Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 17. Mulai mencintai


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Pria bertudung hitam itu tersenyum menyeringai usai bicara dengan seseorang di telepon. Kemudian ia membalikkan tubuhnya ketika ada seorang pria dibelakangnya memanggil dirinya. Hingga kini wajahnya terlihat, dia adalah seorang pria dengan satu mata yang ditutup dengan kain.


"Bos! Apa anda yakin akan menculik wanita itu?"


"Untuk balas dendam, untuk kesuksesan dan kejayaan bisnisku...aku harus melakukannya. Dua pria Stanhard itu sudah membuatku menderita, terutama bocah bau kencur itu! Cuih....aku ingin membuat dia merangkak di bawah kakiku." kata Jack, salah satu sindikat mafia dibawah sindikat Stanhard.


"Mata dibalas mata!" ujar pria itu dengan penuh emosi.


"Tapi bos apa dia bisa dia bisa di percaya? Bukankah dia anak buah kepercayaan Mr.Raiden?" tanya anak buah Jack dengan keraguannya.


"Sure. Apa kau tidak melihat bahwa dia yang selama ini membocorkan informasi pribadi tentang bocah ingusan itu? Aku yakin dia bisa di percaya dan dia berada di dekat Raiden." jelas Jack dengan senyuman iblisnya.


"Baiklah tuan." sahut anak buahnya.


Semoga kau benar tuan Jack.


****


Sudah hampir 2 hari Raiden terbaring diatas ranjang dengan selang infus terpasang di beberapa anggota tubuhnya. Tadi malam Chris dan beberapa teman dokternya melakukan operasi untuk Raiden sebab ada luka tusukan dalam mengenai hati. Beruntunglah Raiden sudah melewati masa kritisnya, namun pria itu masih belum siuman juga. Alea sangat mencemaskannya, bahkan gadis itu kehilangan semangat melihat Raiden seperti ini.


"Aku benar-benar akan pergi kalau kau tidak siuman hari ini Rai. Aku serius! Aku akan kabur dan kembali pada Justin." gumam Alea seraya menatap Raiden yang masih terbaring lemah di atas ranjangnya.


"Kau dengar aku kan Raiden? Dasar bodoh!" Alea mendecak kesal. Kemudian ia pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak pergi ke dapur untuk mengambil makanan karena ia mulai lapar.


Padahal ia bisa menyuruh pelayan untuk mendapatkannya, namun ia tidak mau membuat repot selagi ia sehat dan bisa melakukannya sendiri. Alea tak mau merepotkan.


Gadis itu meminta agar Tommy dan Yona menjaga Raiden di kamarnya. Tommy dan Yona patuh dan mereka berjaga disana selama Alea pergi.


Alea sudah berada di dapur, ia melihat Carissa juga disana bersama pelayan lain. Namun Carissa masih duduk di kursi roda, ia sedang membantu Brieta untuk membersihkan piring. Jangan kira Alea tak peduli pada Carissa, ia merasa bersalah pada gadis itu dan selalu memanjakannya. Bahkan Alea melarangnya bekerja dan istirahat saja ditempat tidur sampai kakinya pulih meski kata dokter kesembuhannya itu perlu waktu berbulan-bulan.

__ADS_1


Jika Alea merasa bersalah, tidak dengan Raiden. Pria itu sama sekali tak merasa bersalah.


"Nona, apa kau perlu sesuatu?" tanya Brieta heran karena Alea turun ke dapur sendiri. "Bukankah disana ada Yona, nona?"


"Yona memang ada disana Bu, tapi aku ingin kesini sendirian. Aku ingin mengambil Beberapa cemilan." kata Alea sopan.


"Biar saya ambilkan nona." sahut Carissa tiba-tiba.


"Biar aku ambil sendiri saja. Tapi kenapa kau ada disini? Kau seharusnya beristirahat sampai kakimu pulih." kata Alea cemas.


Carissa hanya tersenyum tipis. 'Dasar wanita jalangg, karena siapa aku jadi seperti ini?'


"Tidak apa apa nona. Bagaimana bisa saya beristirahat sedangkan maid lain bekerja? Lagipula tangan saya masih berfungsi dengan baik." ucap Carissa ramah.


"Tapi sebaiknya kau beristirahat. Bu Brieta, kumohon jangan biarkan Carissa bekerja." ucap Alea pada Brieta.


"Iya nona, saya sudah melarangnya untuk bekerja tapi dia tetap saja ingin membantu." kata Brieta sambil melirik pada Carissa.


*****


Di tempat lain mansion Raiden.


Seorang pria berambut ikal terlihat sembunyi-sembunyi saat menelepon. Dia mengatakan pada Jack bahwa rencananya untuk menculik Alea belum bisa direalisasikan sebab penjagaan masih ketat walau Raiden sedang dalam keadaan tidak baik.


"Jadi lebih baik kita jalankan rencana ini saat nona Alea dan tuan Raiden pergi keluar rumah. Itu akan lebih mudah, tuan Jack."


"Idemu bagus juga, tapi bagaimana caranya kau bisa memancing mereka berdua untuk keluar dari Mansion?" tanya Jack dari seberang sana.


"Itu urusan saya tuan, biar saya yang menyelesaikannya. Tuan silakan urus sisanya." tukas pria itu sambil tersenyum menyeringai.


"Baiklah,"

__ADS_1


"Tuan Lance dimana kau?!" seru seseorang dari luar ruangan kedap suara itu. Dimana si pengkhianat Raiden tengah bicara dengan Jack.


"Sudah dulu ya, ada orang yang mencariku." ucap pria itu lalu menutup telponnya. Dia pun keluar dari ruangan tersebut diam-diam.


*****


Malam itu, sama seperti malam-malam yang biasanya. Alea mengenai Raiden di kamar itu tapi di tiduran di sofa. Yona, Tommy dan Lance sudah melarangnya untuk tidur di sana, tapi Alea tetap keras kepala.


"Rai, sampai kapan kau akan tetap seperti ini? Kalau kau begini terus, aku akan pergi sekarang juga. Aku benar-benar akan pergi dan menikah dengan Justin, bukankah itu yang kau mau? Kalau kau tidak mau membuka matamu dalam hitungan ketiga, aku akan pergi! Aku serius Raiden," ucap Alea mengancam Raiden yang masih memejamkan matanya itu.


Alea memejamkan matanya, berharap keajaiban akan membuat Raiden siuman. Ah ini hanya harapan saja bukan? Tapi harapan yang besar.


"Aku akan mulai menghitung..."


Tanpa Alea sadari, Raiden sudah membuka matanya tapi Alea tidak melihatnya sebab ia menutup matanya. Pria itu bahkan sudah membuka selang oksigen di mulutnya.


"Saat aku membuka mataku, kau harus sudah bangun, Rai..."


"Ya Tuhan aku mohon, sadarkan Raiden." gumam Alea pelan tapi Raiden masih bisa mendengarnya.


Alea pun mulai menghitung. "Satu...dua...."


Belum sempat menghitung sampai 3, Alea tiba-tiba saja membuka matanya, saat dia merasakan pelukan hangat yang begitu posesif melingkar di tubuhnya.


"Rai..." mata gadis itu berkaca-kaca, melihat Raiden telah membuka matanya. Ada kebahagiaan di dalam matanya saat menatap Raiden.


Ada juga perasaan aneh di dalam hati Alea, hingga sampai terbesit di benaknya. Apakah perasaannya kepada Raiden bukan sebagai sahabat saja? Tapi mungkinkah dia mulai mencintai.


...*****...


Spoiler bab berikutnya...

__ADS_1


"RAIDEN! TOLONG!"


__ADS_2