OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
27.Diam Kau!


__ADS_3

Mira membantu Yoman duduk karena pria paruh baya ini tidak mau beristirahat di kamar padahal Yoman sendiri baru saja pulang dari rumah sakit.


Yoman dan Mira memandang curiga pada wajah Naomi yang nampak memar meskipun kejadian tersebut sudah dua hari berlalu.


"Kenapa wajah mu Naomi?" tanya Yoman membuat Naomi gugup. Matanya menyipit memperhatikan ekspresi wajah anak tirinya itu.


"Tidak apa-apa, aku terpeleset di kamar mandi," bohong Naomi.


Mira mengangkat wajah anaknya, memperhatikan setiap detail muka Naomi.


"Tapi, kenapa lebam semua?" tanya Mira yang masih tidak percaya jika Naomi jatuh di kamar mandi.


"Aku bangun pagi, karena terlalu mengantuk aku tidak hati-hati jadi aku terpeleset. Ketika aku hendak bangun, aku terpeleset lagi dan ternyata aku tidak sengaja menumpahkan sampo ku!" Naomi tetap berbohong.


"Oh,....!" Yoman dan Mira langsung percaya.


Naomi menghela nafas lega, wanita memutuskan untuk kembali ke kamarnya namun langkahnya terhenti ketika sang pembantu mengatakan ada kiriman paket.


"Maaf nyonya, ada paket!" kata bibi sambil menyerahkan kotak berwarna hitam tersebut.


"Ini paket siapa bi?" tanya Mira heran karena dirinya tidak ada memesan barang secara online.

__ADS_1


"di sini tertulis nama nyonya!" jawab bibi lalu Mira memastikan jika yang tertulis adalah namanya.


"Naomi, apa kau memesan barang atas nama mamah?" tanya Mira pada anaknya yang berdiri di atas anak tangga.


"Tidak ada!" jawab Naomi singkat. Naomi yang penasaran tidak jadi masuk ke dalam kamarnya.


Mira penasaran, wanita ini langsung membuka paketan tersebut. Mata Mira melotot terkejut melihat beberapa lembar foto dari masa lalunya.


"Buang ini,....!" perintah Mira pada Naomi dengan berbisik.


"Apa isinya?" tanya Yoman yang juga penasaran apa lagi melihat ekspresi Mira yang seperti itu.


"Berikan pada ku!" Yoman mengulurkan tangannya meminta paket tersebut.


"Ini bukan apa-apa suami ku. Naomi, cepat buang!" sekali lagi Mira memerintahkan anaknya untuk membuang paket tersebut.


"Cepat berikan pada ku!" sentak Yoman me mengejutkan Mira dan Naomi.


"Bagaimana ini mah?" tanya Naomi ketakutan.


"cepat....!" sekali lagi Yoman meminta dengan nada tinggi.

__ADS_1


Tidak berani membantah Yoman, Naomi memberikan kotak tersebut. Yoman melihat beberapa lembar foto yang juga membuatnya terkejut.


"Siapa yang sudah mengirim benda ini hah?" tanya Yoman tiba-tiba panik.


"Aku tidak tahu!" jawab Mira.


Foto tersebut adalah foto di mana Yoman dan Mira sedang melakukan transaksi dalam merencanakan tabrakan yang di alami orangtua Leon.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Mira kembali duduk di samping suaminya.


"Apa mungkin orang-orang suruhan kita itu masih hidup dan mereka berusaha ingin mengancam kita?" Yoman berpikir keras.


"Kau harus segera menyelidikinya, jika tidak kita berdua akan dalam bahaya!" ucap Mira terus menekan Yoman.


"Mah, ada apa ini sebenarnya?" tanya Naomi yang tidak mengerti dengan masalah orangtuanya.


"Diam kau!" sentak Yoman, "masuk ke kamar mu dan jangan banyak tanya!"


Beda lagi dengan Leon yang sejak terus tersenyum. Di rumah sederhana ini, banyak sudah bukti yang sengaja di kumpulkan Leon selama beberapa tahun belakang.


"Aku yakin jika kalian sekarang sedang panik dan bertanya-tanya siapa yang sudah mengirim foto itu," ucap Leon sambil menatap beberapa gambar yang sengaja di pajang di dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2