
Xi Wei sampai di sebuah tempat yang sedikit mengerikan—pemandangannya yang mengerikan. Pemuda berkulit sawo matang bisa melihat Qingqing terikat menggunakan benang tipis yang diyakininya sudah direndam racun. Sang Gadis Pelayan terikat di atas sebuah tungku yang entah berisi apa. Meskipun begitu, Sang Pemuda yakin Qingqing masih sangat sadar dan sangat tersiksa.
"Membuang rasa kemanusiaan, tidak memperhatikan nyawa seseorang. Hebat sekali orang-orang yang ada di tempat ini."
"Bagaimana dengan mahakarya yang ku buat dari tubuh Pelayan Pribadi Tuan Putri Agung?"
Caozai berhasil mengikuti Xi Wei sampai ke dalam ruangan penyiksaan. Sang Pemuda hanya tersenyum manis seakan-akan dia bisa bermacam-macam di tempat itu.
"Lihat bagaimana aku akan membalas semua hal yang sudah terjadi di tempat ini ...."
Xi Wei bergerak cepat dan memotong semua benang yang melilit tubuh Qingqing. Namun hal itu malah mengaktifkan berbagai jebakan yang sudah dipasang.
Caozai tertawa keras menantikan kehancuran tubuh Xi Wei. Pada akhirnya yang dia lihat hanyalah pemuda berkulit sawo matang yang selamat dari jebakan-jebakan itu. Xi Wei sudah berdiri di belakangnya dengan Qingqing yang terkulai lemas di dalam gendongannya.
"Apa ... Bagai- bagaimana cara kau keluar dari dalam sana tanpa terluka?! Kau! Kau s-"
"Berisik sekali!"
Xi Wei menjegal kaki Caozai hingga dia terjatuh. Sang Ketua Maochang hanya bisa mematung memelototi Xi Wei dengan keadaan terduduk di atas lantai marmer yang dingin.
Xi Wei berjongkok dan mendekatkan bibirnya ke telinga Caozai.
"Aku adalah 'Hantu Akademi Luqing', kau tentu pernah mendengarnya. Sebentar lagi, sebentar lagi Kerajaanmu ini akan hancur berkeping-keping, Wei Caozai."
Caozai mengambil belati dari sarungnya dengan cepat. Dia mengarahkan belati itu ke arah Xi Wei. Sayang sekali, dia hanya menghunuskan belati ke udara kosong. Xi Wei sama sekali sudah tak ada di sana.
'Dia ... dia! Dia sama sekali bukan manusia!'
Ruofan menatap sekeliling dengan gelisah. Mereka bagai semut yang mengerubungi gula. Dia tahu dia kalah jumlah. Bahkan Pasukan Pemanah ada di sana. Sang Gadis Assassin sepertinya tidak akan kembali hidup-hidup.
Ruofan berdecak kesal. Dia juga baru tahu kalau dia dikeluarkan dari Partai Wanwei—sama seperti Xiangheng—dan dicap pengkhianat oleh Putra Mahkota.
'Mereka terlalu banyak ....'
Satu per satu dari pasukan naik ke atas atap dan berhasil dilumpuhkan oleh Ruofan. Ruofan pun tahu kalau dia tidak akan bisa bertahan lama. Namun dia harus menunggu hingga Xi Wei kembali, jika tidak mereka tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk kabur dari sana.
"Menyerah sajalah, Nona Ruofan!"
__ADS_1
Xianwu duduk di bawah sana dan mengangkat kakinya dengan santai.
Ruofan tahu sebentar lagi adalah saat dimana dia akan dipanah. Hanya saja, dia memilih untuk tetap bertahan.
'Menyuruhku untuk menyerah begitu saja? Hah! Akan ada hanya dalam mimpimu, Zi Xianwu!'
Satu pasukan lagi naik ke atap dan dirobohkan oleh Ruofan dengan cepat, tanda kalau dia tidak akan menyerah sampai titik darah penghabisan.
"Anda keras kepala sekali ya, Nona ...."
Sepertinya Xianwu sudah kehilangan kesabarannya dalam menghadapi Ruofan. Dia mengisyaratkan kepada Pasukan Pemanah untuk segera melancarkan serangan kepada Sang Gadis Assassin.
Saat Ruofan merasa kalau dia sudah tidak memiliki harapan lagi, dia langsung pasrah dengan keadaan. Dia sudah bersiap untuk menyerahkan seluruh nyawanya untuk menebus dosa.
Tepat di saat kritis itu, Xincai muncul entah dari mana dan memasang Sihir Pelindung menggunakan tenaga dalamnya. Sebuah pelindung dari Elemen Giok muncul dan melindungi mereka dari anak panah Pasukan Pemanah.
Sihir adalah salah satu keuntungan yang didapat dari Teknik Kultivasi. Jika bisa berkultivasi dan mencapai Deret Kultivator Tingkat Rendah, sudah bisa mengaktifkan beberapa macam sihir dengan kekuatan dan skala yang terbatas. Sihir adalah sesuatu yang didasari oleh elemen. Elemen biasanya bisa diperoleh dari sekte yang diikuti, juga bisa dipengaruhi oleh garis keturunan.
Elemen yang dimiliki oleh Xincai adalah Elemen Giok. Elemen ini hanya bisa didapat keturunan Keluarga Kerajaan.
"Kakak Xincai?!"
Semua orang yang ada di sana kaget dengan kemunculan Xincai.
'Benar-benar merupakan keturunan Keluarga Kerajaan! Tuan Putri Ketiga memiliki Elemen Giok!'
Xianwu takjub sekaligus takut dengan kemunculan Xincai. Kemunculan seorang Tuan Putri di tempat seperti itu bukanlah pertanda bagus bagi Maochang.
"Mundur!"
Xianwu langsung memberi perintah kepada para pasukan untuk mundur. Dia tahu walau mengerahkan banyak orang, mereka tidak akan sanggup melawan Xincai—Xianwu menyadari kalau yang datang tidak hanya Xincai, sebanyak apa pun pasukan yang mereka miliki tetap tidak akan bisa menembus beberapa orang yang sudah mencapai Deret Kultivator Tingkat Tinggi. Xincai sendiri hampir mencapai Deret Kultivator Master.
Para pasukan berbondong-bondong mundur.
Xi Wei sudah berhasil merebut Qingqing dan kembali bergabung bersama mereka.
"Oh? Tidak disangka kalau seorang Fang Xincai akan muncul, menakuti para Adik Kurcaci, dan membuat mereka kabur terbirit-birit."
__ADS_1
"Ternyata kau juga sudah berhasil menyelamatkan Qingqing."
"Ini belum bisa disebut berhasil. Qingqing terkena Racun Penghisap Nyawa. Entah sudah berapa lama. Walau dosisnya tidak besar, racun ini akan menyedot nyawanya perlahan hingga tidak bersisa. Qingqing pasti sangat tersiksa."
"Lalu, apakah kau punya obatnya?"
"Aku sedikit menyesal telah menjual Bola Mata Ular Raksasa. Dengan pil yang dibuat dari bola mata itu, kita bisa menyelamatkan nyawanya."
"Kau sangat ceroboh!"
"Aku tidak tahu akan ada kejadian seperti ini!"
"Hah! Ya sudah. Kembali dulu, lalu bicarakan lagi hal ini. Aku akan mengirim surat kepada Ayahanda dan mengabari bahwa Adik Ying Yue sudah berada di bawah pengawasanku."
Xi Wei mengangguk menyetujui ide Xincai.
"Anu ... terima kasih Kakak Xincai sudah menyelamatkan nyawaku ...."
Ruofan menundukkan kepalanya malu-malu. Hal itu membuat Xincai gemas padanya.
"Sama-sama. Tak usah terlalu dipikirkan. Kau kasihan sekali, tahu? Xiao Zixuan tidak tahu malu memang! Beraninya dia merekrut dan membuang orang seenak jidatnya. Aku pasti akan menggulingkannya dari posisi Putra Mahkota!"
Xincai terlihat menyeramkan ketika mengatakan bahwa dia akan menggulingkan kekuasaan Putra Mahkota. Sedangkan Xi Wei hanya dapat menggelengkan kepalanya.
"Kita perlu kembali secepat mungkin. Aku sudah memiliki alternatif lain untuk menyelamatkan nyawa Qingqing."
"Syukurlah!"
"Kau datang bersama siapa, Xincai?"
"Sebenarnya, tidak ada. Aku hanya iseng datang ke tempat ini."
Xi Wei dan Ruofan bisa melihat sebagian besar pasukan Maochang Qianxian yang terluka parah hingga meninggal di bawah sana. Xincai sangat menyeramkan walau terlihat sekali wajah santainya yang suka bermain-main.
"Mereka tidak membiarkanku lewat. Jadi, agar lebih mudah, aku hajar saja. Tetap saja mereka sangat keras kepala. Aku terpaksa menerobos ke dalam dengan menggunakan kekerasan."
Xi Wei dan Ruofan terdiam mendengar penjelasan Xincai.
__ADS_1
'Ya ... kalau tidak membuat kekacauan dengan wajah santainya, bukan Fang Xincai namanya!'
Xi Wei menghela napas lega. Dia tahu dia bisa mengandalkan baik Xincai maupun Xiangheng.