OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
12.Misi


__ADS_3

Seperti biasa Leon membersihkan dan merapikan ruang kerja milik Vanya. Hanya ruang kerja Vanya, karena Vanya tidak suka berbagi OB dengan ruangan lainnya.


Jika di lihat, Leon memang tidak pantas menjadi seorang OB. Memiliki paras yang tampan dan pandai membuat orang lain merasa nyaman itu lah yang membuat Vanya terpikat pada sosok Leon.


"Ku pikir gak masuk kerja," kata Leon sambil meletakan secangkir teh di meja Vanya.


"Kenapa memangnya?" tanya Vanya bingung.


"Ku pikir kau kecapean atau sakit sebab kemarin ku ajak jalan-jalan," jawab Leon.


"Aku tidak semanja itu eh!" seru Vanya.


"Benarkah?"


"Leon ih,...!"


"Apa....?" lembut sekali suara Leon, membuat hati Vanya semakin jauh berkelana.


"Em,....apa ya...?" Vanya bingung.


"Ya udah, aku lanjut kerja lagi. Semangat Vanya....!"


"Mau kemana? di sini aja Leon,....!" Vanya menahan Leon agar tak keluar dari ruangannya.


"Ya mau lanjut kerja lah!"


"Kau itu kerja apa sih? ruangan ku sudah rapi dan bersih, apa lagi yang kau kerjakan. Di sini aja, temani aku!"

__ADS_1


"Gak enak kalau karyawan lain lihat kita berduaan seperti ini Vanya...!"


"Ya udah, kalau begitu kita pergi aja yuk!" ajak Vanya.


"Pergi kemana pagi begini, jangan aneh-aneh deh. Pekerjaan mu nanti terbengkalai...!"


"Udah ayuk....!" Vanya menarik tangan Leon keluar, "ganti dulu pakaian mu!"


Leon sebenarnya menolak tapi Vanya terus memaksa pria itu. Tidak mau membuat Vanya kecewa, Leon akhirnya menurut juga.


"Mau kemana kak?" tanya Dalia membuat Leon dan Vanya terkejut.


"Menjalankan misi, bilang sama Bagas jangan cari kakak ya!" pesan Vanya membuat Dalia kebingungan.


"Misi apa?" tanya Dalia menggunakan bahasa isyarat pada Leon namun pria itu hanya mengangkat kedua bahunya.


"Si tampan milik si cantik. Kita yang remahan ini mending sadar diri aja yah!" ucap resepsionis.


"Kalian juga cantik, tapi jangan coba-coba menggoda calon kakak ipar ku ya...!" ucap Bagas mengejutkan dua orang resepsionis tersebut.


"Eh pak Bagas,...!" mereka hanya tertawa garing.


Ingin sekali Bagas berguling-guling di lantai mendengar ucapan dua resepsionis tadi.


"Pak, bilangin sama bu Vanya dong buat buka lowongan pekerjaan untuk pria."


"Iya pak, bosan ni tiap hari liatnya perempuan semua! biar kerjanya semangat pak!"

__ADS_1


Bagas tertawa, "Iya, nanti ku bilangkan sama kakak. kalian ini ada-ada aja!"


"Jangan yang tua, kalau boleh yang tampannya setara pak Bagas kalau gak Leon!"


Sudah tidak bisa lagi Bagas menahan tawanya, lelaki ini gemas sendiri melihat karyawan kakaknya.


"Bagas....!" panggil Dalia.


"Heh, ada apa?"


"Kak Vanya mengajak Leon pergi, katanya ingin menjalankan misi. Misi apa?" tanya Dalia yang masih penasaran.


Bagas langsung menarik tangan Dalia dan mengajak wanita itu masuk kedalam ruangannya yang berada di lantai satu karena Bagas tidak suka naik berada di ruangan yang jauh di atas.


"Misi apa sih?" tanya Dalia sekali lagi.


"Aku juga gak tahu, kita lihat aja nanti...!"


"Bagas.....!" seru Dalia kesal, "ku pikir kau mengajak ku masuk kedalam ruangan mu untuk bergosip."


"Aku ingin mencium mu!" seru Bagas.


"Coba saja kalau berani, akan ku tonjok kau. Ingat, ini kantor!"


"Yang bilang ini hutan siapa?"


"Bagas.....!" Dalia semakin kesal di buat Bagas. Sudahlah penasaran dengan misi, di tambah Bagas lagi yang suka mengerjainya.

__ADS_1


__ADS_2