Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 32. Justin disiksa


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Justin mulai membuka matanya lebar-lebar saat ia merasakan ada guyuran air ke wajahnya. Tercium aroma tidak sedap dari air berwarna hitam itu, bisa Justin tebak itu adalah air selokan.


"Si-siapa kalian hah? Kenapa kalian membawaku kesini?!" bentak Justin saat melihat beberapa orang pria bertopeng hitam ada didepannya. Dan tentu Justin tak bisa melihat wajah mereka. Tubuh mereka tinggi semua, bahkan ototnya juga besar. Justin memperhatikan itu, namun ia tidak bisa menebak siapa dalang dibalik semua ini. Justin juga tidak bisa lepas dari mereka karena tubuhnya terikat di sebuah tiang dengan kondisi berdiri, sungguh tidak nyaman.


Mereka tidak bicara, tapi salah seorang dari mereka mengambil baskom hitam yang entah apa isinya. Kemudian baskom itu disimpan dibawah kaki Justin. "Akhh! Apa yang kalian lakukan? Singkirkan INI?!" pekik Justin saat melihat didalam baskom itu ada ular yang meliuk-liuk dan kini membelit kakinya.


Sial! Justin phobia ular!


Tubuhnya langsung berkeringat dan gemetar saat merasakan ular itu meliuk-liuk dan bahkan saat ini membelit kakinya. Dia akan menangis kalau berhadapan dengan ular, dia paling takut dengan ular.


"To-tolong...ja-jangan lakukan i-ini...hen-hentikan...ja-jauhkan...dari-kuu..." suara Justin gemetar, wibawa dan keberaniannya tadi langsung menghilang dalam sekejap mata saat berhadapan dengan ketakutannya, ular.


Bulir air mata pun berjatuhan membasahi wajah Justin.Dan saat itulah seseorang mengambil gambar Justin yang sedang menangis, lengkap bersama dengan videonya. Tak lama kemudian, Justin pun jatuh pingsan dan sontak saja membuat semua orang disana tertawa, menganggap Justin bukan pria.


Salah satu dari mereka lalu mengirimkan video dan gambar itu pada seseorang yang mereka sebut sebagai bos.


"Bagaimana bos?"

__ADS_1


"Kurang, aku masih mau dia menangis lagi."


"Lalu? Harus kami apakan lagi?" tanya pria itu.


"Biarkan saja dia disana sampai besok. Ketika dia sudah siuman, kalian harus buat dia menangis lagi. Bermainlah yang cantik." ujar pria itu.


Setelah itu sambungan telpon pun terputus antara si pria bertopeng dan si bos. Ternyata si bos itu adalah Raiden. Pria itu memerintahkan beberapa orang pembunuh bayaran profesional kenalannya untuk memberikan pelajaran pada Justin yang sudah membuat Alea menangis dan patah hati.


"Alea, kau sudah kembali?" sambut Raiden lalu menyimpan ponselnya ke dalam saku.


"Iya, terimakasih sudah menemaniku kesini Rai. Sekarang aku bukan pengantin wanita yang kabur dari pernikahannya! Hahaha." Alea tertawa, setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian casual. Dan gaun pengantin yang dipakainya sudah ia bakar.


'Syukurlah perasaan Alea sudah menjadi lebih tenang' batin Raiden bersyukur ketika melihat gadis itu sudah tidak menangis lagi. Setelah jalan-jalan dan makan makanan yang manis tadi.


"Hah? Pulang? Kenapa pulang?" tanya Alea kecewa.


"Kenapa? Kau tidak mau pulang? Ini sudah malam Alea." ucap Raiden pada gadis itu. Rencananya ia akan mengantar Alea ke rumah dan meminta maaf pada keluarga gadis itu karena sudah membawanya makan dan jalan-jalan.


"Aku masih mau pergi, aku belum siap pulang ke rumah Rai. Tapi jika kau mau pergi, tidak apa-apa." ucap Alea pada Raiden. Tadi Raiden cerita padanya bahwa ia tidak akan lama berada di Indonesia dan Alea tak mau menghabiskan waktu Raiden bersama keluarganya.

__ADS_1


Gadis itu pun melangkah pergi meninggalkan Raiden di toko baju tersebut. Raiden menyusul Alea yang baru saja keluar dari sana. "Kau mau kemana? Ini sudah malam."


"Aku ingin mencoba tempat itu, kau tidak perlu ikut. Pulang saja!" ujar Alea seraya tersenyum tipis, membayangkan ia akan pergi ke tempat itu pertama kalinya.


"Tempat apa?" Raiden menahan tangan Alea, ia menatap Alea dengan lekat.


"Eungh--aku..."


"Alea, kau mau kemana?" sentak Raiden karena gadis itu terlihat bingung saat ditanya.


Alea pun mendekat ke arah Raiden dan membuat pria itu berdebar, daerahnya berdesir saat berdekatan dengan Alea. "Kau mau apa?"


Alea tersenyum kemudian berbisik di telinga Raiden.Tak lama kemudian Raiden langsung tercengang dengan apa yang dibisikkan oleh Alea. "APA?! Tidak! Kau tidak boleh kesana?!"


...****...


Spoiler...


"Alea menunduk!!" teriak Raiden.

__ADS_1


Dor...dor...dor...


__ADS_2