Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 41. Percaya pada Raiden


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Berita tentang pembantaian keluarga Xavier, kini menjadi buah bibir masyarakat di seluruh kota Jakarta bahkan negara yang berada di garis khatulistiwa tersebut. Hal ini merupakan duka mendalam bagi Alea, satu-satunya anggota keluarga itu yang tersisa.


Gadis itu masih betah dengan mata terpejam diatas ranjang, begitu lemah dan pucat. Alea ditemani oleh sahabat-sahabat ibunya, Cleo dan Lusi. Bahkan Hera dan Justin juga ada disana untuk menghibur Alea, tapi gadis itu masih pingsan.


Dan Raiden kemana dia? Apa dia kembali ke Meksiko? Tidak! Dia tidak kembali kesana dan mengurungkan niatnya itu untuk saat ini. Ia tidak bisa meninggalkan wanita yang ia sayangi dalam keadaan seperti ini.


"Bagaimana ini? Sebentar lagi pemakaman akan dimulai." kata Cleo pada Lusi, Ratna dan Hera yang ada disana. Pemakaman akan segera di lakukan tapi Alea masih belum sadarkan diri. Tentu saja gadis itu syok karena semuanya terjadi begitu mendadak. Keluarganya semua telah tiada kecuali Alexander yang menghilang entah kemana dan polisi' masih mencarinya. Kasus penembakan itu disebut kasus perampokan, agar tidak menimbulkan kecurigaan publik. Tapi fakta bukan seperti itu.


"Kita tunggu sampai Alea sadar, dia harus melihat pemakaman orang tuanya...Bu Cleo." kata Lusi sambil mengusap-usap kepala Alea dengan penuh kasih sayang. Lusi merasa kasihan pada gadis itu, pasti ia sangat berduka dan akan sulit menerima kenyataan sepahit ini.


Ketika semua orang masih menunggu Alea, Raiden tengah berada di ruangan bawah tanah dengan pakaian serba hitam ala pemakaman yang dikenakannya. Ia tidak sendiri disana.

__ADS_1


"Kenapa om ingin aku merahasiakan tentang ini dari Alea? Setidaknya Alea berhak tau agar dia tidak terlalu berduka!" tanya Raiden pada pria yang ada dihadapannya saat ini.


"Aku tidak mau membahayakan putriku, Raiden. Aku akan berada dalam bahaya, mungkin setiap harinya nyawaku akan terancam setelah ini. Tapi aku tidak mau melibatkan putriku! Sudah cukup, istri dan anak bungsuku meninggal dunia. Aku tidak akan kehilangan apapun lagi..."


Pria yang bicara dengan Raiden itu adalah Leon. Pria yang semua orang pikir akan dimakamkan saat ini, tapi nyatanya dia masih hidup dan mengalami luka tembak di dada. Sayang peluru itu tidak menembus jantungnya, sehingga Leon bisa selamat. Tapi tidak dengan Aileen dan Arsen yang meninggal dunia.


Leon sangat menyesal, ia merasa tidak becus sebagai seorang pria karena sudah membuat keluarganya kehilangan nyawa. Istri dan anak tercintanya tiada, Alexander anak sulungnya juga menghilang karena diculik. Dan Raiden sangat peka, ia tau saat tadi malam melihat Leon terbaring. Pria itu hanya pura-pura mati saja.


"Lalu...apa yang akan om lakukan sekarang? Balas dendam?" tanya Raiden akhirnya dengan tangan terkepal.


Raiden tercekat mendengar ucapan Leon yang mempercayakan Alea padanya. Apa ini benar? Apa ini tidak salah?


"Om..."

__ADS_1


"Bawalah dia ke Meksiko, dia sudah tidak aman lagi berada disini. Aku percaya kau cukup kuat untuk melindungi orang yang kau cintai, kau tidak sepertiku yang gagal." lirih Leon dengan wajah berurai air mata. Ia kembali teringat kejadian semalam yang membuat hatinya tercabik-cabik untuk sekarang dan mungkin untuk selamanya. Ia adalah ayah dan suami yang gagal, sampai bisa kecolongan seperti itu.


Dan kejadian semalam adalah....


Tunggu bab selanjutnya ya!


...*****...


Spoiler...


"Nona! Kau kembali?" seru Brieta bahagia melihat sosok yang ia rindukan berada di hadapannya.


Hai Readers sambil nunggu up, yuk mampir dulu ke karya author Arandiah, seru banget loh ❤️❤️😘

__ADS_1



__ADS_2