
Setelah Ruofan menyelesaikan makan malam, dia langsung bercerita panjang lebar kepada Xincai dan Xiangheng. Dari rencana Permaisuri dan Xiao Zixuan, Zixuan yang memberikan kompensasi besar kepada Ketua Partai Wanwei, Sang Gadis Assassin dan kelima temannya yang dioper menjadi bawahan Zixuan, hingga menjalankan rencana Permaisuri dan Xiao Zixuan. Ruofan menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Selesai Ruofan bercerita, dia tidak menemukan kalau Xincai dan Xiangheng terkejut akan ceritanya—mereka sudah tahu sebagian besar ceritanya. Yang membantu Xi Wei mengumpulkan banyak informasi di dalam istana adalah Xincai, Xi Wei yang merencanakan pengeksekusian atas informasi itu, dan eksekusi dilakukan oleh Xiangheng melalui koneksinya. Atau, Xiangheng yang mengumpulkan informasi di luar Istana, lalu Xincai yang merencanakan pengeksekusian, dan eksekusi dilakukan oleh Xi Wei melalui kecerdasannya. Tidak heran jika ada beberapa hal yang mengejutkan terasa tidak mengejutkan lagi bagi mereka bertiga.
"Kakak Ke-Tiga tidak terkejut?"
Xincai menatap ke arah Xi Wei dan Xiangheng secara bergantian. Mereka bertiga lalu tertawa.
"Tidak ada lagi yang mengejutkan bagi kami bertiga. Pertama kali Bibi Li meninggal dunia, aku langsung merasa ada yang aneh. Apalagi setelah mendengar kalau ada enam orang Partai Wanwei yang dioper entah ke tempat seperti apa. Melalui Gaohei, burung hantu yang pernah kau lihat itu, Xi Wei mengirimkan rencana eksekusi informasi padaku dan Xiangheng. Xiangheng mencari informasi. Xi Wei memperingatkan Jenderal Besar agar tidak membatasi koneksi Xiangheng. Setelah Xiangheng mendapatkan informasi akuratnya, dia mendistribusikannya kepada aku dan Xi Wei. Kira-kira seperti itu."
Ying Yue merasa kalau ketiga orang yang menjalin persahabatan sehidup-semati itu sangat hebat. Tidak ada satu informasi pun yang luput dari mereka.
"Jadi maksud kalian adalah menyelamatkan Qingqing tanpa disadari oleh Wei Caozai? Itu sama sekali tidak mungkin sih. Tapi, kalau menyelamatkan Qingqing itu adalah perihal mudah bagi dia."
Xiangheng menunjuk ke arah Xi Wei.
"Hah? Kau ingin aku sendiri pergi ke tempat yang apalah namanya itu? Kau tidak salah?"
"Jangan banyak alasan, Xi Wei! Kau adalah yang paling mungkin melakukannya. Meskipun kecepatanku dan Xincai hampir setara denganmu, kami tidak bisa bergerak tanpa suara sepertimu. Kau sudah berlatih selama bertahun-tahun di tempat itu sedari kau kecil. Kami mana bisa dibandingkan denganmu yang selalu bolos kelas."
"Jangan buka aib-ku!"
Xi Wei menyeringai. Yang dikatakan Xiangheng ada benarnya. Kalau ingin menyelamatkan Qingqing tanpa disadari pihak Xiao Zixuan, hanya dia yang bisa melakukannya.
'Sepertinya aku akan repot lagi.'
"Dimana mereka menyembunyikan Qingqing?"
Ruofan menatap ke arah Xincai.
"Apakah Kakak Xiangheng ingat tempat itu?"
Xiangheng mengingat-ingat apa yang dimaksud Ruofan dengan tempat itu. Kemudian dia ingat kalau Caozai paling suka pergi ke 'tempat itu' di Distrik Maolong.
"Maksudmu adalah Tempat Beracun Maochang?"
__ADS_1
Ruofan menganggukkan kepalanya. Xiangheng menggelengkan kepalanya.
"Tempat itu dipenuhi racun. Caozai sudah kebal terhadap racun di sana karena dia tumbuh besar di tempat berbahaya itu. Tapi, kalau orang awam seperti Qingqing ... takutnya ...."
"Ingin adu pengetahuan racun denganku?"
Xi Wei tersenyum lebar dan itu sangat menyeramkan.
"Kalau kau memang sudah gila!"
Xincai mencubit pipi Xi Wei.
"Fang Xincai! Sakit tahu?!"
Xi Wei mengelus pipinya yang memerah akibat cubitan Xincai. Sedangkan Xincai, dia hanya tertawa keras.
"Maksudnya, Tuan Pendekar juga bisa ...."
"Kalau Xi Wei memang sudah gila. Kau tidak tahu kan kalau di Kelas Pembelajaran Meracik Pil Obat dan Racun dia sering menjadikan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan?"
Ying Yue menelan ludah.
"Tapi, tidak masalah. Karena dia juga tahu cara meracik obatnya sendiri. Kami juga percaya padanya."
"Tapi, bukankah meminum obat atau racun bisa membuat seseorang berkultivasi?"
"Memang benar bisa membuat seseorang berkultivasi. Tapi, tidak semudah itu. Teknik Kultivasi tidak semua orang bisa melakukannya. Para Ahli di bidangnya juga akan kesulitan melakukan Teknik Kultivasi."
Ying Yue ber-oh ria mendengar penjelasan Kakak Ke-Tiga-nya.
"Apanya yang sulit berkultivasi? Jangan kau dengar ucapan Kakak Ke-Tiga-mu. Di antara aku dan Xiangheng serta dirinya, Xincai-lah yang menguasai Teknik Kultivasi Total. Bahkan memakan Pil Spiritual Tingkat Dua saja bisa membuatnya meningkatkan kekuatan spiritual dalam waktu singkat."
Xincai ingin meninju bahu Xi Wei karena membuka rahasia kalau Tuan Putri Ke-Tiga ternyata menguasai Teknik Kultivasi Total, tapi pemuda berkulit sawo matang langsung menahan tangannya.
"Teknik Kultivasi Total juga bukan teknik yang mudah untuk dipelajari. Kau selalu bolos saat Kelas Kultivasi berlangsung, makanya kau hanya bisa Teknik Kultivasi Parsial. Xiangheng sudah menguasainya karena paksaan di Partai Wanwei."
__ADS_1
"Aku tidak ingin berkultivasi total lebih dulu. Aku belum tahu harus mengambil aliran seperti apa. Meski aku bisa mempelajari semua hal."
"Kau itu ... sudahlah. Tidak apa-apa. Aku mengerti kalau kau ingin mencari jati dirimu lebih dulu Xi Wei."
Xincai menyerah menghadapi Xi Wei.
"Teknik Kultivasi berarti meningkatkan spiritual bukankah begitu, Kakak Ke-Tiga?"
Ying Yue terdengar sangat antusias ketika bertanya.
"Benar, meningkatkan spiritual. Tapi, jangan salah paham akan hal itu. Kultivasi berarti juga meningkatkan kemelekatan antara dirimu dan juga keahlian yang kau miliki. Misalkan saja, aku mempelajari Ilmu Tenaga Dalam Jurus Telapak Taiyuan. Maka ketika aku melakukan kultivasi, aku akan meningkatkan kemelekatan antara diri sendiri dengan jurus itu. Tidak hanya Para Pesilat yang bisa melakukannya. Bahkan Para Pengrajin pun bisa melakukan kultivasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemelekatan dengan teknik pembuatan pedang, teknik pembuatan giok, dan lain sebagainya. Juga, panggil aku Kakak Xincai."
Xincai menjelaskan kepada Ying Yue secara detail.
"Abaikan kultivasi terlebih dulu. Sepertinya aku harus membebani Xincai dan Xiangheng besok. Kalian berdua malam ini setelah menyelamatkan Qingqing, ikut aku ke Chizi. Adik Kecil ini membutuhkan bantuan agar bisa mendapatkan Petisi Pembatalan Jodoh oleh Kaisar."
Xi Wei menunjuk ke arah Ying Yue.
"Aku dengar Adik Ying Yue dijodohkan dengan anak Mayor Bajie. Sungguh lucu."
Xincai menahan tawa. Wajah Ying Yue merah padam menahan malu.
"Kakak jangan tertawa!"
Setelah dilarang, tawa Xincai makin menggelegar dan sulit berhenti. Ying Yue semakin malu.
"Serius sedikit! Apakah kalian tidak ingin menyelamatkan Qingqing?"
"Ingin! Tentu saja aku ingin menyelamatkan Qingqing ...."
"Kalau begitu dengar baik-baik rencana yang akan dibuat oleh Xiangheng. Jangan hanya tahu tertawa keras. Terutama Xincai."
Xincai langsung menggembungkan pipi lantaran diperingatkan oleh Xi Wei.
Xiangheng menghela napas lega.
__ADS_1
'Akhirnya mereka berhenti. Semoga saja tidak ada keributan yang terjadi selama aku menjelaskan.'
Xiangheng mulai menjelaskan rencana yang tersusun di dalam kepalanya dengan menggunakan catur sebagai petunjuk untuk menemukan tempatnya.