Mysterious Shender

Mysterious Shender
第三十三集 : Caught From The Start


__ADS_3

Xi Wei, Ruofan, dan Xianwu melewati barisan perumahan kedua yang lebih panjang daripada barisan perumahan pertama. Bagaimana pun, barisan perumahan kedua adalah yang paling dekat dengan Maochang Zhongxin, tidak heran kalau barisan rumahnya lebih panjang.


Xi Wei berjalan dengan santai dan mengingat setiap lekuk barisan perumahan Maochang. Sama seperti Xincai dan Xiangheng, pemuda berkulit sawo matang gampang sekali mengingat sesuatu. Tidak heran kalau mereka bertiga bisa membentuk sebuah aliansi yang hebat.


"Apakah saya boleh bertanya tentang kedatangan Nona Ruofan ke Maochang?"


Xianwu membuka pembicaraan agar suasana tidak terlalu hening dan tegang di antara mereka bertiga.


"Kabar baiknya, aku membawakan seorang Adik Senior yang profesinya sama seperti Kakak Senior. Kabar buruknya, aku kehilangan jejak Tuan Putri Agung karena ada Pendekar Misterius yang membantunya untuk keluar-masuk ke dalam penginapan."


Xianwu terdiam selama beberapa saat.


"Apakah Nona Ruofan berniat meminta bantuan kepada Ketua tentang Tuan Putri Agung?"


"Aku hanya menyampaikan pesan dari Putra Mahkota untuk kelompok yang dioper Partai Wanwei."


"Nona tahu kalau Ketua menganggap tidak ada hubungan lagi dengan Partai Wanwei."


"Kalau begitu, kenapa dia tidak keluar saja dari Partai?"


"Aliansi dengan Putra Mahkota tidak memungkinkan seseorang untuk keluar dan masuk seenaknya."


"Kalau sampai dicap pengkhianat, posisi Kakak Senior juga posisi kalian akan sulit, bukankah begitu?"


Xianwu menggigit bibir bawah dan terlihat gelisah. Sepertinya perkataan Ruofan. Posisi Caozai akan sulit jika berani mengkhianati Putra Mahkota. Pihak Kerajaan tidak akan tinggal diam akan hal itu. Terutama Kaisar.


Namun sekilas, Xi Wei bisa melihat kalau Xianwu menyeringai manis penuh arti.


'Ternyata mereka sama saja. Sama-sama adalah ular. Tentu saja Wei Caozai sudah memiliki persiapan untuk menghindari kerugian. Kalau begitu, aku tinggal menggagalkan rencana itu saja, kan?'


Bicara tentang satu hal saja yang gampang, melakukannya pasti akan sulit sekali. Juga butuh persiapan yang amat matang. Xi Wei juga tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Wei Caozai.


'Abaikan rencana Wei Caozai dulu. Aku harus fokus terhadap misi penyelamatan Qingqing ini. Kalau dia masih hidup, aku akan menyerahkannya kepada Li Ying Yue. Kalaupun yang tersisa hanya mayatnya saja, aku juga harus mengembalikannya ke Li Ying Yue secara utuh. Ini akan sulit. Berharap saja Wei Caozai sebodoh itu untuk dibohongi.'

__ADS_1


Xi Wei memandangi langit luas tak bertepi, kemudian menyadari kalau hari sebentar lagi akan menuju tengah malam. Dia menjadi sedikit gelisah.


Ruofan menyadari kegelisahan Xi Wei dan langsung menyikut lengan pemuda berkulit sawo matang. Sang Gadis Assassin mengisyaratkan kepada Xi Wei untuk menghilang dan pergi ke bangunan utama lebih dulu.


Xi Wei menatap tajam ke arah Ruofan. Seolah-olah dia mengatakan, "Apakah kau yakin ingin aku pergi dulu?". Dia malah mendapatkan tatapan galak sebagai balasannya. Itu artinya Ruofan tidak bermain-main dengan perkataannya. Sang Pemuda pun mengangguk dan melesat dengan cepat.


Xianwu tidak menyadari kepergian Xi Wei karena memang tanpa suara. Bahkan bayangannya saja tidak terlihat sama sekali.


"Habislah sudah!"


Ruofan terlihat sangat panik. Dia bahkan berteriak keras untuk mengalihkan perhatian Xianwu.


"Ada apa, Nona Ruofan?"


"Xi An! Adik Seniorku menghilang! Di Maochang sangatlah berbahaya. Pasti ada tanaman racun yang sangat menarik perhatiannya hingga dia tidak tahan untuk tidak menelitinya."


"Kalau begitu biarkan saja."


"Kau tidak tahu apa-apa! Jika Ketua tahu kalian memperlakukan Xi An dengan buruk, apa akibat yang akan kalian dapatkan? Xi An dipercayakan kepadaku. Aku tidak akan tinggal diam jika kalian bermacam-macam dengannya!"


"Apa maksudmu?"


"Pandai sekali berpura-pura. Memang adalah Nona Wei Ruofan yang kami kenal. Penjaga!"


Orang-orang yang tadinya bersembunyi di antara barisan perumahan langsung menyebar dan mengepung Ruofan.


"Nah, jangan Anda kira kami tidak tahu apa yang sudah Anda lakukan, Nona. Tangkap dia!"


'Dari awal, ternyata mereka sengaja membiarkan kami masuk. Ck! Licik sekali! Memang merupakan gaya Kakak Caozai. Semoga saja Kakak Xi Wei berhasil. Sekarang, sepertinya aku harus fokus menyelamatkan diri sendiri.'


Ruofan melompat ke atas atap salah satu rumah yang ada dalam barisan perumahan. Dia mengeluarkan belati kesayangan yang sudah menemani sedari dia kecil.


"Karena kalian ingin bermain kasar, maka jangan salahkan aku juga bersikap kasar kepada kalian. Ayo, majulah para serangga kecil peliharaan yang menyebalkan!"

__ADS_1


Xianwu marah mendengar Ruofan menyebut mereka 'serangga kecil peliharaan'. Kemudian, dia menyeringai dingin.


"Kalian semua tangkap dia! Aku tidak peduli jika kalian harus sampai membunuhnya. Pengkhianat tidak boleh dibiarkan hidup, kalian dengar?!"


'Ini akan sangat merepotkan ....'


Sementara itu, Xi Wei bergerak dengan cepat dan berhasil memasuki bangunan utama. Sesuai yang dikatakan oleh Ruofan dan Xiangheng, ada dua lorong setelah memasuki bangunan utama.


'Sesuai yang dikatakan Ruofan, aku harus memilih jalur sebelah kiri.'


Saat Xi Wei hendak berbelok, dia bisa melihat ada sebuah benda berkilau. Dia langsung berhenti. Nyaris sekali kepalanya terpotong dan terputus dari tempatnya karena benang tipis transparan.


Xi Wei melihat banyak sekali benang yang terpasang di sepanjang lorong itu. Kemudian ada seseorang yang mendekat ke arahnya dan bertepuk tangan. Tentu saja dia tahu siapa orang itu. Siapa lagi kalau bukan Wei Caozai.


"Sesuai yang dikatakan Putra Mahkota, kau sangat hebat, Pendekar Abadi."


Xi Wei tidak berbalik sama sekali. Dia juga lupa memasang kembali jubahnya karena tidak ada waktu. Untung saja wig rambut hitam masih terpasang. Dia pun pandai merubah suaranya.


"Entah apa yang membuat Ketua Maochang mengenaliku sebagai Pendekar Abadi. Aku hanyalah seorang pria lemah yang bekerja pada Tuan Putri Agung."


"Cukup basa-basinya. Kau akan mati di tempat ini. Tuan Putri Agung Li Ying Yue tidak akan pernah melihat kalian kembali!"


Xi Wei menyeringai manis mengejek Caozai dengan perkataannya yang ya tidak mungkin dianggap serius oleh pemuda berkulit sawo matang. Sang Pemuda malah menguap lebar sebagai tanda kalau dia tidak tertarik dengan Caozai.


Xi Wei juga tidak mengatakan sesuatu kepada Caozai. Jelas sekali kalau Sang Pemuda sedang mengabaikan seorang Ketua Maochang. Itu membuat Caozai marah padanya.


Xi Wei melihat dengan seksama berapa banyak benang yang terpasang di sepanjang lorong. Namun dia bisa memprediksikan kalau benang itu ada sampai ke ujungnya.


Xi Wei memainkan belati di tangannya. Sedetik kemudian dia melesat maju dan memotong benang-benang yang ada di hadapannya. Semuanya terpotong habis tanpa sisa. Bahkan benang yang berada sejajar dengan kakinya.


Caozai menganga melihat 'hantu' yang memotong semua benang tanpa menyisakan satu pun yang utuh.


'Apakah Pendekar Abadi masih seorang manusia? Mau manusia, atau Iblis, atau Dewa, dia tidak boleh dibiarkan hidup dan merusak semuanya!'

__ADS_1


Caozai mengepalkan tangan dengan erat.


__ADS_2