OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
49.Terus Suami ku


__ADS_3

Bruk.....


Masih mengenakan gaun pengantinnya, Vanya langsung merebahkan diri di atas tempat tidur. Jam sudah menunjukan pukul dua belas malam dan pesta baru saja selesai.


"Aku akan mandi sebentar!" ujar Leon yang merasa tubuhnya lengket.


"Terserah kau saja!" seru Vanya yang sudah lelah.


Vanya juga merasa gerah, dengan malas wanita ini melepas gaunnya dan berganti dengan kaos oblong. untuk saja gaun pengantinnya tidak ribet, jadi Vanya bisa melepasnya sendiri.


Glek.....


Naya kembali menelan Salivanya ketika melihat Leon yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.


"Tadi siang hanya handuk, Sekarang celana pendek. Astaga, mata ku ini kenapa?" batin Vanya langsung membuang pandangannya.


"Heh, kenapa?"


Bukannya menjawab, Vanya malah hanyut ketika mencium aroma wangi yang keluar dari tubuh suaminya.


"Heh, kau ini kenapa?" Leon menyentuh wajah istrinya, membuat Vanya terkejut.


"Ah, tidak kenapa-kenapa. Aku akan pergi mencuci wajah!" jawab Vanya langsung pergi ke kamar mandi.


Vanya berdiri di balik pintu kamar mandi, wanita ini mengusap dada yang sejak tadi sudah berdebar kencang.


"Astaga, malam pertama ku!" ucap Vanya semakin gugup.


Buru-buru Vanya membersihkan wajahnya. Vanya berpikir jika Leon sangat lelah jadi tidak mungkin jika ada malam pertama. Dengan santainya wanita ini keluar dari kamar mandi.


"Jangan bersikap sok polos. Tidak ada tidur di sofa, cepat kesini...!" ucap Leon yang sudah tiduran santai di atas tempat tidur.


"Hih, yang mau tidur di sofa siapa? aku cuma ingin menyisir rambut ku!" kilah Vanya yang sebenarnya tujuan utama hendak tidur di sofa.


"Jangan banyak alasan. Cepat kesini...!" Leon memaksa.


"Apa sih? kok maksa....!" celetuk Vanya.


Leon sudah tidak sabar lagi, langsung turun dari atas tempat tidur lalu menggendong istrinya.


"Heh, turunkan aku!"


Jantung Vanya semakin tidak beraturan.


"Kau istri ku sekarang. Aku tidak mau munafik, sebagai seorang lelaki dewasa aku sangat menginginkan malam pertama seperti ini," ucap Leon langsung membuat wajah Vanya panik.


Leon merebahkan Vanya di atas tempat tidur lalu menindih tubuh istrinya. Mata mereka saling menatap, Vanya tak mampu berlama-lama menatap mata suaminya.

__ADS_1


"Leon,....!" lirih Vanya.


"Sekarang aku suami mu, adakah panggilan yang mesra untuk ku sayang?"


"Singa ku....!" seru Vanya malah membuat Leon tertawa.


"Leon, singa,...apa bedanya hah?"


"Ya...ya...itu panggilan untuk mu!"


"Kita ini suami istri, jika kelak kita memiliki anak, masa iya kau akan memanggil ku singa di depan anak-anak kita nanti?"


"Lalu apa?"


"Jangan tanya aku, pikiran d sendiri. Besok pagi harus sudah menemukan jawabannya!"


"Leon,....!"


Baru saja Vanya hendak protes, dengan cepat Leon membungkam mulut istrinya dengan sebuah ciuman.


Sebentar Leon melepaskan ciumannya lalu berkata. "Jangan polos-polos. Kau sudah dua puluh delapan tahun, tidak mungkin jika kau tidak tahu cara berciuman!"


Vanya yang tersinggung dengan ucapan suaminya langsung mengalungkan kedua tanganya ke leher Leon. Dengan penuh gairah Vanya memagut bibir suaminya, memberikan ciuman yang selama ini tidak pernah dia lakukan pada lelaki mana pun.


Leon terkejut dengan sikap agresif istrinya. Tidak mau membuang kesempatan, Leon langsung membalas ciuman sang istri.


Hasrat Leon sudah memuncak ke ubun-ubun, pria ini merobek kaos istrinya lalu membuangnya sembarangan.


Dengan lahapnya Leon mengisap, memberi tanda kepemilikan di leher dan bagian atas dada milik istrinya. Vanya melenguh, hanyut dalam kenikmatan yang di mainkan suaminya.


Jari Leon semakin nakal, melepas pengait bra lalu membuangnya. Meremas dua bukit kenyal bibirnya nakal menyesap dua biji mungil. Vanya merintih kenikmatan, menjabak rambut suaminya seakan meminta lebih.


Aaaah.....


Terdengar suara manja di telinga Leon.


Leon terus bermain di sana, menikmati setiap kulit indah istrinya. Bermain di atas pusar membuat Vanya semakin tenggelam dalam. Leon mengusap-usap area terlarang milik istrinya, memaikan sedikit rambut-rambut kecil di sana.


"Aku sudah tidak tahan lagi," bisik Leon langsung melepas celana istrinya dan juga celananya.


Sebentar Leon mengganti lampu kamar menjadi redup agar mereka bisa menikmati malam pertama ini.


Sedikit melayu, Leon kembali menyesap dua biji kelengkeng di atas bukit secara bergantian.


Tanpa izin dan aba-aba lagi, Leon berusaha menghunuskan senjata tumpulnya pada lubang yang berambut lebat.


Aaaa.....

__ADS_1


Vanya merintih kesakitan, namun Leon tidak menghiraukan. Terus memaksa masuk, pada akhirnya pedang tersebut menghunus lubang tanpa batas itu.


Aaaaa....


Vanya kembali merintih, dengan cepat Leon membungkam bibir istrinya. Deru nafas mereka sudah tidak beraturan, keringat keduanya saling menyatu.


Sejenak Leon membiarkan pedangnya beradaptasi. Melihat Vanya yang mulai tenang, barulah Leon memulai aksinya.


Gaya maju mundur, naik turun dengan berbagai kecepatan menyebabkan keluarnya bunyi indah.


Plok....plok....plok....


terus menggoyang, Vanya yang sudah tidak tahan pada akhirnya mendapatkan kenikmatan yang luar biasa dan belum pernah dia dapat selama ini. Wanita mengerang kenikmatan, tubuhnya menegang, tangannya mencakar punggung Leon.


Aaaa....aaa......


"Kenapa ini nikmat sekali,...!" bisik Vanya membuat senyum Leon semakin melebar.


"Mari kita lakukan bersama-sama, kau akan semakin candu nanti," sahut Leon kembali memulai permainannya.


Gerakan naik turun, terus menerus Leon lakukan. Tangan sibuk meremas nakal.


"Terus suami ku, aku sudah tidak tahan!" ucap Vanya benar-benar menikmati permainan suaminya.


"Aku juga sudah tidak tahan!" ucap Leon semakin mempercepat gerakannya.


Vanya sudah gila, wanita ini mengarahkan kepala suaminya agar menyesap salah satu bukit kenyalnya. Leon menurut saja, sambil mempercepat gerakannya pria ini sambil menyesap hingga pada akhirnya pasangan pengantin baru ini melakukan puncaknya bersama-sama.


Aaaaah....aaaah.....


Terdengar suara erangan kedua saling bersahutan. Tubuh mereka juga sama-sama menegang, Leon menyemprotkan cairan hangat dalam rahim istrinya, cairan hangat mereka berdua saling bercampur penuh cinta.


Leon yang sudah ngos-ngosan langsung tergeletak di samping istrinya. Keduanya sibuk mengatur nafas masing-masing.


"Aku tidak menyangka jika kau bisa sepanas ini," ucap Leon.


"Kau bilang jangan sok polos. Jadi, apa aku salah?"


"Tidak, mari kita lakukan yang lebih panas lagi nanti. Sekarang sudah sangat larut, sebaiknya kita istirahat."


"Aku akan membersihkan diri sebentar!"


"Tidak usah di bersihkan. Ini adalah ****** ***** pertama kita. Jadi, biarkan saja." Leon malah memeluk Vanya, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


"Terimakasih malam pertama yang yang sangat memuaskan ini wahai istri ku. Aku sangat mencintaimu!" ucap Leon lalu mengecup bibir istrinya.


Vanya hanya tersenyum, wanita ini malah erat memeluk suaminya. Keduanya yang kelelahan langsung terlelap begitu saja. Malam ini indah, tidak ada drama yang menyusahkan. Leon dan Vanya sudah saling merasakan kenikmatan malam pertama yang di impikan.

__ADS_1


__ADS_2