
"Mau sampai kapan kita di teror seperti ini?" Mira marah-marah, "semua orang mulai memandang aneh pada keluarga kita!"
"Mamah sama papi gak kepikiran sama Vanya dan Bagas?"
"Apa maksud mu hah?" Yoman melirik tajam Naomi.
"Naomi benar suamiku, satu-satunya orang yang memiliki dendam pada kita cuma Liana, mantan istri mu itu...!"
"Bisa jadi mantan istri papi itu menyuruh kedua anaknya untuk mengorek masa lalu kalian!"
Yoman langsung berpikir, apa yang di bilang Naomi ada benar juga. Satu-satunya orang dari masa lalu yang masih hidup hanyalah Liana.
"Ini tidak bisa di biarkan. Aku akan memberi peringatan pada mereka!" ucap Yoman dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Kau harus memberi pelajaran pada mantan istri mu yang tidak tahu diri itu. Pasti dia belum rela atas pernikahan kita!" kata Mira penuh percaya diri.
Tanpa berpikir panjang lagi Yoman langsung pergi ke rumah mantan istrinya. Pria paruh baya ini sudah berhasil di hasut oleh istri dan anak tirinya ini.
"Aku yakin jika semua ini kerjaan Vanya, secara dia yang paling membenci kita!" ucap Naomi begitu yakin.
__ADS_1
"Sebaiknya kita menyusul, mamah ingin melihat pertengkaran mereka," ujar Mira langsung di setujui oleh Naomi.
Tepat sekali, hari ini adalah hari minggu jadi Vanya dan Bagas ada di rumah. Bahkan di sana juga ada Dalia dan Leon karena hari ini mereka ada acara makan bersama di rumah Vanya.
Buk,....
Yoman menutup pintu mobilnya dengan kasar, sudah lama sekali rasanya Yoman tidak menginjakan kaki di rumah mantan istrinya ini.
"Liana,....keluar kau!" teriak Yoman yang sudah terbakar emosi.
"Keluar kau Liana....!" sekali lagi Yoman berteriak, membuat semua orang langsung keluar.
"Mau apa kau datang kesini?" tanya Liana tidak suka.
"Dasar perempuan munafik. Kenapa kau meneror keluarga ku hah?" pertanyaan yang di lontarkan Yoman membuat Liana bingung.
Sedangkan Vanya langsung melirik ke arah Leon yang terlihat santai.
"Apa maksud mu Yoman?" tanya Liana tidak mengerti.
__ADS_1
"Ciiih,...jangan pura-pura bodoh kau Liana. Bilang saja jika kau masih cemburu atas pernikahan kami sehingga kau meneror rumah tangga kami sekarang!" ucap Mira malah membuat Liana tertawa.
"Lucu sekali kau ini, atas dasar apa kau memfitnah ku seperti itu hah?"
"Buktinya, sampai sekarang kau tidak juga menikah!" cibir Mira.
"Aku tidak menikah bukan berarti aku masih mencintai suami mu. Enak saja memfitnah ku sembarangan!" sahut Liana yang sudah geram.
"Halah,....bilang saja tante menyuruh kedua anak tante ini untuk meneror keluarga ku kan?" ujar Naomi yang ikut memperkeruh suasana.
"Brengsek Naomi...!" umpat Vanya yang sudah tidak tahan lagi, "kalian yang menyakiti tapi kalian sendiri yang merasa paling tersakiti."
"Aneh....!" seru Bagas.
Sedangkan Dalia dan Leon hanya diam saja tidak mau ikut campur.
"Ngaku saja kau Liana, pasti kau bersama Vanya dan Bagas yang sudah membuat berita tidak benar itu kan?" Yoman masih mendesak Liana agar mengaku.
"Dasar tidak tahu malu, kalau mau bahagia jangan merusak kebahagiaan orang dong!" cibir Naomi yang tidak sadar diri.
__ADS_1
Vanya yang hendak membalas ucapan Naomi langsung di tahan oleh Leon. Vanya menurut saja, wanita ini masih bisa menahan emosinya.