OB Tampan Pemikat Hati

OB Tampan Pemikat Hati
40.Menurut Mu


__ADS_3

"Lepaskan aku.....!" Mira berusaha berontak ketika Lucas yang tiba-tiba datang ke rumahnya langsung mencengkram wajahnya dengan kasar.


"Lepaskan istri ku. Bajingan....!" umpat Yoman dari atas tangga.


"Melepaskan jalan ini? berapa lama kau sudah menyembunyikan anak ku? membuat hidupnya menderita hah?" Mata Lucas memerah emosi.


"Mira sudah menyerahkan Naura pada mu. Lepaskan dia dan pergi dari rumah ku!" usir Yoman.


"Kau dan Yoman sama-sama bajingan. Pasti kalian sengaja melakukan ini semua kan?"


"Seharusnya kau berterimakasih pada ku karena aku sudah membesarkan anak mu," cibir Yoman.


"Tapi kalian memperlakukan sangat kejam. Anak ku harus tinggal di luar seorang diri, sekolah dan bekerja untuk membiayai kehidupannya. Apa itu yang kalian sebut membesarkan?"


"Aku sudah melahirkan anak mu. Jadi, kau tidak berhak menghakimi ku!" ucap Mira dengan tegasnya.


Lucas meludah, tertawa sinis pada perempuan yang pernah membohonginya ini.


"Kalian berdua akan membayar semua penderitaannya. Mira, jangan lupa jika aku memegang semua rahasia mu!" Lucas mengeluarkan kata-kata ancaman.


"Oh, atau jangan-jangan kau lah yang sudah meneror keluarga ku salam ini?" tanya Mira begitu yakin.


"Bajingan!" umpat Yoman langsung paham.


"Apa yang kalian maksud?" tanya Lucas tidak mengerti.

__ADS_1


"Pergi kau dari rumah ku!" usir Mira mendorong tubuh Lucas.


"Awas kau Mira! kau sudah membohongi ku selama ini,"


Lucas pergi, hatinya terlalu sakit atas kebohongan Yoman dan Mira. Ingin sekali Lucas membunuh dua orang itu tapi Lucas masih memikirkan perasaan Naura.


Sementara itu, belum lama Lucss pergi dari rumah Mira. Beberapa mobil polisi memasuki gerbang. Mira langsung panik sekaligus kebingungan.


"Ada apa lagi ini...?" keluhnya.


Buru-buru Mira masuk kedalam rumah,memberitahu Yoman jika di luar banyak polisi.


"Hah, jangan bercanda kau!'' Yoman mendadak panik.


"Ada apa ini pak?" tanya Yoman bingung.


"Kalian di tangkap atas laporan perencanaan pembunuhan serta penghilangan barang bukti beberapa tahun silam," ucap polisi lalu memerintahkan para anak buahnya untuk memborgol Yoman dan Mira.


"Apa ini? aku tidak tahu apa-apa!" Mira berusaha melepaskan diri.


"Lepaskan aku!" pinta Yoman, "kalian tidak memiliki bukti...!" ucapnya lagi.


"Kita bicarakan di kantor polisi...!"


Sepasang suami istri itu langsung di bawa ke kantor polisi. Sampai detik ini mereka tidak tahu siapa yang sudah melaporkan mereka berdua. Sepanjang perjalanan Mira memohon untuk di lepaskan karena wanita ini khawatir dengan keadaan Naomi di rumah.

__ADS_1


Buuukkk......


Seorang kepala polisi melemparkan banyak gambar pada Yoman dan Mira.


"Perencanaan pembunuhan pada suami pertama. Lalu merencanakan pembunuhan dengan memanipulasi kecelakaan yang menewaskan tiga orang sekali gus. Apa kalian lupa?"


"Ini bukan aku, aku tidak tahu apa-apa!" Mira mengelak.


"Lalu, ini siapa?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dengan selembar foto di tanganya.


"Hah, kenapa kau ada di sini?" tanya Yoman yang mengenali Leon.


"Apa kau lupa jika di masa lalu kau pernah menghancurkan keluarga ini?" tanya Leon lagi mengingatkan Mira pada masa lalu.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Mira panik ketakutan.


"Aku, aku adalah anak laki-laki yang ada di foto ini. Kau memang menghabisi semua keluarga ku, tapi tidak dengan aku!" Leon tertawa.


"Jangan-jangan, selama ini kau yang sudah meneror kami?" tanya Yoman tidak percaya.


"Menurut mu?" sekali lagi Leon tertawa, "kau dan perempuan ini sama liciknya!"


"Kau tidak bisa menjebak kami di sini, kau tidak memiliki bukti apa pun. Lepaskan aku!" sekali lagi Mira histeris.


Seketika itu juga Yoman langsung mengalami serangan jantung. Membuat Mira panik namun wanita ini tidak bisa berbuat banyak karena tanganya di borgol.

__ADS_1


__ADS_2