OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
33.Sialan Kau!


__ADS_3

"Mana uangnya?" Frans tidak mau berbasa basi lagi ketika melihat Naomi masuk kedalam club malam.


"Sialan kau!" umpat Naomi sambil melemparkan segepok yang, "ini yang terakhir, perusahaan keluarga ku sedang kacau!"


"Bukan urusan ku dan aku tidak mau tahu. Jika kau tidak memberikan uang yang aku minta maka aku akan menyebarkan rekaman lagi," ancam Frans membuat Naomi semakin marah.


Wanita ini memutuskan untuk pergi sambil mengeluarkan sumpah serapahnya pada Frans.Tetapi, baru saja Naomi keluar tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya lalu menyeret Naomi masuk kedalam mobil.


Naomi tidak bisa berontak, obat bius yang membekapnya bekerja dengan cepat. Mobil berwarna hitam tersebut langsung melaju keluar dari area club malam. Tidak ada yang melihat kejadian tersebut meskipun ada beberapa orang mabuk yang berjalan di luar.


Jauh mobil tersebut membawa Naomi, sesekali sang penculik tersenyum puas karena sudah mendapatkan buruannya.


Byuur.....


Naomi terbatuk-batuk ketika seseorang menyiram wajahnya dengan air satu ember. Naomi yang belum sadar jika dirinya di culik merasa bingung kenapa dirinya terikat di kursi dengan di terangi cahaya lampu pijar.


"Apa kau sudah sadar?" tanya suara berat mengejutkan Naomi.


Naomi mengangkat wajahnya, memandang sosok pria di hadapannya yang sedang menatapnya dengan sorot mata tajam.


"Kau,....!" Naomi syok, "kau pegawai rendahannya Vanya. Apa kau yang menculik ku hah?"


Leon tertawa renyah, lelaki ini meletakan kedua tangannya di pinggang.

__ADS_1


"Di situasi seperti ini saja kau masih suka menghina ku!" ucap Leon, "apa kau tidak takut pada ku?" tanya pria itu.


"Lepaskan aku brengsek!" berontak Naomi mencoba melepaskan diri.


"Kau selalu menghina ku dan Vanya. Aku hanya ingin membersihkan mulut mu yang kotor itu," ujar Leon membuat Naomi ketakutan.


"Bajingan kau!" umpat Naomi, "aku akan melaporkan kau ke polisi."


Bukannya takut, Leon malah tertawa keras.


"Bahkan polisi sendiri tidak akan bisa menangkap ku jika aku membunuh mu!" ucap Leon dengan penuh penekanan, "aku pernah mendengar Vanya yang sangat ingin merobek mulut mu itu, demi cinta ku padanya aku akan mewakilkannya untuk Vanya!"


Jleb,...


"Aku tidak memiliki masalah dengan mu. Jika aku suka menghina mu, aku minta maaf!" ucap Naomi.


"Tidak memiliki masalah kata mu?" sentak Leon membuat Naomi terperanjat, "kau saja tidak tahu siapa aku!" timpal Leon.


"Jangan-jangan, yang meneror keluarga ku selama ini adalah kau?" tebak Naomi semakin membuat Leon tertawa, "siapa kau sebenarnya hah?"


"Siapa pun aku, kau tidak perlu tahu. Yang jelas, kau dan mamah mu harus merasakan apa yang aku rasakan dulu!",


Tidak mengerti, Naomi mencoba berpikir keras untuk mengingat siapa Leon. Namun tetap saja Naomi tidak bisa mengenali siapa Leon.

__ADS_1


"Menurut mu, senjata yang mana yang cocok untuk membersihkan mulut mu yang kotor itu?" tanya Leon tiba-tiba mengeluarkan satu pisau belati dan satu gunting besar.


"Mau apa kau hah?" tanya Naomi mulai panik apa lagi langkah Leon semakin mendekat.


"Kau, mulut mu yang selalu menghina orang. Merendahkan orang lain bahkan kau bersikap seolah kau yang paling benar tanpa memikirkan perasaan orang lain. Apa kau sadar jika yang kau lakukan selama ini salah?"


"Menjauh....!" seru Naomi semakin berontak. Ikatan di tangan dan kakinya cukup erat, wanita ini tidak bisa melepaskannya seorang diri.


Seettt.....


Aaaaaa..........suara Naomi menggema di ruangan pengap kedap suara.


Tanpa perasaan lagi Leon dengan tega menyayat sudut bibir Naomi dengan menggunakan belati.


Aaaaaa......sekali lagi Naomi menjerit kesakitan ketika Leon menggunting bibirnya. Darah segar mengalir, menetes membasahi kaki Naomi.


Wanita ini hanya bisa merasakan kesakitan yang mendalam tanpa bisa mengeluarkan kata-kata lagi.


Dengan kasar Leon menjambak rambut Naomi lalu berkata. "Orang diam tidak selamanya diam, akan ada masa di mana mereka bicara. Tapi, bukan menggunakan suara!"


Bruuuk,.....


Leon menendang kursi Naomi hingga membuat wanita itu jatuh menggelepar di lantai. Leon tidak melepaskan ikatan tali, meninggalkan Naomi yang sudah tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2