OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
59.Janji Apa?


__ADS_3

"Jangan lupa janji mu Bagas!" ujar Leon membuat Bagas heran.


"Janji apa ya kak?" tanya Bagas bingung.


"Kau sudah janji jika kakak mu hamil kau akan segera menikah!"


"Nah, iya. Kau sudah janji pada kakak. Cepat menikah sana!" timpal Vanya.


"Bagas,....!" Liana melirik tajam pada anaknya.


"Iya mi, Bagas akan segera melamar Dalia."


"Akhir minggu ini, sebelum melahirkan kakak ingin melihat kau dan Dalia menikah!"


"Iya...iya.....!"


"Bagas, menikah itu enak. Kau pasti akan ketagihan nanti," bisik Leon.


"Apa sih, jangan mengajari Bagas seperti itu ah!" tegur Vanya pada suaminya.


"Udah ah, sebaiknya kita pergi mencari restoran mewah untuk merayakan kehamilan Vanya. Bagas, jemput Dalia sekarang!" titah Liana.


Leon terus menggenggam tangan istrinya, ada rasa bahagia yang sangat besar di dada Leon. Lelaki ini telah berjanji pada dirinya sendiri untuk membangun keluarga sendiri, membahagiakan mereka dan menjadikan masa lalu pelajaran.

__ADS_1


Berbeda lagi dengan Naura, untuk yang pertama kalinya Lucas mengizinkan Naura untuk melihat sang mamah yang keadaannya sekarang sangat memprihatinkan di rumah sakit jiwa.


Namanya juga orangtua, sebencinya Naura pada Mira, hati gadis ini akhirnya tersentuh juga. Naura tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Mira, karena segalanya hanya untuk almarhum Naomi.


"Mah,....!" suara Naura bergetar, gadis ini hendak memeluk sang mamah namun Mira langsung mendorongnya.


"Pergi,....jangan sentuh aku. Kau anak haram, aku benci melihat mu!"


Nyess,....


Kata-kata seperti itu lagi yang di dengar Naura. Membuat Lucas yang mendengarnya ikut marah.


"Mira,....!" Geram Lucas.


"Pergi, aku tidak ingin melihat mu. Di mana Naomi ku...?"


Semakin perih hati Naura, dalam keadaan tidak waras seperti ini saja Mira masih mengingat Naomi dan membenci Naura.


Sudahlah, Lucas tidak ingin anaknya merasa tersakiti jauh lebih dalam lagi. Lucas membawa Naura pergi, gadis ini terus menangis. Kenapa ibu kandungnya sendiri sangat membenci dirinya.


"Apa dia selalu menyebut mu anak haram seperti ini?" tanya Lucas, Naura hanya mengangguk.


Lucas menarik nafas dalam, entah kesalahan siapa ini? dirinya dulu sangat mencintai Mira namun wanita itu lebih memilih Yoman dan meninggalkan dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin bertemu dia lagi. Ibu ku sudah mati,....!" ucap Naura dalam isaknya.


Lucas hanya bisa memeluk, memberi ketenangan dan semangat pada anaknya. Untung saja Lucas memiliki istri yang sangat menyayangi Naura, bahkan Lucy sendiri memperlakukan Naura seperti anak kandungnya sendiri meskipun mereka belum lama tinggal bersama.


"Kau harus membayar dengan lunas atas penderitaan anak ku sendiri,Mira...!" batin Lucas.


Di restoran, Liana sengaja memesan banyak makanan. Wanita ini sangat bahagia dan bangga pada dirinya sendiri, meskipun Liana gagal dalam urusan cinta namun dia berhasil telah mendidik kedua anaknya hingga sejauh ini.


"Dalia, sampai pesan ini pada orangtua mu, jika kami akan datang melamar akhir minggu ini," ucap Liana membuat Dalia tidak percaya.


"Tante serius?"


"Iya, kenapa? apa kau tidak mau aku lamar?" celoteh Bagas membuat Dalia kesal.


"Kak,.....!" Dalia mengadu pada Vanya.


"Sekali lagi kau menggodanya, akan ku hajar kau!" Vanya mencubit lengan adiknya.


"Sayang, kau sedang hamil. Bagaimana kau akan menghajarnya? apa ingin aku wakilkan?" tanya Leon tersenyum licik.


"Jangan, jangan kak Leon. Aku tahu siapa dia...!" gurau Bagas yang sebenarnya takut pada kakak iparnya ini.


Melihat Bagas berpindah tempat duduk di samping maminya, membuat Vanya dan Leon tertawa begitu juga dengan Dalia. Waktu siang ini mereka habiskan dengan menikmati makanan mewah di restoran sambil bercanda untuk merayakan kehamilan Vanya.

__ADS_1


__ADS_2