Mysterious Shender

Mysterious Shender
第二十五集 : Toward The Maolong District


__ADS_3

"Apa yang sedang kau lakukan? Cepat berdiri!"


Entah kenapa Ying Yue tidak begitu suka jika ada orang yang melakukan 'kou tou' kepadanya. Dia merasa tidak biasa. Apalagi dengan derajat mereka yang sama-sama manusia. Sang Putri merasa sedikit tidak pantas mendapatkan 'kou tou' walau gelarnya adalah Tuan Putri Agung.


Ruofan berdiri.


"Kalau begitu, mohon bantuannya untuk menunjukkan jalan pada Qingqing. Adik Kecil ini, kepalanya akan pecah jika tidak segera menemukan teman yang sudah menemaninya sedari kecil."


Xi Wei menyentuh ujung hidung Ying Yue untuk menggodanya. Dia malah mendapat tatapan galak dari Sang Putri sebagai balasan. Pemuda berkulit sawo matang hanya bisa terkekeh melihat tingkah menggemaskan Ying Yue.


Xi Wei berjalan lebih dulu dari Ying Yue dan Ruofan. Tentu saja untuk keluar dari tempat itu. Hanya dia yang tahu cara keluar dari tempat yang sudah didapatnya.


Sebenarnya, Arena Tantangan itu adalah tempat yang ditemukan oleh Xi Wei. Ia sudah ada sejak lama di sana. Hanya saja, sudah tidak ada yang berfungsi ketika dia menemukannya. Sang Pemuda hanya membangun kembali tempat itu.


Saat sampai di luar, Xi Wei ingin menguji kecepatan Ruofan. Sebagai seorang Assassin, menurut pemuda berkulit sawo matang, Ruofan pasti cepat. Dia ingin tahu sampai dimana kecepatan Ruofan, apakah dia masih bisa menangkapnya atau tidak.


"Wei Ruofan, tunjukkan batas kecepatan yang kau miliki sebagai seorang Assassin."


Ruofan tidak tahu apa yang ingin diketahui oleh Xi Wei, tapi dia tetap melakukan perintah pemuda itu. Dia bergerak dalam kecepatan maksimal yang dimilikinya.


Roufan kaget saat tangan Xi Wei terulur dan tepat berada di depan lehernya. Dia mengira itu adalah sebuah peringat.


"Oh? Maaf. Bukan bermaksud menakuti dirimu. Tapi, aku ingin tahu batas kecepatan yang kau miliki. Ternyata kau sama lambatnya dengan Adik Kecil ini."


Adik Kecil yang dimaksud yang mendengarnya langsung tidak senang. Ying Yue meninju bahu Xi Wei membuat pemuda itu meringis.


"Jangan marah, Adik Kecil. Pada kenyataannya, kalian memang sangat lambat."


Ying Yue memelototi Xi Wei yang tertawa keras. Dia juga menyadari bahwa gerakannya sangat lambat jika dibandingkan dengan Xi Wei yang bisa bergerak tidak sampai satu kedipan mata.


"Aku akan melatih kalian berdua untuk bergerak sangat cepat dan tanpa suara besok. Hari ini, sepertinya malam sudah hampir tiba."


Xi Wei melihat ke arah jam pasir yang bergelantungan melalui tali yang terikat di pinggangnya. Tengah hari sudah lewat. Menilik dari arah gerak matahari, mungkin sudah hampir pukul empat sore.


"Dimana kalian menyembunyikan Qingqing? Apakah hari ini bisa menyelamatkannya?"


Ying Yue sangat antusias jika berhubungan dengan Qingqing. Tidak bisa dipungkiri kalau dia dan Qingqing sudah bagai saudara kembar.

__ADS_1


Ketika melihat ke arah Ruofan, Ying Yue sedikit kaget. Wajahnya berubah menjadi wajah asli.


"Orang bernama Wei Qin itu memiliki keahlian untuk mengubah wajah seseorang. Tidak heran jika kau kaget saat melihat wajah asli Wei Ruofan."


Xi Wei terlihat tidak tertarik dengan wajah asli Ruofan.


"Benar yang dikatakan Tuan Pendekar. Mengenai Qingqing, dia ditempatkan di Distrik Maolong yang berada di ujung Yongheng."


"Tempat ini berada di sentral Chizi. Untuk mencapai tempat itu butuh waktu satu hari. Tapi, kalau dengan kecepatan yang Wei Ruofan miliki, kita bisa sampai saat malam tiba."


"Hah?"


Ying Yue dan Ruofan menganga mendengar ucapan Xi Wei.


"Maksudmu adalah kita akan pergi ke Distrik Maolong hari ini?"


"Tentu saja! Apakah kau menunggu Qingqing-mu mati di tangan Xiao Zixuan, Adik Kecil?"


"Tentu saja tidak!"


"Kalau begitu aku tidak perlu khawatir. Kita kan tinggal pergi ke Distrik Maolong saja."


"Mengenai Tuan Putri Agung kita ini, tidak perlu khawatir. Aku yang akan membawanya sampai ke sana."


Xi Wei menutup kepalanya dengan tudung jubah seperti biasa, lalu mengangkat tubuh Ying Yue.


"Aku bertanya-tanya ... apakah Tuan Pendekar tidak merasa berat dengan barang bawaan sebanyak itu?"


"Sama sekali tidak. Lagipula Adik Kecil ini sangat ringan."


Ruofan terheran-heran mendengar Xi Wei. Bahkan yang terkuat di Partai Wanwei, Wei Caozai, tidak akan mampu melakukannya. Sang Gadis Assassin hanya bisa menelan ludah.


"Aku tahu Distrik Maolong. Hanya saja aku butuh kau sebagai penunjuk jalan ketika sampai di distrik itu. Aku juga tidak boleh meninggalkanmu. Barangkali kau akan berkhianat. Jadi, mohon bantuannya, Adik Ruofan."


Ruofan menggelengkan kepala. Menyelamatkan nyawa sendiri saat itu saja sulit, mana mungkin dia berani kabur dari Xi Wei dan Ying Yue. Kepalanya bisa putus dari tempatnya.


"Kenapa kau suka sekali menindas orang?!"

__ADS_1


Ying Yue mencubit lengan Xi Wei. Namun seolah-olah pemuda berkulit sawo matang tidak merasakan apa pun. Xi Wei tidak meringis kesakitan. Keseimbangannya dalam mengangkat tubuh Sang Putri tidak berubah.


"Nanti kau jatuh. Aku tidak akan bertanggung jawab atas hal itu."


Ying Yue menggembungkan pipi lantaran kesal dengan Xi Wei.


'Kenapa ada orang yang bisa bersikap sedemikian menyebalkannya?'


Xi Wei hanya bisa terkekeh karena ekspresi Ying Yue.


"Baiklah ... antar aku ke Qingqing-ku. Dia pasti mendapatkan perlakuan yang sangat menyakitkan karena tidak ada aku di sisinya."


Mereka bertiga pun memulai perjalanan menuju Distrik Maolong. Selama perjalanan sesekali Xi Wei atau Ying Yue akan bertanya tentang kehidupan pribadi Ruofan. Sang Gadis Assassin akan menjawab dan melempar balik sebuah pertanyaan setelahnya.


Hingga malam pun tiba ....


"Itu dia, Distrik Maolong. Hah ... huh ... huf ...."


Ruofan menghirup napas dengan rakus. Baru kali itu dia menyingkat perjalanan satu hari menjadi perjalanan yang bahkan tidak sampai dua per sembilan hari. Mereka bahkan tidak beristirahat selama perjalanan.


"Baru saja menyingkat perjalan satu hari ... tapi, Adik Ruofan kita ini sudah kelelahan. Sungguh bukan seorang Assassin sejati."


Ruofan memelototi Xi Wei dengan kesal. Ying Yue tidak bisa berbuat apa-apa lantaran dari awal perjalanan hingga sampai di gerbang Distrik Maolong dia digendong oleh Xi Wei.


"Kau bahkan tidak membawa benda apa pun. Bisa-bisanya kau kelelahan sedangkan orang yang membawa banyak 'barang' ini merasa biasa saja."


Ying Yue dan Ruofan memprotes Xi Wei secara bersamaan.


"Aku bukan barang!"


"Kau bukan manusia!"


Xi Wei hanya bisa tertawa keras. Dia pun bingung terhadap dirinya sendiri. Entah sejak kapan dia berubah menjadi 'monster' tanpa disadari oleh dirinya sendiri.


"Setelah ini, kita akan menuju ke bagian yang paling sulit untuk ditembus. Kakak Caozai dan Xiong yang langsung menangani Qingqing. Bawahan mereka itu tidak main-main kuatnya."


"Malah bagus kalau begitu."

__ADS_1


Xi Wei menyeringai penuh arti.


__ADS_2