OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
34.Kenapa Tersenyum?


__ADS_3

"Naomi kemana sih? sudah tengah malam begini tidak pulang juga!" Mira mondar mandir khawatir pada anak kesayangannya.


"Coba hubungi lagi," ujar Yoman.


"Tidak bisa, ponselnya mati...!"


"Hubungi teman-temannya," titah Yoman lagi.


"Sudah, teman-temannya bilang sudah lama tidak bertemu Naomi."


"Halah, paling juga lagi asyik main sama suami orang!" ucap Naura dengan santainya.


"Jaga bicara mu Naura!" bentak Yoman.


"Ini lagi, aneh. Punya anak kandung tapi malah memanjakan anak tiri. Orangtua macam apa?" cibir Naura membuat darah Yoman mendidih.


"Anak brengsek! keluar dari rumah ku!" usir Yoman.


"Naura, hentikan!",? sentak Mira pada anaknya.


"Cih,...tanpa di minta aku juga akan pergi. Jika bukan karena mamah, aku tidak akan pulang rumah penuh drama ini," ucap Naura langsung bangkit dari duduknya.


"Kau mau kemana? ini sudah malam?" tanya Mira mencoba menahan anaknya.

__ADS_1


"Jangan tanya kemana aku pergi, toh selama ini kau tidak peduli pada ku. Aku ini kan anak haram!" ujar Naura kemudian pergi begitu saja.


Ingin sekali Yoman memukul wajah Naura yang suka melawan itu.


"Kenapa kau masih memelihara anak sialan itu? berikan saja dia pada ayahnya!"


"Aku tidak bisa, Naura juga anak ku!"


"Cuma Naomi yang menurut pada kita, anak haram itu selalu membangkang. Jika kau tidak memberitahu siapa ayahnya, jangan salahkan aku jika aku sendiri yang akan memberitahunya!" ancam Yoman membuat Mira serba salah.


"Sudahlah, jangan pedulikan Naura. Sekarang kemana kita akan mencari Naomi?"


"Aaah, sudahlah. Jangan pikirkan lagi, besok dia akan pulang sendiri. Aku lelah dan ingin beristirahat!"


Malam sudah berganti pagi, Mira semakin gelisah dan khawatir karena Naomi tidak juga pulang. Yoman juga langsung memerintah anak buahnya untuk mencari Naomi.


"Nona Naomi pergi ke club tadi malam," ucap anak buah Yoman memberitahu.


"Siapa yang dia temui di sana?" tanya Mira penasaran.


"Laki-laki bernama Frans!"


"Bawa Frans kehadapan ku!" titah Yoman lagi.

__ADS_1


Sampai detik ini, Yoman dan Mira belum tahu jika anak kesayangan mereka di culik. Sedangkan Leon, lelaki itu seperti biasa pergi bekerja dan bertemu Vanya.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Vanya heran, "apa kau ada perempuan lain?"


"Heh,...mana ada!" sanggah Leon.


"Jadi, kenapa kau tersenyum terus?"


"Sedang bahagia aja, karena sebentar lagi aku akan segera menikah!" jawab Leon malah membuat Vanya cemburu.


"Menikah dengan siapa?" tanya Vanya lagi, "Leon jawab aku!"


"Menurut mu, siapa calon istri ku sekarang? kenapa kau jadi cemburu pada diri mu sendiri?"


"Eh, maksudnya calon istri itu aku ya...?" Vanya langsung merona malu.


"Astaga dia ini, kenapa sih?"


"Ya gak kenapa-kenapa, ku pikir kau ada dekat dengan perempuan lain!"


"Lama-lama aku gemas pada mu!" ucap Leon mencubit pipi Vanya dan langsung keluar dari ruangan.


Vanya tidak jadi kesal, justru wanita ini semakin melayang dengan sikap Leon.

__ADS_1


Sementara itu, Naomi yang masih terikat lemah tak berdaya masih merasakan perih dan sakit di wajahnya terutama di bagian mulut. Bibir bawahnya sudah belah dua, sudut bibirnya sobek seperti permintaan Vanya. Leon benar-benar mengabulkan ucapan Vanya beberapa waktu lalu.


__ADS_2