
Ying Yue sedikit kaget ketika Jialing menyebut Xi Chen sebagai mantan Kaisar di Yongheng. Jika Ayah Kakak Xi Wei adalah mantan Kaisar di Yongheng, berarti Kakak Xi Wei adalah… seorang Pangeran…? pikirnya. Dan, apakah Tuan dan Nyonya Xi memiliki hubungan dengan Kaisar sekarang?
Semua pertanyaan berkecamuk di dalam kepala Ying Yue. Sedikit demi sedikit, tapi pasti, misteri-misteri tentang Xi Wei mulai terkuak. Begitu pula dengan Xi Chen dan Sun Jialing.
Jialing tersenyum. Dia menggenggam tangan Ying Yue dan berkata, "Anda tidak perlu khawatir jika hal itu berkaitan dengan hubungan Anda dan anak kami, Xi Wei. Kami sudah memutuskan bahwa kalian dapat menjalani hubungan dengan lancar tanpa harus membicarakan tentang masa lalu 'kami' sebagai orang tua kalian."
Ying Yue semakin tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Jialing. Dia sudah berusaha keras untuk memutar otaknya, akan tetapi yang keluar di dalam kepalanya adalah berbagai macam pertanyaan yang dia sendiri pun tidak tahu apa jawabannya.
"Kalau ingin berbicara jujur," Jialing berkata sambil menatap ke dalam mata Ying Yue. "Kami memang kurang setuju dalam berbagai keadaan—yang tentunya akan memberatkan anak kami. Tapi, Xi Wei sudah dewasa. Dia tidak memerlukan kekangan dari orang tuanya sendiri. Saya yakin dia akan memilih jalan terbaik bagi dirinya sendiri juga bagi Anda."
"Saya tahu Anda memiliki banyak sekali pertanyaan di dalam kepala Anda. Saya mohon dengan sangat untuk mendengarkan saya terlebih dulu," Jialing berkata sebelum Ying Yue sempat bertanya tentang ketidaktahuannya. Wanita paruh baya itu pun melanjutkan dengan memberikan sebuah pertanyaan kepada Ying Yue, "Menurut Anda, bagaimana perasaan Anda kepada Xi Wei?"
Sepertinya Ying Yue harus sedikit berhati-hati ketika menjawab satu pertanyaan ini. Salah-salah dia bisa langsung tidak direstui untuk berhubungan dengan Xi Wei.
Setelah memikirkan semuanya dengan matang, Ying Yue pun menjawab, "Perasaan saya terhadap Kakak Xi Wei adalah perasaan yang tulus. Saya tidak akan pernah mencampurkan urusan apa pun ke dalam hubungan kami."
"Apakah Anda yakin? Setelah mantan Kaisar Yongheng menceritakan hal ini, maka Anda akan mengerti apa yang saya maksudkan," kata Jialing.
__ADS_1
"Apa yang Nyonya maksudkan? Apakah cerita yang akan dikatakan kepadaku adalah cerita yang didengar oleh Kakak Xi Wei juga?" tanya Ying Yue. Dia semakin tidak mengerti, juga semakin merasa penasaran.
"Aku tidak akan berbasa-basi padamu, Nona. Aku akan memperlihatkan kepadamu cerita masa laluku. Berharap sajalah kau tidak akan mengingkari janjimu yang tidak akan mencampurkan semua masalahmu ke dalam hubungan kalian. Jika kau tidak bisa, maka Xi Wei juga tidak perlu lagi kembali untukmu ke Yongheng," kata Xi Chen panjang lebar.
Ying Yue menelan ludah. Dia tentu saja tidak siap jika Xi Wei tidak kembali kepadanya. Entah cerita apa yang akan merubah sudut pandangnya tentang Xi Wei dan kedua orang tuanya.
Ying Yue gelisah, bukan, sang Tuan Putri Agung sangat gelisah sekarang. Dia berharap kalau dia tidak akan melihat sesuatu yang buruk, sesuatu yang akan menghancurkan hubungannya dengan Xi Wei—tentu saja akan. Dia tidak rela.
Perlahan, suasana di sekitar Ying Yue berubah. Yang dilihatnya bukanlah lagi riak air sebagai lantai ataupun pohon-pohon plum di tempat terang sebagai pemandangan, melainkan gelapnya malam dengan kobaran api di seisi Istana.
Ying Yue bisa melihat ada dua orang yang diidentifikasi olehnya sebagai Xi Chen dan Jialing. Mereka berdua berlari cepat menghindari kobaran api dan prajurit-prajurit pemberontak yang ingin membunuh mereka. Jialing membawa sesuatu di dalam gendongannya. Itu adalah Xi Wei!
Ying Yue juga bisa melihat kalau Xi Chen ditusuk di bagian organ vital oleh seseorang. Ketika orang itu memutar kepalanya, alangkah terkejutnya sang Tuan Putri Agung. Dia bisa melihat kalau itu adalah Ayahandanya!
Ying Yue jatuh terduduk di atas tanah. Dia merapalkan satu kalimat sebagai mantra: "Ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin terjadi. Ini adalah sebuah kebohongan. Ini tidak mungkin. Pasti tidak mungkin. Ini tidak mungkin…!"
"Kenapa tidak mungkin? Mungkin saja kalau dia—Kaisar sekarang—mencuri Pil Kultivasi Tingkat Kesembilan: Pil Yonghua dariku," kata Xi Chen.
__ADS_1
Keadaan di sekitar Ying Yue berubah. Dia kembali ke cermin mimpi Xi Chen. Dia mengembuskan napas perlahan-lahan. Dia masih tidak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya.
"Begitulah kira-kira yang sudah terjadi kepada saya dan mantan Kaisar Yongheng," Jialing berkata sebagai penutup. "Kejadian itu memang sudah lama terjadi. Sudah dua puluh tahun yang lalu. Hari dimana Xi Wei dilahirkan adalah hari dimana kami harus merelakan segalanya dan pergi dari dunia. Tempat ini adalah tempat dimana jiwa kami tersisa. Kami yang Anda lihat adalah kami yang tidak nyata. Kami hanya merekam sebuah memori untuk disimpan."
"Anda pasti bertanya-tanya, bagaimana caranya kami menyimpan memori yang begitu akurat untuk kalian, keturunan kami di masa depan," kata Jialing. "Saya adalah seorang Ahli Rasi Bintang yang datang dari daratan Tibet. Saya bisa memperhitungkan waktu yang pas untuk kalian datang ke tempat ini."
"Saya merasa kalau kami harus mengatakan kepada Anda kalau cerita hidup kami yang mengenaskan ini terjadi karena Ayahanda Anda, Kaisar Yongheng yang sekarang. Tapi kami tidak pernah menyimpan dendam, kecuali, mungkin Xi Wei. Mau tidak mau, suka tidak suka, kalian berdua sebentar lagi akan menjadi orang yang tidak sejalan. Dia dengan dendam yang dibawanya karena kami dan Anda dengan dendam yang Anda bawa karena dia sudah mengkhianati Anda dengan cara membunuh Ayahanda Anda."
"Saya memberitahu ini semua kepada Anda sebagai persiapan dari hal-hal yang akan terjadi ke depannya. Juga sebagai peringatan kepada Xi Wei dan Anda untuk memikirkan matang-matang apa yang akan kalian lakukan selanjutnya. Maafkan kami karena kami memberikan beban yang begitu berat kepada kalian."
Jialing menundukkan kepalanya dan hal itu buru-buru ditepis oleh Ying Yue.
"Jangan terlalu sopan kepada saya. Bagaimanapun juga, Anda adalah Senior saya," kata Ying Yue.
Ying Yue mungkin bukan hanya shock dengan apa yang sudah dilihatnya tentang masa lalu orang tuanya dan orang tua Xi Wei, tapi dia juga sudah mulai memikirkan segala sesuatu baik-baik.
Ying Yue baru saja memulai hubungannya dengan Xi Wei. Dia tentu saja tidak ingin hubungan mereka berakhir sia-sia.
__ADS_1
Berbicara tentang Kaisar Yongheng yang sekarang, Ying Yue juga tidak menyukai caranya memerintah Kekaisaran, walaupun itu adalah Ayahandanya sendiri.
"Saya…" Ying Yue berkata. "Saya akan membantu Kakak Xi Wei balas dendam!"