya saja, aku tidak yakin aku tidak akan ketahuan kalau membawa Qingqing. Itu artinya bukan hanya nyawaku yang berada dalam bahaya."


"Apakah Tuan Pendekar berani bertaruh?"


"Kalau bertaruh aku selalu berani melakukannya. Aku itu orang yang mendedikasikan nyawa sendiri pada hal-hal yang berbahaya. Selain itu, panggil aku Kakak Xi Wei."


"Kalau begitu, aku juga akan melakukan hal yang sama. Bagaimana?"


Ying Yue memelototi Ruofan. Sang Putri merasakan firasat yang tidak enak jika Ruofan ikut dalam misi penyelamatan Qingqing.


"Kau itu anggota baru di tempatku. Aku tidak mungkin mengizinkan dirimu untuk melakukan hal berbahaya!"


Ruofan tentu tahu maksud dari kekhawatiran Ying Yue. Meski begitu, dia tidak ingin berpangku tangan saja. Dia tahu apa yang telah dibuatnya adalah kesalahan yang amat besar. Walau Ying Yue sudah mengakui dirinya sebagai orang Tuan Putri Agung pun selamanya dia tidak akan bisa menghapus dosanya.


"Seberapa yakin kau akan ikut, Adik Ruofan?"


"Tidak! Aku tidak mengizinkannya!"


Ying Yue tetap pada pendiriannya, tidak membiarkan Ruofan ikut dengan Xi Wei.


"Lebih dari yakin."


Ruofan menunjukkan keyakinan tinggi yang tidak bisa diruntuhkan oleh siapa pun.


"Kalau begitu sudah diputuskan. Adik Ruofan akan ikut bersama denganku ke Maochang. Kita akan bergerak sekarang."


Ying Yue hanya bisa menghela napas panjang. Pasrah dengan keputusan yang dibuat oleh Ruofan.


'Semoga saja hanya perasaanku saja. Semoga saja tidak terjadi hal buruk kepada Tuan Pendekar dan Wei Ruofan.'

__ADS_1


__ADS_2