
"Bukan lumayan! Tapi, memang aku sudah melakukannya dengan sangat bagus!"
Xincai melipat kedua tangannya dan melempar wajahnya ke arah lain. Jelas sekali dia tidak terima dengan pujian setengah-setengah dari Xi Wei. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Baiklah. Baiklah. Kau sudah melakukannya dengan sangat bagus."
Xincai tersenyum lebar.
Xi Wei menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju sebuah tempat dengan anak-anak tangga yang berjumlah puluhan buah. Ruofan sudah bergabung bersama mereka.
"Kali ini kau harus ikut, Wei Ruofan."
Melihat seringai manis di wajah Xi Wei, Ruofan menjadi gugup dan takut. Rasanya dia ingin segera pulang saja.
"Tidak apa-apa, yang satu ini bisa dilewati oleh siapa pun. Tapi, kau harus tetap berhati-hati."
Xincai menyemangati Ruofan. Daripada memberi semangat, itu lebih terdengar sebagai peringatan di telinga sang Gadis Assassin. Dia hanya bisa menelan ludah dan berharap kalau semua akan baik-baik saja.
Setelah menuruni puluhan anak tangga, mereka berempat sampai di sebuah tempat yang terlihat sangat biasa. Namun Ying Yue dan Ruofan sudah bisa merasakan ancaman yang luar biasa dari tempat yang amat biasa itu.
"Oh ya, aku akan kembali sebentar lagi. Aku meninggalkan hadiah yang diberikan oleh Elena di tempat itu."
Xi Wei membalikkan badan ke belakang dan pergi meninggalkan mereka bertiga. Dia tahu tidak akan ada apa-apa selama Xincai ada di sana.
"Bagus sekali kau, Xi Wei! Tunggu sebentar!"
Xincai berlari menyusul Xi Wei. Ying Yue dan Ruofan saling bertatapan dan mengangkat bahu bersama. Mereka berdua juga menyusul pemuda berkulit sawo matang dan Tuan Putri Ketiga.
Ying Yue dan Ruofan terkejut saat mendapati diri mereka berada hanya di sebuah batu yang menjulang tinggi dengan seluruh tepiannya adalah jurang. Padahal mereka ingat kalau mereka berbalik dan mengejar Xi Wei dan Xincai yang berbalik menuju Arena Tantangan Pertama.
"Ap- apa ini ...?!"
__ADS_1
Punggung Ying Yue dan punggung Ruofan menempel satu sama lain. Mereka dengan hati-hati bergerak untuk menatap sekeliling dengan seksama. Mereka bisa mendengar suara Xi Wei dan tawa Xincai yang seolah memantul di seluruh ruangan.
"Selamat datang di Tantangan Ilusi! Jika kalian pernah mempelajari Diagram Fengshui, maka akan mudah saja untuk melewati seluruh tantangan dan ilusi yang tercipta di sini. Aku akan memandu kalian. Pikirkanlah sendiri bagaimana cara kalian keluar dari tantangan ini."
'Fengshui, ya ...? Ini akan sangat sulit!'
"Apakah Tuan Putri Agung tahu tentang Diagram Fengshui?"
"Aku mengetahuinya sedikit."
Ying Yue dan Ruofan saling berbisik untuk berbagi informasi yang mereka ketahui. Tak lama kemudian, mereka berdua bisa mendengar suara Xincai bergema di seluruh penjuru.
"Fengshui bisa meningkatkan kekuatan untuk berkultivasi. Jika kalian berhasil, kalian bisa membuat ruang hampa kalian sendiri. Kami akan memandu kalian dan kalian harus bekerja sama. Dan, ingat! Kalian tidak boleh terpisah sama sekali! Apa yang kalian yakini sebagai jalan keluar, maka keduanya harus memilih jalan yang sama. Ini adalah tentang kerja sama tim yang baik."
Ying Yue dan Ruofan tentu saja gugup. Itu pertama kali bagi mereka, mendapati diri sendiri berada dalam kesulitan yang bersifat semu? Mereka merasa sedikit dipermainkan, tapi juga tidak berniat untuk protes. Keduanya memiliki tujuan yang sama: Ingin menjadi lebih kuat untuk mencapai impian masing-masing.
"Baiklah. Aku dan Xincai akan bergantian memberikan arahan. Jika kalian sudah mencapai tempat berikutnya, kalian harus mengatakan kata 'selesai' untuk memberikan tanda kepada kami."
Ying Yue dan Ruofan bersama mengambil napas dalam-dalam. Mereka harus saling mendukung satu sama lain.
"Kami sudah siap!"
Xi Wei adalah orang pertama yang memberikan arahan.
"Dua orang sedang berdiri di pusat dunia, menikmati semilir angin yang berhembus dari timur laut menuju barat daya, berusaha untuk mencari jalan keluar dari musuh yang mengepungnya. Dua orang sedang berdiri di atas tanah, di pusat dunia, menghadap ke arah laut biru yang menghitam karena memantulkan langit malam yang indah. Tidak ada jalan keluar."
Mesin di dalam otak Ying Yue langsung berputar.
"Kata-kata Kakak Xi Wei ... 'Dua orang sedang berdiri di pusat dunia', itu menggambarkan aku dan Ruofan yang sedang berdiri di sini. Kemudian, 'menikmati semilir angin yang berhembus dari timur laut menuju barat daya', kami harus mencari posisi mata angin ini. Ruofan, ayo bergerak pelan-pelan dan mencari dari mana angin berhembus."
Ruofan menganggukkan kepala. Dia dan Ying Yue mulai bergerak memutar searah jarum jam selangkah demi selangkah. Mereka berhenti ketika Ruofan mengatakan bahwa dia bisa merasakan bahwa angin berhembus sepoi-sepoi dari arahnya.
__ADS_1
'Sekarang, posisi Ruofan adalah di timur laut.'
"Jalan keluarnya adalah utara! Laut digambarkan sebagai energi dari air. Air menggambarkan bagian utara. Warna hitam dan biru di dalam diagram Fengshui juga menggambarkan arah yang sama."
Ying Yue menganggukkan kepala mendengar jawaban Ruofan. Dia menggenggam tangan Ruofan dan melompat ke dalam jurang di bagian utara. Mereka mendapati diri mereka berada di tengah perempatan yang aneh. Masing-masing dari perempatan itu diselimuti kabut yang amat tebal. Tapi, Ying Yue dan Ruofan tahu arah mati angin perempatan tersebut, yang terdiri atas: Timur Laut, Tenggara, Barat Daya, dan Barat Laut.
"Selesai!"
"Saatnya giliran aku memberi arahan!"
Xincai terdengar sangat bersemangat. Namun Ying Yue tahu kalau Kakak Ketiganya akan memberikan petunjuk yang mudah untuk mereka—berharap saja bahwa dia akan melakukannya.
"Peri kecil yang terlahir di sebuah tanah kecil tak bernama menari riang di atas kayu kecil, ranting pohon tua yang sudah patah. Kemudian, meninggalkannya dan kembali menari riang di atas sebuah logam kecil yang memantulkan cahaya matahari yang bersinar tepat padanya."
Sepertinya keinginan Ying Yue tidak terkabulkan. Teka-teki yang diberikan oleh Xincai sangat memusingkan dengan banyaknya kata 'kecil' di dalamnya. Namun pasti ada sesuatu. Sedangkan Ruofan hanya bisa menghela napas dan berusaha untuk mencari jawaban pastinya.
"Tanah kecil adalah elemen timur laut."
"Kayu kecil adalah elemen tenggara dan logam kecil adalah elemen barat laut."
"Peri kecil yang terlahir di sebuah tanah kecil tak bernama menari riang di atas kayu kecil, ranting pohon tua yang sudah patah. Kemudian, meninggalkannya dan kembali menari riang di atas sebuah logam kecil yang memantulkan cahaya matahari yang bersinar tepat padanya ...? Apa maksudnya? Kenapa Kakak Ketiga memberi soal yang sulit?"
Ruofan memisahkan semua hingga yang tersisa hanyalah elemen-elemen dari setiap arah mata angin di dalam Diagram Fengshui. Dia berpikir keras dan menatap ke arah Utara yang dibatasi oleh sebuah dinding tebal. Sekali saja dia beranjak, dia akan kehilangan arah.
"Tanah kecil, kayu kecil, dan logam kecil. Itu merujuk pada elemen timur laut, tenggara, dan barat laut."
Ruofan menatap ke arah Ying Yue yang juga sedang bingung.
"Tunggu! Itu dia! Barat daya! Tanah kecil, kayu kecil, logam kecil. Yang tidak ada hanyalah tanah besar yang menjadi elemen barat daya di dalam diagram!"
Ruofan setuju dengan kesimpulan Ying Yue. Mereka menghadap ke arah barat daya dan menghilang di balik kabut. Mereka berjalan sampai menemukan dua jalur yang berbeda.
__ADS_1
"Kita berhasil!"