Mysterious Shender

Mysterious Shender
第六十七集 : Fighting Blue Fire Fireflies


__ADS_3

Setelah pembicaraan panjang yang dilalui oleh Maorong dan Xi Wei, akhirnya lelaki paruh baya itu memutuskan untuk tidak menolak permintaan Xi Wei yang ingin pergi ke pedalaman hutan bambu untuk mencari Kunang-Kunang Cahaya Api Biru. Walaupun dia tahu kalau hal itu akan sangat berbahaya.


Di tengah perjalanan, Xi Wei bertanya, "Apa yang Paman takutkan dari Kunang-Kunang Cahaya Api Biru?"


Maorong langsung memelototi Xi Wei. Dia memutar bola matanya dengan malas, kemudian menjawab, "Anak muda seperti Anda masih labil dan tidak takut mati. Kunang-Kunang Cahaya Api Biru adalah makhluk yang tidak boleh diusik sama sekali. Dia akan membawa sebuah jiwa untuk mati bersamanya."


"Apa maksudnya dengan membawa sebuah jiwa untuk mati bersamanya? Apakah mereka sehebat itu sampai-sampai akan meledakkan dirinya dan membawa satu makhluk hidup untuk mati bersamanya?"


Maorong menganggukkan kepalanya. Dia berkata, "Anda tidak akan pernah suka dengan serangga aneh yang satu ini, Xi Wei. Setelah Anda mengetahui apa yang akan dilakukan olehnya, tentu saja."


Bukannya takut, Xi Wei justru semakin tertarik dengan kelakuan Kunang-Kunang Cahaya Api Biru yang disebutkan oleh Maorong. Dia ingin melihat apakah Kunang-Kunang Cahaya Api Biru benar-benar bisa membawa satu jiwa untuk mati bersamanya atau tidak.


Maorong hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya pelan. Dia tidak bisa membayangkan hal mengerikan yang sudah pernah dilihatnya satu kali. Lebih tepatnya, dia tidak ingin.


Xi Wei dan Maorong akhirnya sampai di sebuah jalur sempit yang dekat dengan gua kecil. Si pemuda bisa melihat rimbunnya dedaunan dari pohon-pohon bambu menutupi cahaya matahari yang ingin masuk ke dalam. Hanya ada setitik demi setitik cahaya yang tampak menerobos dari lebatnya dedaunan.


Xi Wei menunggu selama beberapa saat.


Konon kabarnya Kunang-Kunang Cahaya Api Biru adalah makhluk yang sangat sensitif. Mereka bisa mendeteksi adanya makhluk hidup yang datang mengintai di area kekuasaan mereka. Mereka merupakan makhluk yang cukup lihai.


Xi Wei menunggu, menunggu hingga dia bisa melihat seekor Kunang-Kunang Cahaya Api Biru terbang keluar dari dalam gua. Dia berpikir kalau saat ini adalah saat yang tepat untuk memancing kawanan serangga aneh itu keluar.

__ADS_1


Dengan anak panah yang dibuatnya, Xi Wei membidik ke arah seekor Kunang-Kunang Cahaya Api Biru. Matanya berubah warna menjadi biru dan sebuah lingkaran sihir muncul di depan anak panah.


Sekarang! seru Xi Wei. Dia melepas anak panah yang ada di dalam genggamannya.


Anak panah melesat dan membelah tubuh seekor Kunang-Kunang Cahaya Api Biru itu menjadi dua bagian.


Maorong tahu apa sihir yang digunakan oleh Xi Wei. Dia menggunakan Sihir Pengunci Target. Dia pernah melihat Xi Chen menggunakannya beberapa kali di medan perang.


Sihir Pengunci Target itu memiliki prinsip yang sangat sederhana, tapi juga sangat mematikan.


Saat mati, Kunang-Kunang Cahaya Api Biru akan mengeluarkan feromon yang menarik sejenisnya untuk berkumpul dan berduka. Namun mereka adalah makhluk yang cerdas. Mereka bisa langsung mengetahui kalau saudara/i mereka dibunuh.


Ayah dan anak memang sama-sama gila! Bagaimana bisa mereka dengan santainya mengekspos diri sendiri ke medan perang? tanya Maorong.


Xi Wei melambaikan tangannya ke arah kumpulan Kunang-Kunang Cahaya Api Biru yang menatap marah ke arahnya. Dengan gerakan cepat, si pemuda berkulit sawo matang menembakkan dua anak panah sihir ke arah kumpulan serangga aneh itu.


Segerombol Kunang-Kunang Cahaya Api Biru terbakar sampai habis oleh Lingkaran Sihir Api. Segerombol lagi mati karena tersiram oleh air. Walaupun begitu, masih banyak serangga aneh yang harus dibasmi. Ratu mereka juga masih bersembunyi di dalam gua.


Kumpulan Kunang-Kunang Cahaya Api Biru menatap marah ke arah Xi Wei. Puluhan saudara/i mereka tewas hanya dalam sekejap mata. Mereka tentu saja tidak akan merasa senang. Mereka ingin balas dendam atas nama saudara/i mereka.


Xi Wei berdecak kesal karena tidak berhasil membakar dan menyiram semua Kunang-Kunang Cahaya Api Biru. Namun memang sulit baginya untuk menguasai medan perang ini. Dia tidak akan bisa membasmi semua Kunang-Kunang Cahaya Api Biru.

__ADS_1


Aku harus menarik perhatian Ratu mereka. Aku tidak mungkin bisa melawan semua pasukan serangga busuk ini seorang diri, pikir Xi Wei.


Xi Wei juga berharap satu hal: Maorong tidak akan pernah mengekspos dirinya. Dia tidak ingin menambah bebannya karena kebodohan orang lain. Lebih tepatnya, dia tidak suka.


Segerombol Kunang-Kunang Cahaya Api Biru memiliki pemikiran dan tujuan yang sama. Mereka menggunakan isyarat yang hanya diketahui oleh ras mereka sendiri dan melakukan apa yang dimaksudkan kode yang telah mereka tetapkan.


Secara ilmiah, tidak hanya manusia saja yang pandai. Seekor hewan pun bisa menjadi pandai jika mereka menginginkannya. Dunia yang dihuni oleh makhluk hidup bernama bumi adalah tempat yang menyeramkan.


Kunang-Kunang Cahaya Api Biru menyerang Xi Wei setelah beberapa saat mengamati si pemuda berkulit sawo matang yang juga menatap tajam ke arah mereka. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat menyantap makan malam yang lezat. Bagi mereka, Xi Wei adalah makanan terlezat dan jarang sekali bisa didapatkan.


Maorong yang masih bersembunyi di dalam semak-semak semakin greget melihat kelakuan Xi Wei. Dia tidak bisa membayangkan kalau anak dari mantan Kaisar yang pernah dilayaninya mengantar nyawa kepada Kunang-Kunang Cahaya Api Biru hanya untuk bisa menangkap Ratu mereka.


Maorong bukannya tidak percaya dengan kemampuan Xi Wei, yang menjadi masalahnya adalah si pemuda belum mencapai Deret Kultivator Tingkat Tinggi, tapi sudah berani melawan makhluk yang sedemikian berbahayanya.


Xi Wei berlari sekencang-kencangnya hingga Maorong dan Kunang-Kunang Cahaya Api Biru tidak bisa menemukan keberadaannya. Dia menunggu saat yang tepat untuk menyerang serangga-serangga aneh itu lagi.


Maorong harus mengakui kecepatan yang dimiliki oleh Xi Wei, sama persis dengan milik Ayahandanya. Namun yang dimiliki oleh Xi Chen adalah Tanpa Jarak. Sedangkan yang dimiliki oleh Xi Wei adalah kecepatan abnormal. Keduanya tentu saja sangat berbeda.


Xi Wei menarik tali busurnya tanpa berhenti bergerak. Dia mengarahkan ke Kunang-Kunang Cahaya Api Biru yang paling dekat dengannya. Matanya tetap menjadi warna biru langit. Saat melepas anak panah, sebagian besar dari kumpulan serangga aneh menjadi bongkahan es yang besar. Kemudian, dia menggunakan Mantra Sihir Penghancur untuk menghancurkan bongkahan es itu.


Kunang-Kunang Cahaya Api Biru semakin marah karena banyak dari saudara/i mereka yang tewas. Namun mereka sadar kalau mereka tidak akan pernah menang dari manusia secerdik Xi Wei. Mereka merasa harus membalaskan dendam atas kematian saudara/i yang sudah terbunuh oleh Xi Wei.

__ADS_1


__ADS_2