Mysterious Shender

Mysterious Shender
第三十一集 : The First House Line Guarded by Maochang Qianxian


__ADS_3

Selama perjalanan menuju ke Tempat Beracun Maochang, Xi Wei dan Ruofan saling berdiam diri. Mereka sudah membahasnya saat di Wufalou tadi. Ruofan akan menjadi umpan untuk memancing para Maochang Qianxian. Meskipun Ying Yue sudah melarangnya untuk melakukan hal itu, Ruofan tetap bersikeras bahwa dia bisa melakukannya.


Ruofan tahu apa yang akan dihadapi olehnya. Meski di luar dia terlihat sangat tenang, sebenarnya dia sangat gugup. Wei Caozai bukanlah orang yang akan berbelas kasihan hanya karena melihat hubungan mereka di Partai Wanwei. Sang Gadis Assassin paling paham akan hal ini.


Beberapa saat kemudian, sudah terlihat barisan perumahan yang diyakini Xi Wei sebagai barisan perumahan untuk Maochang Qianxian.


'Beruntung sekali Guru memberikan jubah ini kepadaku. Juga, beruntung sekali aku mendapatkan plat Partai Wanwei dari Xiangheng. Plat itu sama dengan milik Ruofan sih ... tapi, mungkin saja keadaan sudah berubah.'


Ruofan menatap barisan rumah Maochang Qianxian dan menelan ludah. Karena dia sudah berada di sana, tak ada lagi kata mundur baginya.


'Aku sedikit gugup. Kakak Caozai, apakah dia ada di dalam sana? Meski aku mengenalnya dengan baik, dia termasuk sederetan orang yang sulit sekali untuk ditebak. Jika aku melakukan kesalahan sedikit saja ... tidak! Tidak! Aku pasti bisa melakukan hal ini demi menebus dosa yang pernah kulakukan!'


"Kau ingin melanjutkan, tidak? Masih ada kesempatan untukmu mundur. Kalau masih ada keraguan dalam hatimu, lebih baik kau pulang ke Wufalou saja. Atau, pulang ke pihak Putra Mahkota, aku tidak akan memberitahu Li Ying Yue kalau kau sebenarnya tidak ingin menjadi Pelayan Pribadinya. Aku juga akan menjadi lebih mudah. Aku tak perlu lagi menjaga dirimu."


Xi Wei memang terdengar seperti orang yang kasar, tapi dia memiliki alasan tersendiri ketika mengatakannya. Pemuda berkulit sawo matang hanya tidak ingin menyimpan seorang penjahat di dekat Ying Yue. Dia sudah berjanji untuk melindunginya pada Xincai. Dia adalah orang yang tidak bisa mengabaikan janji begitu saja.


'Kasar sekali dia!'


Ruofan menggelengkan kepalanya dengan tegas.


"Aku tidak akan mundur begitu saja. Lagipula, aku bisa dengan mudah membawa Kakak Xi Wei ke dalam tanpa harus bertarung dengan Maochang Qianxian ataupun Maochang Teli lebih dulu. Apakah Kakak Xi Wei tidak ingin menerima tawaran bagus ini?"


"Memang akan lebih mudah kalau kau membawaku ke dalam sana, Adik Ruofan. Tapi, bukan berarti aku tidak bisa melakukannya seorang diri. Mau dikatakan bagaimana pun, aku tetap merupakan orang Partai Wanwei dengan memiliki plat ini."


Ruofan menjadi sedikit kesal dengan ucapan Xi Wei. Menurutnya, Xi Wei adalah orang yang sangat santai, tidak peduli dengan keadaannya sendiri. Orang yang sombong.


'Sombong sekali dia!'


"Aku dibesarkan dengan amat kejam. Maaf jika kebanyakan dari ucapan yang keluar dari mulutku sangat kasar. Aku tidak dapat mengontrol perkataan kasar ini, dia sudah menjadi bagian dari hidupku."


Meskipun meminta maaf, Ruofan merasa kalau perkataan Xi Wei masih sangat sombong. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa untuk tidak memasukkannya ke dalam hati.

__ADS_1


"Daripada memusingkan hal itu, lebih baik Kakak ikut aku. Ingat, nama Kakak sekarang adalah Xi An. Jangan lupakan hal itu. Mau Kakak kesal atau bagaimana pun, jangan membalas mereka. Mereka sama kurang ajarnya dengan Kakak Caozai."


"Aku sudah tahu, jangan mengulangi perkataan yang sama, Nona. Jika aku tidak suka, aku tinggal menggunakan Ilmu Sihir untuk membungkam mulut mereka."


"Kakak bahkan mempelajari sihir? Tapi, tidak dapat dipungkiri. Kalau Kakak tahu jati diri sendiri, aku bisa pastikan Kakak adalah anak dari seseorang yang hebat."


"Sudahi basa-basimu! Kita harus pulang sebelum fajar. Aku tidak ingin membebani Kakak Senior Caihong karena kelamaan membiarkan kalian di luar. Xiao Zixuan bisa saja mengirimkan surat kepada Kaisar dan menuliskan alasan kalau Adik Kecil kabur."


"Aku yakin Kaisar lebih mempercayai Tuan Putri Agung."


"Walau begitu, tetap saja masalah kabur bukanlah hal yang bagus. Apalagi untuk seorang perempuan dari Keluarga Kerajaan."


"Baiklah. Ayo!"


Ruofan berjalan di depan dan Xi Wei mengikuti dari belakang, seperti anak ayam yang mengikuti induknya.


Sebelumnya, Xi Wei sempat bertanya kepada Ruofan dan Xiangheng apakah dia memang harus memakai wig sebelum mereka berangkat ke Tempat Beracun Maochang.


Begitu yang dikatakan oleh Xiangheng.


Ternyata Maochang tidak seperti yang ada di dalam pikiran Xi Wei. Pemuda berkulit sawo matang mengira kalau tempat itu akan kosong melompong. Ternyata banyak sekali penjaga yang berjaga di tempat itu. Bahkan saat baru akan melalui perumahan untuk Maochang Qianxian.


Dua dari enam penjaga mencegat Xi Wei dan Ruofan sebelum masuk ke dalam perumahan baris pertama.


"Selamat malam, Nona Ruofan! Tidak tahu apa yang membawa Nona mengunjungi Maochang."


Jelas sekali kalau penjaga itu bertanya dengan nada yang sangat tidak ramah.


'Aku menjadi ragu dengan hubungan Wei Caozai dan Wei Ruofan. Seharusnya aku menolak tawarannya saja tadi. Berkelahi juga tidak akan menjadi masalah.'


"Apakah Kakak Senior Caozai ada di dalam?"

__ADS_1


"Tentu saja Ketua ada di dalam. Siapa orang yang bersama denganmu, Nona?"


"Dia adalah orang yang baru direkrut oleh Ketua. Namanya Xi An. Ketua menyuruhnya untuk berlatih di bawah bimbinganku."


'Aku berharap ini cepat selesai. Aku tentu saja tidak ingin menjadi bawahan dari seseorang yang lebih lemah dariku. Meski hal yang kami lakukan sekarang semuanya palsu.'


"Ternyata ada anggota baru. Tolong tunjukkan plat kalian berdua."


Ruofan menunjukkan platnya lebih dulu. Lalu, Xi Wei menyerahkan plat miliknya kepada penjaga itu.


Karena Xi Wei masih memakai tudung jubah, penjaga menjadi mencurigai dirinya.


"Kenapa dia harus menutupi wajahnya?"


"Ah ... itu ... dia sedikit malu. Ketika direkrut pun dia melakukannya. Apakah kalian perlu menyuruhnya membuka penutup kepalanya?"


"Tentu saja kami harus melihat wajah dari Adik Senior kami yang manis."


Jika saja kesabaran Xi Wei tidak banyak, dia mungkin akan membuat kekacauan di sana.


Ruofan sudah panik karena Xi Wei tidak bereaksi sama sekali. Dia berharap pemuda berkulit sawo matang bisa mengikuti keinginan orang Maochang Qianxian walau mereka keterlaluan.


Xi Wei membuka jubahnya dan memperlihatkan rambut hitamnya, juga dirinya yang memakai baju khas Partai Wanwei yang dipinjamnya dari Xiangheng. Wajahnya menunjukkan kepolosan. Matanya berkaca-kaca, menunjukkan bahwa dirinya adalah orang lemah—tentu saja bukan begitu. Yang tidak bisa diubah hanyalah warna matanya yang sangat mencolok.


"Dimana rasa hormatmu, Adik Senior?"


Xi Wei sudah diperingatkan Ruofan bahwa dia akan dikerjai sesampainya di sana.


"Salam kepada Kakak-Kakak."


Xi Wei menundukkan kepalanya, tapi dia ingin sekali membunuh pengawal yang berani mengerjainya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2