Mysterious Shender

Mysterious Shender
第五十五集 : The End of Arc I


__ADS_3

Sudah saatnya, sudah saatnya ketika Xi Wei harus berpisah dengan sahabatnya, serta yang terpenting, Li Ying Yue. Walaupun dia merasa sangat hampa. Walaupun sudah hampir tiga hari dia tak bertemu dengan mereka. Walaupun dia merasa sangat tidak biasa.


'Aku sudah lama merasakan perasaan ini. Untuk apa aku tetap memikirkannya? Takdir manusia itu memang sangat aneh, juga rumit, ya?'


Sebenarnya, terbesit di dalam pikiran Xi Wei untuk mengunjungi mereka. Namun dia merasa kalau dia tidak pantas, terlebih lagi setelah memutuskan sesuatu seenaknya tanpa memberitahu Xincai dan Xiangheng.


"Aku memang yang terburuk ya ...."


Xi Wei tahu kalau dia adalah orang yang terburuk di dunia ini. Tidak ada yang bisa dilakukannya terhadap dirinya sendiri. Bahkan setelah semua yang terjadi, dia tetap saja berhati dingin.


"Aku tahu kau akan berada di sini."


Suara Ying Yue mengagetkan dan menyadarkan Xi Wei dari lamunannya. Namun entah kenapa, pemuda berkulit sawo matang lega karena sang Putri ada di sana, walau sekadar hanya menemaninya. Ying Yue bahkan tahu kalau dia berada di sana—di atas pohon dimana dia kabur dulu.


"Aku akan pulang ke Istana besok."


"Aku sudah tahu."


Kecanggungan tak bisa dihindari. Mau tak mau, suka tak suka, ia pasti akan datang untuk mengganggu dua orang yang akan berpisah pada akhirnya.


'Padahal kisah cinta kami baru saja dimulai. Sayang sekali harus kandas sampai di sini. Meskipun begitu, aku dan Li Ying Yue, kami akan bertemu lagi, kan?'


"Kau pasti sedang memikirkan hal aneh, kan, Kakak Xi Wei?"


Xi Wei bisa melihat Ying Yue terkekeh pelan, hal itu hanya berlangsung untuk sementara waktu. Meski begitu, itu akan menjadi memori yang indah untuk dibawa oleh Xi Wei. Gadis itu, Tuan Putri Agung dari Yongheng, dialah yang bisa mengerti Xi Wei—walau pemuda itu juga memiliki Xincai dan Xiangheng, tapi untuk masalah pasangan hidup, dia merasa Ying Yue yang cocok.


"Perpisahan kita hanya untuk sementara waktu."

__ADS_1


Ying Yue terlihat sangat positif, menilik dari apa yang dia ucapkan, tapi tidak dengan Xi Wei. Dia ingin mengenal seorang Li Ying Yue lebih dalam, lebih dekat. Sebelum itu, ada hal yang harus si pemuda lakukan: Mencari kedua orang tuanya, sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Gurunya, Qing Chaguan.


"Kenapa Kakak Xi Wei terlihat begitu gelisah? Apakah Kakak Xi Wei takut akan merindukan diriku?"


Ying Yue langsung mendapatkan ketukan kecil di keningnya. Dia merona.


"Aku tidak takut akan merindukan dirimu atau tidak. Yang benar-benar kutakutkan adalah kalau kau akan dipinang oleh orang lain jika aku tak segera kembali. Aku tidak akan sanggup."


Xi Wei terlihat sedih ketika mengatakannya. Dia sangat tidak ingin Ying Yue dijodohkan, apalagi dinikahkan kepada orang lain. Dia sudah sangat tertarik, dia juga sudah menaruh harapan dan hati yang mendalam kepada sosok gadis remaja berumur enam belas tahun itu. Dia tidak rela gadis itu direbut oleh orang lain.


"Kau tahu, Kakak Xi Wei? Kau terlihat sangat putus asa jika kau seperti ini. Kita, makhluk fana, tidak akan sama dengan para Dewa. Walau kabarnya, manusia juga bisa menjadi abadi. Tapi, kau tak perlu khawatir, kau sudah melatihku dengan sangat baik. Begitu pula Kakak Xincai, Kakak Ipar Xiangheng, dan Wei Ruofan. Aku sangat beruntung memiliki kalian."


Ying Yue berhenti sejenak untuk mengambil napas. Kemudian, dia pun melanjutkan.


"Kita bisa membenahi benang-benang takdir, kau tahu itu? Orang yang sedang dimabuk oleh cinta, jika memang mereka sudah terikat oleh jodoh yang kuat, mereka akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia."


Aura Xi Wei tiba-tiba saja berubah menjadi kelam. Namun dia tak menyebutkan apa alasannya.


"Kenapa?"


Xi Wei tidak menjawab. Dan itu membuat Ying Yue bingung harus bersikap seperti apa.


'Semua penglihatan itu! Aku baru saja ingat dengan semua penglihatan itu! Jika aku mengatakan kepada Li Ying Yue kalau Kaisar adalah penyebab keluargaku hancur, dia tak akan percaya. Bukan, dia akan menjauh dariku. Tapi, fakta ini adalah sesuatu yang harus kami hadapi di kemudian hari. Mungkin, setelah aku kembali dari pencarianku akan sosok Ayah dan Ibu.'


Ying Yue menatap bingung ke arah Xi Wei.


"Kenapa? Apa yang salah?"

__ADS_1


"Aku berjanji akan menemui dirimu setelah aku menemukan mereka. Tapi, aku tak bisa berjanji kalau aku akan menikahi dirimu."


Wajah Ying Yue langsung berubah drastis. Dia tak tahu harus marah, atau kecewa, atau bagaimana pun itu jadinya. Yang jelas, dia sangat kecewa dengan pernyataan yang diberikan oleh Xi Wei.


"Ternyata benar. Ternyata benar kalau kau itu orang yang sangat buruk, Kakak Xi Wei. Kenapa? Apakah kau memiliki masalah denganku? Atau, Kakak Xincai? Atau, yang lainnya? Kau bisa berbagi denganku! Kau ke-"


"Cukup! Kau tidak akan bisa mengerti yang satu ini. Aku berharap perjalananmu akan menyenangkan. Aku akan menemui dirimu. Walau kau sudah menikah, walau kau sudah menjadi milik orang lain, aku ... aku ... aku tidak akan peduli lagi dengan hidupmu. Selamat tinggal, Li Ying Yue."


Xi Wei menghilang dari pandangan Ying Yue tanpa membiarkan sang Tuan Putri mendengar penjelasan apa pun.


Hati Ying Yue bagai terbelah menjadi dua bagian.


'Kenapa ...? Kenapa Kakak Xi Wei tiba-tiba saja berubah pikiran dan menarik perkataannya? Kenapa?!'


"Aku akan selalu menunggumu! Bahkan dalam waktu seratus tahun, tidak, seribu tahun! Aku akan terus menunggu hingga kau kembali kepadaku, Kakak Xi Wei! Kau dengar kan?! Kau dengar itu?!"


Ying Yue menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya, kemudian dia mulai menangis karena putus asa.


Ironis sekali hidup manusia itu, selalu dihadapkan dengan dua hal yang saling bertentangan. Terutama pada saat dilanda oleh cinta. Ada saja sesuatu yang digunakan untuk menguji coba perasaan kedua pasangan—yang awalnya diterbangkan setinggi-tingginya, kemudian dihempaskan kembali ke atas tanah, dimana menjadi pengingat kalau angan boleh berada di awang-awang, tapi kaki harus selalu menginjak kokoh di atas tanah.


Jangan katakan hati Ying Yue terbelah, bahkan untuk Xi Wei yang mengatakan hal paling buruk itu pun, dia juga sama. Dia juga sama seperti itu. Dia adalah yang terburuk, dia tahu. Namun satu hal yang tak bisa diubah, fakta kalau Kaisar yang menduduki takhta di Yongheng telah merebut semua kebahagiaan yang pemuda berkulit sawo matang miliki. Sedikit dari cerita yang dia tahu, dia harus membalaskan dendam. Tentu saja, dia tak boleh memanfaatkan Li Ying Yue. Begitu menurutnya.


'Aku minta maaf. Jika saja aku tahu lebih awal, aku tidak perlu menyakiti kalian dengan menerima kalian di dalam hidupku ....'


Pagi harinya, Xi Wei dan Ying Yue yang berada di tempat yang berbeda sama-sama menatap ke arah langit. Sudah waktunya bagi mereka untuk menjalani hidupnya masing-masing.


'Aku harap, dia baik-baik saja.'

__ADS_1


Melantunkan doa yang sama.


__ADS_2