Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 39. Kejujuran Raiden


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Akhirnya kesempatan datang juga untuk Alea bertanya pada Raiden. Tentu saja ia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan membuka apa yang Raiden sembunyikan darinya.


"Rai, boleh aku mulai?" tanya Alea sambil mengatur nafasnya.


"Kau tidak usah tegang begitu."


"A-aku tidak tegang, kenapa juga aku merasa tegang?" cicit Alea dengan bibir yang mengerucut. Raiden gemas melihatnya, tapi dia menahan diri untuk menyentuh wanita yang ada disampingnya ini.


"Kalau begitu, ayo tanyakan." tukas Raiden.


"Ya, pertama aku ingin tau kenapa kau memilih menjadi mafia. Jadi, apa alasannya? Jawablah Rai!"


"Apa harus ku jawab?" pria itu malah balik bertanya ketika diberi pertanyaan oleh Alea.


"Rai, kau sudah janji akan menjawab." ujar Alea kesal.


"Alea, aku membiarkanmu tuk bertanya namun aku tidak berjanji untuk menjawab." jawab Raiden dengan wajah datarnya.


"Kau sangat menyebalkan! Kalau kau tidak mau menjawab, ya sudah. Aku pergi saja dari sini, aku tidak mau bicara denganmu lagi! Jangan anggap aku sahabat, teman, ataupun sekedar kenal dengan diriku... JANGAN! Aku tidak pernah kenal dengan pria sepertimu, paham?" sentak Alea marah dengan jawaban datar Raiden. Alea yang kesal pun segera beranjak dari duduknya, lalu ia melangkah pergi dari sana.


Raiden tidak diam saja melihat Alea marah begitu. Pria itu menahan Alea dengan memegang tangannya. "Jangan bicara begitu,"


"Lepas!" Alea menghempaskan tangan Raiden dengan kesal.


"Lea...Lea...Lea..." Raiden berdiri dan kembali memegang tangan Alea.Gadis itu tampak kesal dan kulit pipinya berubah jadi merah. Saat Alea marah, pasti Raiden akan memanggilnya dengan sebutan Lea.

__ADS_1


"Hentikan itu Raiden! Aku sedang marah!" serka Alea kesal.


Inilah yang membuat Raiden semakin gemas dengan tingkah Alea, apalagi ketika gadis itu marah. Raiden semakin ingin menggodanya. Sungguh, Raiden sangat merindukan saat saat ini. Ketika bersama dengan Alea, adik, kedua orang tua dan teman-temannya. Tapi ia sadar, mungkin ini hanya sesaat sebab Raiden akan segera kembali ke Meksiko untuk melanjutkan pencarian Raymond saudara kembar yang belum pernah dia lihat seumur hidupnya.


Ingin sekali Raiden membawa Alea pergi bersamanya, menjadikan gadis itu istrinya. Tapi sekali lagi kenyataan saat ini menyadarkannya bahwa ia tak bisa melibatkan gadis itu dalam bahaya, tidak lagi seperti yang terakhir kali. Cukup sekali, Alea berada dalam bahaya karenanya.


"Aku akan menjawab, kau jangan marah Lea." bujuk Raiden pada gadis itu.


"Huh! Dasar pembohong!" seru Alea seraya memalingkan wajahnya ke samping kiri.


"Aku serius, kali ini aku janji." tegas Raiden dengan tatapan lekat pada gadis itu.


"Hi-five!" serka Alea dengan mata memicing menatap Raiden. Gadis itu tak mau dibohongi lagi.


"Oke, hi-five." Raiden langsung paham apa yang dimaksud hi-five itu. Dia mengangkat satu tangannya dan kelima jarinya, kemudian ia pun tos dengan tangan Alea.


Namun saat Alea akan melepaskan tangannya, Raiden malah menautkan jarinya pada jari-jari tangan lentik milik Alea dan menggenggam tangannya.


Lagi-lagi Alea merasa hatinya seperti kesetrum. Darahnya berdesir hebat, apalagi setelah melihat netra berwarna abu-abu milik Raiden. Pria tampan itu menatapnya dengan dalam, begitu pula perasaannya. Namun Alea sontak memalingkan wajahnya. Sebab Alea sadar bahwa ada yang tidak beres dengan hatinya.


'Apakah perasaanmu berbeda dengan apa yang aku rasakan Alea?' Apa kau masih mencintai Justin?' batin Raiden kecewa melihat Alea memalingkan wajahnya.


"Baiklah, mari kita bicara. Tapi jangan lepaskan genggaman tangan ku."


"Ke-kenapa Rai?"


"Kalau kau melepaskannya selama aku bercerita jujur padamu. Aku akan menghentikannya." ucap Raiden tegas. Pria itu kembali menuntun Alea untuk kembali duduk dan tangan mereka masih berpegangan saling menggenggam. Rasanya hangat dan membuat hati kedua insan muda itu berdebar-debar.

__ADS_1


"Tadi kau bertanya tentang apa yang membuatku mengambil jalan ini ,kan?"


"Heem." Gadis itu menganggukkan kepalanya.


"Ini semua karena Raymond."


"Raymond? Bukankah dia adalah--" Alea terperanjat mendengar nama itu. Ia ingat benar bahwa Cleo pernah mengatakan padanya bahwa Raiden punya saudara kembar bernama Raymond.


"Benar, dia adalah saudara kembarku." sahut Raiden.


"Ta-tapi Tante Cleo pernah bilang bahwa Raymond sudah meni--nggal?" kata Alea ragu. Itulah yang ia dengar dari Cleo dan mamanya tentang Raymond.


"Tidak, dia masih hidup dan dia diculik oleh salah satu mafia." seloroh Raiden dengan helaan nafas berat.


Deg!


Alea terkejut mendengar kejujuran dari Raiden, sekaligus ia tak percaya dengan fakta ini. Tapi dari sini Alea langsung paham mengapa Raiden menjadi orang dalam dunia hitam. Ya, ini semua demi menemukan Raymond yang katanya masih hidup.


"Jadi--a-apa Tante Cleo sudah tau?"


"Dia tidak boleh tau kalau Raymond masih hidup. Aku akan menemukannya terlebih dahulu. Aku tidak mau Mama jadi cemas. Alea kau paham kan maksudku?!" serka Raiden seraya menatap tajam pada Alea.


"Aku paham,ini hanya jadi rahasia diantara kita berdua. Baiklah Rai." kata Alea janji dan Raiden percaya padanya.


"Tapi apa kau yakin bahwa adik kembarmu masih hidup? Darimana kau tau?" tanya Alea ingin mengorek informasi dan membuat beban Raiden berkurang dengan bercerita padanya.


Kemudian pria itu pun mulai menceritakan awal mula bagaimana Raiden tau bahwa Raymond masih hidup pada Alea. Semuanya secara jujur. Tangan Alea sendiri masih menggenggam tangan Raiden.

__ADS_1


...****...


__ADS_2