OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
48.Gosip


__ADS_3

Resepsi yang cukup melelahkan, bukan lelah karena pernikahan melainkan lelah karena masih ada tamu undangan yang memandang Leon sebelah mata.


Sejak tadi ingin rasanya Vanya mencakar mulut orang-orang yang terus bergosip tentang suaminya ini.


"Uang bisa di cari, tapi kalau keturunan tidak bisa di perbaiki. Aku juga mau menikah dengan pria tampan seperti ini," gumam salah seorang tamu.


"Fisik bisa di rubah dengan cara operasi plastik. Materi itu penting, apa lagi di zaman seperti ini," timpal tamu yang lain.


Geramnya hati Vanya, niat hati turun dari pelaminan agar bisa berbaur dengan para tamu malah mendapatkan omongan yang menyebalkan.


"Geramnya aku,....!" ucap Vanya menekan semua giginya.


"Sudah, biarkan saja. Namanya juga hidup, kita yang menjalani orang lain yang mengomentari." Leon menenangkan istrinya.


Bukan hanya Vanya, Liana juga mendengar beberapa omongan yang kurang mengenakkan tentang Leon. Semua orang tahunya Leon adalah seorang OB, memanfaatkan Vanya agar bisa hidup enak.


"Ehem,...maaf jeng. Jangan suka memandang orang lain dari sebelah mata anda yang juling itu. Kalian kan tidak tahu siapa dan apa yang di punya menantu ku itu selain ketampanan," tegur Liana langsung membuat ekspresi teman-teman Liana masam.


"Memangnya punya apa?" tanya tamu tersebut.


"Seberapa sih gaji OB? masa iya kerja sama istri, yang gaji istri dan kalau gajian uangnya di berikan lagi sama istri. Gak lucu!"

__ADS_1


"Vanya kan cantik. Kok mau sih sama orang miskin? apa karena ketampanannya?"


Liana mendengus kesal, saat ingin menyahut Bagas sudah menahan maminya.


"Biarkan saja mi. Nanti mereka akan malu sendiri jika tahu siapa kak Leon!"


Liana mengalah, menurut dengan ucapan anak lelakinya ini. Bagas mengajak maminya bergabung bersama Vanya dan Leon yang juga sedang menahan emosi.


"Leon,....!" sapa suara berat mengejutkan para tamu. Siapa yang tidak dengan kenal dengan Lucas? pengusaha terkenal sekaligus pemilik club terbanyak di kota mereka.


"Uncle Lucas, ku pikir tidak datang!" Leon senang ketika melihat Lucas yang ternyata datang bersama Lucy dan Naura.


"Hi tante!" sapa Naura ramah.


"Selamat atas pernikahan mu. Uncle turut bahagia," ucap Lucas begitu juga dengan Lucy.


"Terimakasih uncle, terimakasih tante. Silahkan duduk dan nikmati pestanya,"


"Selamat atas pernikahan mu kak Vanya," ucap Naura dengan senyum manisnya.


"Terimakasih!" balas Vanya yang masih sedikit canggung pada Naura.

__ADS_1


Liana dan Bagas sebenarnya belum tahu jika Naura adalah anak kandung dari Lucas. Beberapa tamu mulai kembali bergosip perihal keakraban Lucas dan Leon.


"Jangan-jangan keponakan Lucas," bisik salah seorang tamu.


"Jika benar, maka dia bukan orang sembarangan. Pasti jenis pria yang tertutup!" timpal lainnya.


Tamu-tamu yang sempat bergosip jelek tentang Leon akhirnya tertunduk malu ketika Lucas memuji siapa Leon sebenarnya apa lagi Lucas kalau bicara sangat nyaring.


Liana menarik tangan Vanya, wanita ini penasaran kenapa bisa ada Naura dalam pesta pernikahannya.


"Kamu mengundang Naura?"


"Naura anak kandung uncle Lucas. Jadi, pasti di mengekor di belakang ayahnya," jawab Vanya malah membuat Liana bingung.


"Maksudnya anak kandung?"


"Selama ini tante Mira menyembunyikan siapa ayah kandung Naura. Jadi, pria yang di panggil Leon uncle itu adalah ayah kandungnya!" jelas Vanya membuat Liana langsung paham.


"Dia memiliki karakter yang jauh. berbeda dari mamahnya. Mungkin meniru sifat ayah kandungnya,"


Liana mulai paham kenapa selama ini Naura tidak pernah ikut campur ketika Mira dan Naomi mengganggu mereka. Sesekali Liana menoleh ke arah Naura, gadis itu hanya membalas dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2