
"Mamah,...mamah....mamah....!"
Naomi terus berteriak, hingga membuat Mira penasaran. Wanita itu segera keluar dari ruang makan dan menghampiri Naomi yang masih berada di depan pintu rumah.
"Ada Naomi, kenapa kau berteriak?" tanya Mira penasaran.
"Lihat ini, apa maksud dari semua ini?" Naomi menunjukan dua lembar foto Mira bersama seorang laki-laki dan juga foto mobil ringsek.
Mira langsung merobek-robek foto tersebut, hatinya berdebar kencang karena ketakutan.
"Sialan!" umpat Mira, "siapa yang ingin bermain-main dengan ku sekarang?"
"Heh, ada apa?" tanya Yoman yang menyusul Mira keluar.
"Ah, tidak ada. Sebaiknya kau istirahat!" bohong Mira lalu mengajak suaminya pergi ke kamar.
Leon tersenyum puas karena sudah berhasil menteror Mira.Sejak tadi Leon yang mengintip di antara rimbunan tanaman bunga dapat melihat ekspresi ketakutan dari Mira.
"Orang itu menteror ku lagi, apa yang harus kita lakukan?" Mira mondar mandir di dalam kamar d dengan perasaan bingung.
"Besok aku akan memasang cctv di depan rumah kita!" ujar Yoman sedikit membuat Mira tenang.
Baru juga Mira tenang, beberapa saat kemudian ponselnya berbunyi. Mira langsung mengambil benda pipih yang tersimpan di atas meja rias tersebut lalu membukanya.
__ADS_1
"Siapa dia, kenapa dia bisa tahu nomor ponsel ku?" Mira langsung melempar ponselnya sembarang.
Yoman yang penasaran langsung memungut ponsel istrinya.
"Apa ini, kenapa orang ini memiliki semua gambar dari masa lalu?"
Yoman sangat terkejut, itu adalah foto di mana Yoman dan Mira bertemu setelah kejadian tabrakan yang sengaja di manipulasi oleh mereka.
"Ini lokasi di mana aku menjemput mu, apa kau masih ingat itu?" Yoman bertanya dengan raut wajah ketakutan.
"Siapa pun orang ini, aku yakin jika dia akan menyeret kita ke penjara!"
"Sepertinya dia memiliki cukup bukti. Cepat, balas pesannya. Ajak dia bertemu!" titah Yoman pada Mira.
"Ah sial. Tidak bisa, dia sudah memblokir nomor ku!"
"Kau sangat ingin merobek mulutnya bukan? tenang sayang, aku akan melakukannya untuk mu!" Leon berbicara pada gambar Vanya.
Meskipun Vanya anak kandung Yoman, namun Leon tidak mau menyangkut pautkan hubungannya dengan dendam. Pada awalnya, ketika Leon berniat melamar pekerjaan di kantor Vanya, dirinya hanya ingin mencari informasi tentang Yoman. Namun, setelah sekian lama mengenal Vanya dan keluarganya, Leon sadar jika Vanya dan Bagas juga Liana adalah korban dari keegoisan Yoman dan Mira.
Malam telah berganti pagi, seperti biasa Leon berangkat ke kerja. Bisik demi bisik sudah biasa di dengar Leon, lelaki ini acuh dan tidak peduli jika orang lain membicarakannya di belakang.
"Leon sangat dekat dengan maminya bos. Aku yakin jika Leon pasti sudah mencuci otak mereka!" bisik seorang karyawan dari divisi pemasaran.
__ADS_1
"Benar, mana ada seorang bos mau menikah dengan seorang OB rendahan," timpal karyawan lainnya.
"Rela menjual tampang hanya demi uang. Dasar tidak tahu malu...!"
Leon hanya tersenyum tipis, kata-kata seperti ini sering kali di dengarnya.
"Apa kalian sudah selesai menggosipnya?"
Deg,.....
Tiba-tiba Vanya muncul di belakang tiga orang karyawan tersebut.
"Jika sudah selesai, silahkan kemasi barang kalian dan ambil sisa gaji kalian!" ucap Vanya dengan sorot mata tajam.
"Maafkan kami bu....!" ucap ketiga karyawan tersebut secara bersamaan.
"Maafkan mereka, lagian apa yang di bilang oleh mereka itu ada benarnya kok!" kata Leon dengan wajah santainya.
"Karyawan seperti mereka ini tidak bisa di biarkan. Aku sudah sering mendengar mereka bertiga ini bergosip dan menyebarkan berita bohong. Pecat saja mereka kak!" timpal Bagas yang sudah jengah dengan gosip yang beredar.
"Jangan pecat mereka, aku tidak ingin hanya karena seorang karyawan rendahan seperti aku ini kau malah di cap sebagai bos yang kurang baik!" Leon masih membela ketiga karyawan tersebut.
"Asal kalian bertiga tahu, Leon memang seorang OB. Tapi, pendidikan dia jauh lebih tinggi di banding kalian. Tahu apa kalian tentang Leon hah? aku sudah beberapa kali ingin menaikkan jabatan Leon namun dia lebih memilih bekerja sebagai seorang OB," tutur Vanya yang sudah geram atas penghinaan orang lain terhadap Leon.
__ADS_1
"Vanya,....!" Leon berusaha membujuk Vanya.
"Dan kalian semua, siapa pun yang ketahuan bergosip maka nasib kalian akan sama seperti mereka bertiga. Bubar....!" Emosi Vanya sudah tidak tertahan lagi, niatnya bekerja hari ini langsung di urungkan Vanya. Wanita ini menarik tangan Leon dan mengajak sang pujaan hati pergi dari kantor.