OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
52.Ini Masih Sore


__ADS_3

Satu minggu setelah tinggal di rumah Vanya, atas persetujuan Liana sekarang Vanya sudah pindah ke rumah suaminya.


Rumah yang nampak sederhana dari luar, namun Vanya sangat terkejut ketika masuk ke dalam. Leon memang suka membuat kejutan, sudah berapa kali Vanya terkecoh dengan lelaki ini.


"Kamar mu bahkan jauh lebih luas dari kamar ku. Miskin dari mananya?" Vanya bingung sendiri.


"Setelah ini juga aku akan tetap menjadi OB pribadi mu!" sahut Leon.


"Tidak bisa, kau harus memiliki jabatan di kantor!"


"Aku tidak mau, nanti orang-orang semakin beranggapan jika aku hanya memanfaatkan pernikahan ini hanya untuk sebuah jabatan. Lagian, gaji OB yang kau berikan itu sangat tinggi."


"Kau ini memang menyebalkan. Memilih pekerjaan yang santai...!"


"Ayolah sayang, kau lebih memilih aku resign dan fokus pada usaha ku atau tetap bekerja seperti biasa?" Leon memberi dua pilihan.


"Iya, terserah kau saja. Tapi, kau harus berjanji pada ku, setelah kita memiliki anak kau harus menggantikan posisi Bagas karena aku akan meresmikan diri ku sebagai ibu rumah tangga."


"Iya, aku berjanji pada mu!" ucap Leon langsung membuat Vanya senang.

__ADS_1


Leon menarik pinggang istrinya, mereka berdua saling berhadapan bahkan wajah keduanya sangat dekat. Leon menatap wajah Vanya lalu meraup bibir manis itu. Keduanya saling berciuman.


"Ini masih sore...!" ucap Vanya pelan.


"Aku tidak peduli. Aku sedang ingin,....!"


Leon langsung menanggalkan pakaian vanya dan pakaiannya. Keduanya kembali berciuman dengan mesra. Sama-sama orang dewasa, suami istri baru ini sedang mabuk akan hal bercinta.


Sambil berciuman, Leon menuntun sang istri menuju tempat tidur. Jari jemari Leon mulai sibuk meremas dua bukit kenyal milik istrinya secara bergantian. Begitu juga dengan Vanya sudah berani meremas pedang milik suaminya.


Tanpa membuang waktu lagi, Leon langsung menancapkan pedangnya. Leon suka ketika mendengar suara manja dan lenguhan yang keluar dari bibir istrinya.


Ranjang terus bergoyang, ruangan kamar ini untuk yang pertama kali menjadi saksi hangatnya sebuah cinta.


Aaaaaah.......


Tubuh Vanya menggelinjang menikmati apa yang membuatnya candu sekarang. Sedangkan Leon yang berada di atas terus menggoyang, sesekali mengecup bibir istrinya dan meremas kedua bukit kenyal.


"Mari kita lakukan bersama-sama!" bisik Leon.

__ADS_1


Terus bergerak naik turun mundur maju, Leon sudah tidak tahan lagi. Lelaki ini mempercepat gerakannya.


"Sayang, aku akan keluar!" ucap Leon.


"Aku juga....!" sahut Vanya tanpa sadar mengarahkan suaminya untuk menyesap bukit kenyalnya.


Aaaah....aaaah....


Aaaah...aaaaah.....


Tubuh keduanya menegang, menggeliat menahan kenikmatan agar tak cepat berlalu.


"Bangunkan cepat....!" titah Leon yang masih ingin melakukan hubungan suami istri.


Vanya menurut, wanita ini menurut dengan ucapan suaminya.


Untuk ronde kedua, semakin panas saja. Leon malah menuntun Vanya menuju kamar mandi. Mereka saling berciuman, saling meremas apa yang biasa di remas.


Leon memutar kran shower, keduanya bercinta di bawah guyuran air. Leon dan Vanya saling menikmati permainan mereka, tidak ada rasa canggung lagi di antara keduanya. Untuk yang pertama kali Leon dan Vanya melakukan di kamar mandi.

__ADS_1


Setelah tuntas melepas hasrat mereka, Leon dan Vanya lanjut mandi. Selesai mandi, keduanya malah asyik rebahan manja di atas tempat tidur.


__ADS_2