Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 28. Apa itu?


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


"Aku tau itu anakku, tapi kenapa Lisa? Kenapa kau memanfaatkan kesempatan untuk bersetubuh denganku? Kau bisa saja kabur dariku malam itu, kau bisa saja pergi dan memukulku karena kau masih dalam keadaan sadar." hal ini yang membuat Justin tidak paham, bisa saja kak


"Ta-tapi malam itu kau tidak sadar Justin, kau memaksaku dan tenagaku kalah jauh darimu. Aku tidak bisa melawan." jelas Lisa terbata dengan kepala menunduk. Tiba-tiba saja Justin tertawa sinis dan membuat Lisa kembali menatapnya.


"Hah! Tenagaku kalah jauh darimu? Kau yakin itu Lisa? Walaupun aku mabuk, tapi aku masih ingat dengan jelas bahwa kau tidak menghindar sama sekali dan jelas bahwa kau menyerahkan dirimu. KENAPA LISA? KENAPA KAU TEGA PADA SAHABATMU HAH?!"


Lisa meneteskan air mata, ia tidak tahan lagi dan akhirnya ia pun menyuarakan perasaan yang selama ini terpendam pada Justin. Lisa juga tidak bisa berkelit lagi, ya malam itu dia bisa saja menghindar, tapi memang sengaja tidak dia lakukan.


"Ya, aku memang sengaja tidak menghindar! Aku sengaja! Karena aku mencintaimu Justin."


Kecewa, itulah yang dirasakan oleh Justin saat ini ketika mendengar pengakuan Lisa. Bagaimana bisa Lisa memiliki perasaan padanya? Sedangkan selama ini Justin hanya mencintai Alea. Apa benar kata orang-orang bahwa Lisa memang mendekati Alea karena ingin dekat dengannya?


"FUCKK! Sialan kau Lisa! Kau memanfaatkan kesempatan ini dariku! Aku membencimu, sungguh!" teriak Justin frustasi, ia menatap penuh kebencian pada Lisa.


Jangankan bertanggungjawab, Justin saja tidak mau mengakui bayi itu. Dia terlalu kecewa dengan Lisa yang ternyata memang memanfaatkan kesalahannya 'mabuk' pada malam itu.


Seketika raut wajah Justin berubah menjadi menyeramkan. Ia memegang kedua bahu Lisa dengan erat. "Dengarkan aku baik-baik Lisa, lusa aku akan menikah dengan Alea. Dan aku tidak mau pernikahanku dengan Alea gagal karena dirimu. Jadi kau tidak boleh mengacaukannya. Jika kau masih menganggap kami sahabat, maka biarkan kami hidup bahagia! PAHAM KAU?" hardik Justin dengan suara yang meninggi.


"Tapi Justin, aku hamil anak kita! Anakmu! Apa kau akan mengabaikannya?" Lisa tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Justin, buliran air hangat masih membasahi pipinya.


"Aku tak peduli Lisa. Janin itu ada karena kesalahanmu, keegoisanmu untuk mendapatkan diriku! Terserah mau kau gugurkan atau pertahankan yang jelas aku tidak akan menerimanya. Saranku, lebih baik kau gugurkan!" seru Justin tegas, ia tak akan menerima janin itu. Apalagi kalau sampai Alea tau, wanita incarannya dari SMA dan didapatkannya dengan sudah payah setelah Raiden pergi. Akan membatalkan pernikahan ini, Justin tidak mau kehilangan Alea.


"JUSTIN! Please!" seru Lisa berharap pikiran Justin akan berubah dan terbuka.

__ADS_1


"Jika Alea sampai tau semua ini, aku bersumpah...aku akan membencimu LISA." ancam Justin yang membuat Lisa bungkam dan hanya bisa menangis. Kemudian Justin meninggalkan Lisa sendirian di apartemennya, padahal pembicaraan itu belum menemukan titik terangnya. Tapi Justin tidak peduli, yang ia khawatirkan adalah Alea.


"SIALAN!" Justin melampiaskan kemarahannya dengan memukul tembok didepan apartemen Lisa. Tanpa ia sadari ada seseorang yang melihat itu sambil tersenyum menyeringai dan memotretnya.


'Lihat saja Alea, kau tidak akan pernah bahagia. Apa yang akan terjadi saat kau tau tunangan dan sahabat baikmu ternyata mengkhianatimu. Aku sangat menunggu hancurnya kau Alea...haha'


Wanita itu tersenyum menyeringai sambil melihat ponselnya, lalu ia pun pergi dari sana tanpa diketahui oleh Justin.


****


Mansion Raiden Milan, sore itu.


Raiden pulang ke mansion itu dalam keadaan berdarah-darah seperti biasanya, para anak buahnya juga terlihat tegang. Mereka baru saja mengadakan operasi gabungan, yaitu memberantas para cecunguk yang sengaja menghalangi jalan Raiden untuk mengedarkan barang haramnya. Terpaksa Raiden membunuhnya dan membuat bajunya kotor.


"Dia pasti akan cemas dan panik, lalu cerewet padaku, bila dia melihat bajuku penuh darah seperti ini." gumam Raiden tanpa sadar. Biasanya Alea akan mengomel ini itu padanya bila pria itu pulang dalam keadaan terluka walau sedikit. Namun ia tersadar saat melihat ke arah taman tempat Alea bersantai di mansion itu.


"Setelah aku menemukan Raymond, aku akan kembali pada kehidupan normalku. Aku harus bersabar. Dan aku yakin kau tidak akan jadi menikah dengan Justin. Dia bukan jodohmu, jodohmu itu aku." gumam Raiden sambil tersenyum menyeringai. Kemudian ia pun masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri.


Usai membersihkan diri, Raiden melihat ada panggilan masuk ke ponselnya. Biasanya akan ia abaikan, tapi kali ini tidak bisa sebab ada pesan masuk yang tidak bisa ia tolak. Nomor tersebut didepannya ada +62.


"Halo," jawab Raiden dengan suara dinginnya saat mengangkat telpon itu. Entah apa yang dikatakan orang di seberang saja, Raiden menjawab. "Ya, aku akan pulang."


****


Hari pernikahan Justin dan Alea pun tiba. Diadakan di hotel yang sama dengan dekorasi, gaun dan tamu undangan yang sama. Rupanya semua persiapan ini telah di lakukan oleh Hera, mama dari Justin yang begitu menyayangi Alea.

__ADS_1


"Cantik sekali kau nak dan sebentar lagi kau akan jadi menantuku! Aku sangat bahagia." kata Hera sambil memeluk Alea yang kini sudah mengenakan gaun pengantin.


"Terimakasih Tante, aku juga bahagia menjadi menantu Tante." sahut Alea senang, ia juga bahagia memiliki calon mertua sebaik Hera.


'Justin, aku berjanji setelah pernikahan ini...aku akan menjadi istri yang baik untukmu dan memupuk banyak rasa cinta lagi untukmu'


Hera mendelik sinis begitu melihat ada Lisa disana, ia tidak suka pada Lisa dari dulu. Padahal Lisa juga anak orang kaya seperti dirinya, tapi Hera tak suka pada Lisa sebab mamanya Lisa membuat kakak Hera meninggal dunia karena tahu bahwa ibu Lisa berselingkuh dengan suami kakaknya Hera.


"Mau apa dia kesini?" tanya Hera sinis. Dan Lisa memang tak nyaman dengan tatapan juga kata-kata wanita itu.


"Tante, Tante jangan begitu. Lisa adalah Bridesmaids ku hari ini. Lisa adalah sahabatku Tante." bela Alea sambil tersenyum.


Tak lama kemudian acara pernikahan pun akan dimulai. Alea yang sudah berdandan cantik, para tamu yang sudah menunggunya. Apalagi Justin yang sudah bersiap menjadi pendampingnya. Kini acara tersebut pun dimulai.


Leon sang Daddy, membawakan putrinya ke depan altar sana untuk diserahkan pada calon menantu idamannya yaitu Justin. Ketika semua tamu bahagia dengan apa yang akan terjadi pada hari bahagia tersebut. Lisa hanya bisa menahan tangis, ia tidak mau kehilangan Justin, tapi ia lebih tidak mau Justin membencinya.


Justin menatap Alea dengan tatapan penuh cinta, ia tak sabar ingin menjadi suami dari gadis cantik itu. Gadis yang memikat hatinya dari masa SMA.


Namun saat akan mengucapkan janji suci didepan pendeta dan para tamu undangan disana. Tiba-tiba saja layar dibelakang altar tersebut menyala dan menampilkan sesuatu yang mencengangkan. Justin seketika panik saat melihatnya. Para tamu undangan apalagi keluarga Xavier terkejut melihat itu dan perlahan raut wajah mereka jadi marah. Hera, juga tidak percaya dengan semua ini. Anaknya tidak mungkin dengan anak pelakor itu!


"Wah apa itu? Jadi pengantin pria berselingkuh dan menghamili wanita lain?" para tamu undangan mulai kasak-kusuk saat melihat video itu.


"Alea...de-dengarkan aku dulu. Aku akan menikah denganmu saat ini! Alea!" Justin gemetar, bingung karena semua rahasianya telah terungkap.


"Bukan aku yang harusnya kau nikahi, tapi dia JUSTIN!" tunjuk Alea pada seorang wanita yang memakai pakaian merah muda, duduk dibarisan para tamu undangan. Air mata Alea luruh, tak tertahankan lagi dan mengalir deras.

__ADS_1


"TIDAK ALEA!"


...****...


__ADS_2