OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
61.Lepaskan Dia


__ADS_3

Vanya telah memutuskan untuk menyerahkan jabatannya pada sang adik karena Leon menolak. Pria ini tidak ingin di cap sebagai laki-laki yang suka memanfaatkan keadaan.


Leon juga memutuskan untuk berhenti dari kantor istrinya dan fokus pada usahanya sendiri. Apa pun itu, sekarang Leon hanya ingin membangun usaha yang sudah di rintisnya sejak sekolah dulu.


"Sayang, ternyata duduk di rumah menjadi seorang istri itu begitu nikmat ya," kata Vanya yang sekarang sedang rebahan manja di pangkuan suaminya.


"Maaf jika aku sudah membuat mu seperti ini. Sejak menikah dengan ku, kau rela menerima hinaan dari orang lain dan sekarang kau harus menyerahkan jabatan mu pada adik mu."


"Sebenarnya aku juga merasa lelah, menjadi anak pertama itu sangat berat bagi ku. Harus menjaga mami dan Bagas juga bekerja demi membeli hinaan almarhum papi dan tante Mira. Mungkin, ini waktunya aku harus beristirahat."


"Sekarang, mari kita membangun keluarga kecil yang bahagia. Aku sudah sabar menunggu anak kita ini lahir."


"Pikiran ku akan damai setelah acara pernikahan Bagas akhir bulan ini. Mari kita pergi liburan,...!"


"Terserah istri ku saja, yang penting kau bahagia!"


Leon mengecup bibir istrinya, membuat hormon seksual Vanya tiba-tiba muncul begitu saja.


"Aku sedang ingin," bisik Vanya tanpa sungkan.

__ADS_1


Tentu saja Leon senang, dengan sepenuh hati pria ini memberi kenikmatan pada istrinya. Sekarang masa lalu tinggallah masa lalu, mungkin tidak bisa di lupakan namun bisa di ambil pelajaran.


Hari ke hari yang di lalui Vanya dan Leon sangatlah bahagia.Sesekali Vanya ikut ambil dalam pekerjaan karena Bagas masih belum paham semuanya. Apa pun keputusan kedua anaknya, Liana pasti akan mendukung mereka.


Hari ini mereka mampir ke rumah sang mami, Liana yang sangat senang dengan kehadiran anak menantunya langsung memasak makanan enak. Tidak lupa menyisihkan beberapa makanan untuk di bawa pulang.


Dari rumah Liana, Vanya dan Leon pergi ke cafe sebentar untuk memantau para karyawan. Hebatnya Leon yang ternyata tidak memiliki satu cafe, ada beberapa cabang yang sudah berhasil dia kembangkan.


"Eh, itu kan pemilik perusahaan xxx. Ku dengar dia menikah dengan OB lalu memutuskan untuk resign dan menyerahkan jabatan pada sang adik. Dasar perempuan bodoh, rela hidup susah dengan laki-laki itu," bisik salah seorang pengunjung Cafe yang mengetahui siapa Vanya.


"Iya, beritanya sudah tersebar di media," timpal temanya.


"Tampan sih, tapi kalau miskin untuk apa?"


Vanya yang geram langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri meja yang ada di belakangnya.


"Bisakah aku ikut bergosip?"


Wajah ketika perempuan yang membicarakan Vanya tadi mendadak panik.

__ADS_1


plak,....


Tiba-tiba saja Vanya menampar salah satu pengunjung tersebut lalu menjambak rambutnya. Pertengkaran pun terjadi, Vanya bahkan lupa jika dirinya sedang mengandung sekarang.


Leon yang melihat istrinya bertengkar dengan pengunjung cafenya langsung berusaha menarik mundur sang istri.


"Sayang, sudah. Lepaskan dia....!" Leon tidak bisa melepaskan tangan Vanya yang menarik rambut wanita tersebut.


"Lepaskan aku, biarkan aku menghajar perempuan ini...!" ujar Vanya membuat Leon mau tidak mau langsung menggendong istrinya secara paksa.


Semua pengunjung hanya menonton dari pinggir, bahkan kedua teman pengunjung wanita itu tidak mau melerai teman mereka.


"Kau sedang hamil, ini sangat berbahaya. Sudah, hentikan!" ujar Leon mengingatkan istrinya.


"Mereka, mereka terus saja menghina dan merendahkan mu. Kalian semua hanya bisa melihat suami ku dari sudut pandang kalian tanpa kalian tahu siapa suami ku ini. Asal kalian tahu, tempat yang kalian injak sekarang ini adalah milik suami ku!"


Vanya berusaha menjelaskan.


"Halah, bilang saja kau yang sudah memodali suami yang miskin ini," ucap perempuan itu semakin membuat Vanya naik darah.

__ADS_1


"Sayang, sudahlah. Sebaiknya kita pulang sekarang!"


Leon tidak ingin keributan semakin panjang, pria ini langsung mengajak istrinya untuk pulang.


__ADS_2