OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
54.Berhenti Menggodaku


__ADS_3

"Em, aku ingin bertanya sesuatu pada mu. Sumpah, ini sangat membuat ku penasaran," kata Vanya membuat Leon penasaran.


Lelaki ini langsung mengendurkan pelukannya.


"Apa itu? kau membuat ku penasaran saja!"


"Sebenarnya, sebelum mengenal ku apa kau memiliki seseorang yang spesial dalam hidup mu?"


"Maksudnya pacar gitu?"


"Iya, secara kau...ehem,... tampan!" Vanya malu sendiri karena mengakui ketampanan suaminya.


"Yang mendekati banyak, tapi aku tidak menggubris mereka. Aku lebih sibuk dengan pendidikan dan usaha ku. Kenapa? apa kau mulai takut kehilangan ku?"


"Leon.....!!"


Vanya mencubit perut suaminya, membuat pria itu nyaris jatuh dari atas tempat tidur.


"Sayang, kau suka sekali mencubit ku. Aku tidak suka di cubit, aku lebih suka di jepit...!"


"Leon,....!!"


Vanya yang geram kembali mencubit perut Leon.


"Kau ini kenapa sih? sejak menikah otak mu jadi mesum seperti ini?"

__ADS_1


"Wajar saja, aku lelaki dewasa. Aku punya istri cantik, setiap lelaki pasti akan merasa beruntung mendapatkan mu apa lagi kau paket komplit!"


"Apanya yang komplit?"


"Sudahlah Cantik, pekerja keras, mapan dan pandai dalam menjepit. Aku suka itu,....!"


"Kau ini benar-benar gila!"


"Ayo menggila bersama ku malam ini," ucap Leon langsung menindih tubuh istrinya.


Tidak mungkin menolak, Vanya sama-sama candunya akan hal tabu seperti ini. Ranjang mereka tidak pernah rapi jika malam hari, sungguh Leon benar-benar menggempur istrinya setiap malam.


"Apa kau tahu sesuatu?" tanya Leon sebelum memasukan pedangnya.


"Apa?" tanya Vanya penasaran.


"Kau,.....!"


Tidak sempat mengeluarkan kata protes, Leon langsung membungkam mulut istrinya dengan ciuman. Kedua tangan sibuk meremas, anak pedangnya sibuk bergerak naik turun. Meskipun Leon meminum obat kuat, namun lelaki ini bermain dengan lembut agar tidak membuat lahan istrinya lecet.


"Bagaimana sayang, kau sudah keluar berkali-kali. Nikmat bukan?" bisik Leon sembari menggigit daun telinga istrinya.


"Berhenti menggoda ku, mari kita keluarkan bersama-sama!" sahut Vanya yang masih kuat melayani nafsu suaminya.


Sekali lagi, sepasang suami istri ini kembali melakukan permainan mereka. Leon sudah beberapa kali membuat sang istri berada di atas puncak, sedangkan dirinya belum sama sekali.

__ADS_1


Baru lah di putaran yang sekarang Leon memberi kode pada istrinya jika sebentar lagi dia akan keluar. Leon meremas, sesekali menyesap, bukit kenyal.


"Merintih lah sayang....!" bisik Leon.


"Aku hampir keluar!" kata Vanya lalu mengarahkan kepala suaminya untuk menyesap salah satu bukit kenyalnya.


Aaaaah.......


Suara kenikmatan penuh cinta menggema kembali di kamar ini. Leon dan Vanya berhasil melakukan puncak mereka bersama-sama.


Keringat terus membasahi tubuh keduanya, Leon tumbang di samping istrinya. Mereka saling pandang, mengatur nafas yang masih tersengal-sengal kelelahan.


"Aku lelah!" lirih Vanya.


"Kita bebersih sebentar!" kata Leon lalu pria ini menggendong istrinya menuju kamar mandi.


Untung saja rumah ini tidak ada pembantu, karena Leon hanya mempekerjakannya dua hari sekali untuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian kotor. Sisanya, Leon dan Vanya lah yang mengerjakannya.


Malam telah berganti pagi, tubuh Vanya benar-benar remuk bahkan wanita ini merengek tidak mau berangkat berkerja. Dalia lah yang akan mengurus pekerjaan jika Vanya tidak masuk.


Sejak pagi hingga siang, Vanya sama sekali tidak turun dari atas tempat tidurnya.


"Ini akibat ulah mu, tubuh ku remuk!" kesal Vanya.


"Jangan menyalahkan ku jika kau masih menikmatinya setiap malam. Sayang, bagaimana jika melakukannya lagi....?" Leon mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau. Aku masih lelah!" tolak Vanya langsung membalut tubuhnya dengan selimut.


Leon tertawa, senang sekali rasanya jika membahas hal sensitif seperti ini. Vanya yang suka malu-malu jika di ajak bercanda namun sangat menikmati jika langsung di praktekkan.


__ADS_2