
"Jadi, apa saja yang sudah kalian rencanakan selama ini? Jika kau takut kepada Kakak Pertama-ku yang seperti itu, kau juga harusnya takut pada aku yang seperti ini."
Ying Yue menyeringai. Ruofan tahu apa maksud dari 'yang seperti ini'. Bukannya tidak mungkin kalau seorang Ahli Tenaga Dalam mengalahkan seorang Ahli Pedang dan seorang Assassin. Jurus Kurong adalah yang paling tepat.
Kurong adalah salah satu jurus yang bisa mengalahkan Ahli Pedang dan Assassin. Jurus ini merupakan urutan dua terhebat di antara semua jurus yang bisa mengalahkan Ahli Pedang dan Assassin. Yang pertama adalah Ahli Tenaga Dalam yang mempelajari Jurus Telapak Taiyuan, atau yang disebut juga dengan Jurus Telapak Tangan Buddha.
Meski Jurus Telapak Taiyuan adalah yang terhebat, tapi juga bisa berbahaya bagi penggunanya. Apalagi jika aliran Chi dari pengguna tersumbat parsial maupun tersumbat total. Pengguna dengan kecacatan aliran Chi yang menggunakan Jurus Telapak Taiyuan akan terserang sebuah racun yang amat mematikan. Jika tidak segera diobati, hidupnya akan berakhir dalam satu bulan.
Ruofan menelan ludah. Dia dilema antara mengkhianati Zixuan dan menunjukkan arah kepada Xi Wei dan Ying Yue untuk menemui Qingqing, atau mengakhiri hidupnya sendiri dan tetap setia kepada Zixuan.
Pilihan kedua adalah pilihan yang sangat bodoh. Setiap orang pasti akan sangat menyayangkan jika hidupnya hanya sebentar di dunia. Kecuali jika orang itu memiliki obsesi terhadap kesetiaan.
'Wei Ruofan, kau harus segera menjawab Tuan Putri Agung. Jika kau ingin hidupmu lebih panjang, membelot terhadap Putra Mahkota juga tidak ada salahnya!'
Entah Xi Wei yang terlalu baik atau memang dia ada maksud tertentu, pemuda berkulit sawo matang memberikan sebuah pilihan yang amat bagus kepada Ruofan.
"Bagaimana kalau begini saja. Karena kau masih belum ingin mati, aku akan menjamin kepada Ketua Partai Wanwei untuk melepas namamu dari Partai. Masalah kau membelot terhadap Xiao Zixuan juga tak usah dipikirkan. Kau boleh memulai hidup barumu."
Ying Yue menatap dengan tatapan tidak percaya ke arah Xi Wei.
'Sebenarnya, Xi Wei itu siapa? Kenapa dia terdengar sangat meyakinkan? Juga, kenapa dia seolah .... Bagaimana pun juga, aku harus menemukan Qingqing dulu, hidup atau mati!'
Ruofan juga menatap tidak percaya ke arah pemuda berkulit sawo matang.
__ADS_1
'Sangat mudah sekali dia mengatakan kalau dia bisa membuat Ketua Partai Wanwei melepaskan anggotanya. Apalagi aku sudah berada di sana semenjak aku kecil. Partai Wanwei juga tidak akan pernah melepaskan pembelot.'
"Aku akan menjamin keselamatanmu setelah kau keluar dari Partai Wanwei. Tapi, aku juga akan mengawasi setiap gerak-gerik yang kau perbuat. Aku tidak akan berbasa-basi lagi, Wei Ruofan."
Entah kenapa Ying Yue percaya kepada Xi Wei kalau pemuda itu bisa mengeluarkan Ruofan dari Partai Wanwei. Meski Ruofan adalah orang yang berpartisipasi dalam pembunuhan Mendiang Selir Li, tapi dia tetap merupakan seorang bawahan. Penjahat sebenarnya adalah Permaisuri dan Zixuan.
"Bagaimana cara kau menyelamatkan aku dari Partai Wanwei? Kau tahu tidak yang paling menyusahkan itu adalah Ketua. Jikalau pun kau berhasil mengeluarkan aku dari Partai Wanwei, Ketua Partai pasti tidak akan membiarkanku hidup."
Xi Wei menyeringai manis seolah-olah meremehkan perkataan Ruofan. Dia jelas tahu apa yang sedang dihadapinya. Dia benar-benar bisa melakukan semuanya jika dia mau—seolah Negeri Yinying bukan lagi milik Kaisar yang sekarang berkuasa, tapi merupakan miliknya.
"Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau. Jika kau percaya, maka aku, Xi Wei, tidak akan mengingkari perkataanku. Aku akan mengeluarkan kamu dari Partai Wanwei dan menjamin keselamatanmu."
Ruofan melirik ke arah Ying Yue. Dia merasa malu kalau dia dibantu oleh Xi Wei, mengingat apa yang sudah dia perbuat kepada Sang Putri. Dia masih memiliki rasa malu dan dia menyesali perbuatannya.
Ruofan benar-benar merasa segala pilihan itu memiliki resiko yang sangat berat. Dia menjadi kesulitan memilih.
"Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak masalah jika Xi Wei akan menyelamatkanmu. Aku juga akan berbuat demikian. Aku akan menjadikanmu Pelayan Pribadi-ku bersama dengan Qingqing. Aku sepenuhnya melindungi dirimu dari Xiao Zixuan. Aku akan melupakan apa yang sudah kau perbuat kepada Mendiang Ibunda Kandung."
Xi Wei tersenyum. Dia tahu kalau Ying Yue adalah orang yang sangat bermurah hati. Selain itu, dia tahu orang-orang yang tinggal di Partai Wanwei tidaklah sebahagia yang terlihat. Mereka sudah menjalani keras dan pahitnya kehidupan.
Ruofan percaya kalau ada yang salah dengan telinganya saat itu.
'Bagaimana Tuan Putri Agung bisa dengan mudah berkata bahwa dia akan membantuku? Aku adalah pembunuh Mendiang Selir Li.'
__ADS_1
Ying Yue melepaskan ikatan tali. Sang Putri percaya kalau Ruofan bukanlah orang sekejam itu. Dia mengembalikan tali kepada Xi Wei.
Xi Wei menahan tangan Ying Yue ketika Sang Putri ingin menariknya. Pemuda berkulit sawo matang mengeluarkan sebuah sapu tangan dan mengelap darah yang masih menetes dari tangan Ying Yue. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah benda kecil dari kantongan yang dibawanya, salep untuk menyembuhkan luka.
Xi Wei mengoleskan salep ke tangan Ying Yue yang terluka, kemudian membalutnya menggunakan sapu tangan.
"Lain kali, jangan terlalu terbawa emosi. Pada akhirnya, kau juga tidak akan tega menyakiti siapa pun melainkan dirimu sendiri."
Saat sudah selesai, Xi Wei menahan tangan Ying Yue. Sang Pemuda mengecup lembut punggung tangan Sang Putri yang terluka.
"Apa yang kau lakukan?!"
Ying Yue yang kaget dengan perlakuan manis Xi Wei langsung menarik tangannya. Jantungnya berdebar keras, wajahnya merona. Sang Putri melempar tatapannya ke arah lain.
Sepertinya, ikatan jodoh antara Xi Wei dan Ying Yue sangat kuat.
Menurut kepercayaan orang-orang, ikatan jodoh yang kuat hanya dimiliki oleh pasangan yang sudah bersama-sama melewati pahit-manis tiga masa kehidupan. Ikatan mereka di kehidupan selanjutnya dan seterusnya menjadi sangat kuat dan memiliki hubungan yang amat lancar. Walau begitu, masalah pasti akan datang. Kehidupan tetaplah kehidupan. Makhluk yang telah menghuni dunia kehidupan tidak akan bisa melepaskan diri dari penderitaan.
"Apa jawabanmu?"
Ying Yue menatap Ruofan yang terlihat masih bimbang dan memikirkan tawaran yang diberikan oleh dirinya dan Xi Wei. Sang Gadis Assassin tidak tahu harus menjawab apa, tapi kemudian dia yakin sudah memilih jalan yang baik untuknya.
"Aku menerima tawaran dari Tuan Pendekar dan Tuan Putri Agung. Mulai saat ini, aku adalah orang Tuan Putri Agung. Aku bersumpah pada Langit bahwa aku tidak akan mengkhianati Tuan Putri Agung sampai napas ini terputus. Selamanya akan mengabdi pada Tuan Putri Agung Li Ying Yue!"
__ADS_1
Ruofan memberikan 'kou tou' kepada Ying Yue, tanda dia tidak akan bermain-main dengan ucapannya.