OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
38.Dia Anakku


__ADS_3

Hari ke hari telah berganti, keadaan Naomi semakin memburuk. Wanita ini mengalami trauma dan depresi yang sangat mendalam.Mira dan Yoman tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah. Sudah beberapa Dokter mengatakan tidak ada harapan untuk Naomi kembali sehat seperti sedia kala.


Berbeda lagi dengan Naura, gadis yang biasanya bekerja di cafe untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari ini hanya bisa berdiri sambil menatap Lucas yang entah dari mana bisa tahu tempat kerjanya.


"Kenapa kau bekerja? apa mamah mu tidak pernah memberi mu uang?" tanya Lucas yang sebenarnya tidak terima melihat keadaan Naura.


"Aku tidak tinggal bersama mereka. Jadi, untuk apa aku meminta uang dari mereka?"


"Ikut aku!" titah Lucas.


"Tapi aku sedang bekerja!" kata Naura yang tidak enak hati pada bosnya yang berdiri di belakang.


Lucas mengangkat kepalanya, menatap pria yang berdiri di belakang Naura.


"Mulai sekarang anak ku tidak akan bekerja di tempat ini lagi," ucap Lucas yang secara sepihak memutuskan pekerjaan Naura.


Pria tersebut hanya mengangguk, Naura menoleh kebelakang lalu meminta maaf kemudian gadis ini ikut pergi bersama Lucas.


Lucas membawa Naura pergi ke sebuah restoran mewah yang sangat terkenal. Hanya dirinya dan Naura, tidak ada orang lain yang ikut makan siang bersama mereka karena Lucas ingin bertanya lebih dalam lagi pada anaknya ini.


"Uncle Lucas....!" sapa Leon hampir saja bertabrakan dengan Lucas ketika mereka sama-sama hendak masuk kedalam restoran.

__ADS_1


"Leon,...apa kabar?kemana saja kau tiba-tiba hilang kabar?" tanya Lucas yang senang bertemu Leon.


"Hai, kau Naura...!" Vanya menunjuk Naura yang berdiri di samping Lucas.


"Siapa dia?" tanya Lucas pada Leon.


"Oh, perkenalkan uncle. Vanya, calon istri ku!" kata Leon, lalu Vanya dan Lucas saling berkenalan.


"Uncle, kenapa bisa dia...!" tunjuk Leon pada Naura, "bersama dengan uncle?" tanya Leon penasaran begitu juga dengan Vanya.


"Dia anak ku!" jawab Lucas membuat Vanya dan Naura syok.


"Kak Vanya....!" lirih Naura yang sebenarnya tidak pernah memiliki masalah apa pun dengan Vanya.


"Ah Leon, kita bicara lain kali saja. Uncle akan makan siang bersama Naura. Uncle masuk duluan!" ucap Lucas kemudian mengajak Naura masuk terlebih dahulu.


Vanya dan Leon juga ikut masuk, namun mereka berada di ruangan lain.


"Leon,...bagaimana bisa Naura memiliki ayah?" Vanya bingung.


"Ya bisa saja, karena selama ini kau bilang Naura tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya. Tapi, yang membuat ku terkejut, kok bisa Naura anak dari uncle Lucas?" Leon juga tidak percaya.

__ADS_1


"Siapa uncle Lucas itu?" tanya Vanya semakin penasaran.


"Dia adalah salah seorang pemilik club malam terbanyak di kota ini. Terkenal kasar dan kejam tapi dia sangat baik. Uncle Lucas adalah teman ayah ku," Leon memberitahu Vanya.


Sementara itu, Naura yang nampak diam saja merasa canggung karena Lucas terus memandangnya.


"Kau kenal dengan dua orang tadi?" tanya Lucas memulai obrolan.


"Kak Vanya, anak kandung papi Yoman. Kalau yang laki-laki aku tidak kenal, tapi aku pernah melihat Naomi menghina dia!" jawab Naura dengan jujur.


"Anak kandung Yoman?" Lucas mengerutkan dahinya, "Apa kau bermusuhan dengannya?"


"Tidak, aku tidak memiliki masalah apa pun dengan kak Vanya. Justru mamah dan kak Naomi lah yang suka menghina dan mengusik kak Vanya dengan maminya."


"Dari mana kau tahu?"


"Jangankan kak Vanya, aku saja suka di katai anak haram sama mereka!"


Lucas mengepalkan kedua tangannya, tidak terima ketika Naura mengatakan jika dirinya anak haram.


"Maafkan Daddy, daddy benar-benar tidak tahu jika kau anak Daddy. Mamah mu tidak pernah memberitahu, di masa lalu dia lah yang sudah meninggalkan daddy lalu menikah dengan Yoman," ujar Lucas menjelaskan, berharap jika Naura mau mengerti atas ketidaktahuannya ini.

__ADS_1


__ADS_2