Mysterious Shender

Mysterious Shender
第三十二集 : The Second House Line Is Very Easy To Get Past


__ADS_3

"Sudahlah, teman! Jangan kau ganggu Adik Senior yang baru saja masuk dan menjadi murid Nona Ruofan. Kau tidak ingin diamuk Nona Ruofan, kan?"


Keenam pengawal itu tertawa kecil. Meski Xi Wei kesal, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak mungkin menempatkan perasaan pribadi di atas segalanya. Walau bisa saja dia egois.


'Xi Wei, Xi Wei ... jangan sampai hal seperti ini membuatmu terbawa suasana dan bersikap ofensif pada mereka.'


"Apakah kalian sudah mengejek Adik Seniorku yang manis ini?"


Ruofan memelototi keenam penjaga tersebut. Xi Wei ingin menepuk jidatnya karena dia disebut manis.


'Bahkan Adik Ruofan bersikap seenaknya.'


"Mana berani kami mengejek orang yang berada di bawah bimbingan Nona Ruofan. Silahkan masuk, Nona! Kau juga Adik Senior!"


"Xi An."


"Ya, Kakak Senior?"


'Refleks yang bagus. Ternyata apa yang dikatakan Kakak Xiangheng benar. Kakak Xi Wei tidak akan melupakan peran penyamarannya.'


'Apa-apaan tadi itu? Kenapa Wei Ruofan tiba-tiba memanggilku seperti itu? Bagaimana jika aku sedang melakukan hal lain dan tidak sadar? Hah ... menyebalkan sekali.'


Enam penjaga itu berbisik-bisik. Meski begitu, Xi Wei dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan.


"Apakah kau tidak merasa bahwa Nona Ruofan dan Adik Senior itu aneh sekali?"


"Iya, aku merasakannya."


"Iya, aku juga merasakannya."


"Mereka seperti sedang menyembunyikan sesuatu."


"Benar."


"Apa yang kalian bicarakan?! Kembali berjaga!"


"Baik!"


Keenam prajurit itu kembali berjaga dalam diam.


Meski berhasil melewati orang-orang di Maochang Qianxian, tapi Xi Wei dan Ruofan belum bisa tenang. Pasukan di Maochang Teli lebih teliti dan lebih sulit untuk dilewati. Bahkan untuk Ruofan sekali pun.


'Ini hanya akan membuang-buang waktu saja. Orang-orang ini tidak akan membiarkan kami masuk secep- tunggu! Bau apa ini?'


Xi Wei mencium bau familiar yang biasanya diciumnya di Kelas Peracikan Pil Obat dan Racun. Dia melihat ke sana-sini dan memberhentikan pandangan pada sebuah tanaman yang tumbuh di antara rerumputan.

__ADS_1


'Tanaman Racun Harta Karun Yinying? Tanaman itu adalah tanaman yang paling dicari-cari oleh Ahli Racun. Jika bisa mendapatkannya dan menjualnya di toko lelang racun, keuntungan yang didapat bukan main!'


Tanaman Racun Harta Karun Yinying adalah tanaman racun yang hanya bisa ditemukan di Yinying. Jumlahnya sangat sedikit. Sari yang keluar dari bunganya memberikan efek yang mematikan. Pengambilannya harus ekstra hati-hati, jika sarinya tersebar di satu kawasan, orang-orang akan terkena efek fatal—meskipun hanya menghirup sebagian dari sarinya.


Walau Tanaman Racun Harta Karun Yinying adalah tanaman yang sangat berbahaya, tapi juga bisa menetralkan racun apa pun yang ada di dalam tubuh. Termasuk racun terkuat sekali pun.


'Racun terkuat bisa dinetralkan, tapi akan digantikan dengan nyawa yang hanya bertahan selama tiga tahun ....'


"Xi An? Apa yang kau lihat?"


Xi Wei mengalihkan pandangannya ke arah Ruofan. Meskipun dia tidak suka dipanggil Xi An, tapi dia harus menanggapi Sang Gadis Assassin.


"Tidak ada."


'Maochang memang merupakan tempat yang bagus dalam mengembangkan tanaman racun. Sayang sekali Wei Caozai bekerja di bawah Partai Wanwei. Jika tidak, mungkin dia sudah menjadi salah satu dari Ketua Aliran Racun.'


Ruofan menganggap bahwa Xi Wei aneh sekali.


'Kakak Xi Wei aneh sekali. Mungkin dia telah menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya, seperti ... tanaman racun?'


"Xi An, apakah kau menemukan tanaman racun yang menarik perhatianmu?"


Ruofan sengaja bertanya kepada Xi Wei karena mereka sudah dekat sekali dengan barisan kedua perumahan yang dihuni Maochang Teli. Terlebih lagi, penjaga di barisan kedua sangat suka berpatroli.


"Benar, Kakak Senior. Aku menemukan sebuah tanaman racun yang menarik perhatianku. Jika diperbolehkan, aku ingin sekali memilikinya."


"Tidak ada yang boleh menyentuh barang-barang di dalam Tempat Beracun Maochang! Semua yang ada di sini adalah milik Ketua Wei Caozai."


'Ah, sial sekali! Padahal aku ingin mengambil tanaman racun itu.'


Ruofan tersenyum manis. Dia mengenal siapa yang ada di hadapannya. Ketua Maochang Teli, tangan kanan Wei Caozai, An Ye. Ruofan tidak terlalu suka dengan orang itu. Walau Wei Caozai adalah orang yang sombong, tapi An Ye lebih sombong darinya.


"Oh, siapa ini kalau bukan Adik Manis Ketua."


Ruofan ingin muntah mendengar sematan nama dari An Ye. Dia berusaha menahan amarahnya.


"Siapa lagi anak tinggi yang kurus ini?"


Xi Wei menjadi ingin sekali memukul wajah An Ye.


'Berani sekali dia mengatai diriku? Anak tinggi yang kurus? Aku sudah berlatih hingga bentuk tubuhku bagus dan dia berkata aku kurus?!'


"Hati-hati karena sudah mengatainya. Dia adalah seorang Ahli Racun yang baru bergabung ke dalam Partai Wanwei. Kebetulan sekali Ketua memintaku untuk membimbingnya. Tapi, karena mengingat Kakak Senior Caozai adalah ahlinya, lebih baik aku menyerahkannya untuk dibimbing Kakak Senior saja."


An Ye menatap Xi Wei dari atas ke bawah. Tidak ada yang mencurigakan dari seorang pemuda berkulit sawo matang, tentu saja.

__ADS_1


"Siapa namamu?"


"Eh?"


Xi Wei terlihat bingung bagaimana cara menjawabnya. Maksudnya, untuk sapaan. Setiap sapaan yang diinginkan oleh orang tentu saja berbeda. Ruofan juga lupa memberitahu tentang An Ye.


"Aku sedang bertanya padamu, Anak Kurus!"


"Masih tidak cepat menjawab Kakak An Ye siapa namamu?"


Ruofan menyelipkan panggilan yang harus digunakan untuk An Ye. Xi Wei bernapas lega karena Sang Gadis Assassin memperingatkannya.


"Jawab Kakak, namaku Xi An."


"Xi An? Nama yang lumayan bagus. Tapi, apakah tidak terkesan terlalu wanita?"


An Ye tertawa keras, diikuti bawahannya.


"Benar kata Kakak An Ye. Terkesan wanita sekali."


Para bawahan An Ye menimpali ucapannya tentang nama samaran Xi Wei. Pemuda berkulit sawo matang tidak terlalu menanggapi hal tersebut. Lagipula itu bukan nama aslinya.


"Untuk apa Adik Ruofan datang ke sini?"


Ruofan benar-benar kesal dengan An Ye. Tangan Kanan Caozai yang setengah tuli itu seperti sedang menguji kesabarannya.


"Bukankah tadi aku sudah bilang, Kakak An Ye?"


"Perkataan yang mana? Kenapa aku bisa melupakannya?"


Ruofan hampir menodongkan pedang ke arah An Ye jika saja bawahan yang paling dekat dengan Caozai, Zi Xianwu, tidak datang dan mencegah mereka bertarung.


"Selamat malam Kakak An Ye. Selamat malam Nona Ruofan."


Xianwu memberi hormat kepada Ruofan dan An Ye. Dia juga memberi hormat kepada Xi Wei walau tidak tahu siapa gerangan Sang Pemuda.


"Ketua mendengar kedatangan Nona Ruofan ke Maochang. Sepertinya ada hal besar yang harus diketahui. Silahkan ikut saya menghadap Ketua."


"Satu masalah besar dan satu masalah kecil. Aku akan ikut Xianwu menghadap Kakak Senior."


"Oi! Tidak boleh! Adik Manis belum menyelesaikan urusannya denganku!"


"Apakah Kakak An Ye ingin dihukum oleh Ketua?"


An Ye langsung terdiam dan memberi hormat. Dia kembali berpatroli. Sedangkan Ruofan dan Xi Wei, mereka mengikuti orang yang bernama Zi Xianwu itu pergi menghadap Caozai.

__ADS_1


__ADS_2