
"Sei molto bella, proprio come tua madre,"
Kau sangat cantik, sama seperti ibumu.
Itulah arti dari kata yang si pria bertubuh tinggi itu ucapkan pada Alea. Kata tersebut berasal dari bahasa Italia. Alea, Frans dan Raiden paham bahasa itu.
Tadinya Raiden pikir, orang itu ada hubungannya dengan William sang papa. Tapi saat orang itu mengatakan tentang ibu Alea, alias Aileen. Pikiran Raiden jadi mengarah pada musuh Leon dan Aileen saat mereka masih berada di dunia mafia. Itupun dulu dan karena keadaan yang memaksa mereka berada di dunia hitam. Leon menjadi mafia demi menemukan Aileen dan Aileen menjadi mafia untuk menjaga anak-anaknya dari Ericko saat itu.
"Lasciala ANDARE! O questo proiettile ti farà un buco in testa, figlio di puttana! (Lepaskan dia! Atau peluru ini akan melubangi kepalamu, bajingan)!" serka Raiden seraya mengeluarkan senjata apinya, ia arahkan senjata itu pada kepala si pria yang membopong Alea.
'Berani sekali pria ini melakukannya ditempat terbuka! Dia pasti memiliki koneksi dengan pihak kepolisian sehingga ia begitu berani' batin Raiden menerka bahwa tindakan penyerangan yang berani ini karena si pria punya koneksi dengan pihak berwajib. Atau mungkin atau orang besar dibaliknya.
"Appartiene al nostro capo! (Dia milik bos kami!)" ujar pria itu seraya tersenyum sinis tanpa takut.
Alea tidak diam saja, ia berusaha memberikan perlawanan agar Raiden dan Frans bisa bergerak menyelamatkan dirinya. Alea mengigit telinga si pria itu hingga dirasa telinganya hampir putus.
"Maledetta puttana! (wanita jalangg sialan!)" pekik pria itu lalu tanpa sadar melepaskan Alea. Telinga kiri si pria mengeluarkan darah yang deras karena gigitan Alea.
Dengan cepat, Frans menggapai Alea dan membawanya ke tempat aman. Sementara Raiden menghadapi pria itu.
"Chi sei(Siapa kau)?" tanya Raiden seraya menodongkan pistol pada pria itu. Namun pria itu tidak menanggapi Raiden dan memilih untuk kabur dari sana dengan anak buahnya.
Raiden membiarkan pria itu kabur, setelah ia melihat gros kalajengking merah terjatuh disana. Raiden yakin ini adalah lambang mafia nomor 1 di dalam dunia mafia, kalajengking merah yang dipimpin oleh Mr.X.
"Kenapa dia mengincar Alea? Dia pasti kenal dengan Tante Aileen." gumam Raiden sambil memegang bross kalajengking merah itu.
Kegaduhan itu pun ditangani oleh pihak keamanan club' tanpa melibatkan kepolisian karena jika melibatkan pihak berwajib, maka akan mengundang banyak pertanyaan dan akan berbuntut panjang.
Kini Alea, Raiden dan Frans berada di luar club itu. Namun ada yang aneh pada Alea, gadis itu tampak berbeda. "Hai Rai! Kau semakin tampan saja!" Alea tiba-tiba memeluk tubuh kekar Raiden dengan erat.
"Paman Frans, apa yang terjadi padanya?" tanya Raiden heran dengan tingkah Alea yang berbeda.
"Tadi nona Alea kehausan dan tak sengaja nona meminum cocktail dengan kadar alkohol yang lumayan." jelas Frans sambil menghela nafas.
"APA?!" sentak Raiden terkejut sedangkan gadis itu masih berada didalam pelukannya.
__ADS_1
"Maafkan aku Rai, ini semua adalah salahku...aku yang menyimpan cocktail itu sembarangan." kata Riki merasa bersalah. Alea jadi mabuk dan kehilangan akal sehatnya.
"Rai, tubuhmu sangat bagus...kau memiliki otot yang kuat. Tak heran dulu saat kita masih berada di sekolah menengah atas, banyak sekali wanita yang tergila-gila padamu. Apalagi sekarang kau bertambah tampan, hehe..." Alea nyengir ala Pepsodentt, menunjukkan deretan giginya yang putih. Wajahnya yang tampak merona, sangat membuat Raiden semakin terpesona dan gemas olehnya.
"Bagaimana ini tuan Raiden? Saya diperintahkan oleh tuan besar, bahwa saya harus membawa nona pulang pukul 10.30 malam, ini sudah jam 10 malam. Bagaimana bisa saya membawa nona dalam keadaan seperti ini?" Frans bingung, membawa Alea dalam keadaan seperti ini sama saja dengan kuburan untuknya. Leon dan kedua saudara laki-laki Alea tidak akan membiarkannya.
"Masih ada waktu setengah jam. Saya akan menangani Alea di rumah orang tua saya sampai Alea kembali sadar. Dan tentu saja paman Frans juga ikut." kata Raiden sambil memegangi tubuh Alea yang mulai limbung.
Tangan Alea memegang-megang pipi Raiden, lalu mencubit cubit pipi itu. "Rai, kenapa kau ada lima? Kau punya anak kembar lima? Huh?" tanya Alea konyol dan sontak membuat Raiden mengernyitkan dahi, terlihat pula senyuman tipis dibibirnya.
"Alea kau--"
Cup!
Tiba-tiba saja Alea berjinjit dan mengecup bibir Raiden sekilas. Frans juga Riki langsung ternganga Melia adegan itu. Sayangnya, Alea tidak sadar dengan tindakannya.
"A-alea..."
'Shitt! Jantungku berdebar kencang lagi. Alea stop, aku sedang berusaha untuk melupakanmu!' batin Raiden seraya memegang dadanya yang bergemuruh tak karuan.
"Astaga...kau sangat imut." gumam Raiden seraya tersenyum manis. "Baiklah, nanti kau boleh membalasku, berapa ciuman pun tak masalah." kata Raiden dengan santainya.
"Dasar mesum! Tapi kau lebih baik dari Justin, kau tidak sampai membuat wanita hamil bukan?" kata Alea meracau. Kali ini Raiden terdiam dan wajahnya kembali serius, terlebih lagi ada nama Justin disebutkan oleh gadis itu.
Beragam pertanyaan muncul di benak Raiden, tapi satu yang sangat mencuat dihatinya. Yaitu, apakah Alea benar mencintai Justin? Sampai gadis itu memikirkannya.
"Haha...kau pasti tidak begitu kan? Nyonya Brieta pernah mengatakan padaku, bahwa kau tidak pernah membawa perempuan satupun ke mansionmu kecuali aku! Kau orang yang setia Rai..."
"Dan--apa kau percaya aku setia?" tanya Raiden menatap Alea dengan dalam. Semoga jawaban yang diberikan oleh gadis itu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
"Aku percaya, karena kau adalah orang yang--" Alea tidak melanjutkan ucapannya sebab gadis itu sudah tak sadarkan diri di dalam dekapan Raiden.
"Orang yang apa Alea?" tanya Raiden dengan suara pelan dan penuh rasa penasaran.
Raiden pun menggendong Alea dan membawanya masuk ke dalam mobil. Frans juga ikut disana. Raiden membawa Alea ke rumah orang tuanya, Sam dan Cleo.
__ADS_1
****
Di Meksiko.
William terlihat berada didalam ruangan tertutup dengan cahaya temaram. Dia tengah berbicara dengan seseorang yang memakai jas putih, pria paruh baya.
"Bagaimana perkembangannya dok?"
"Tangannya sudah mulai bergerak dan itu menunjukkan respon yang bagus, saya yakin sebentar lagi tuan Raymond akan siuman." ucap Dokter itu menjelaskan.
"Sial!" umpat William. Pria itu bukannya senang, tapi malah merasa terancam. "Setelah 20 tahun koma, kenapa dia harus siuman?" gumam William kesal.
"Berikan obat yang bisa membuatnya tertidur lagi!" titah William.
"A-apa?!" dokter itu tercengang mendengar permintaan dari William. "Bukankah tuan dan tuan Raiden ingin tuan Raymond cepat sadar? Ini seharusnya berita yang membahagiakan bukan?" tanya dokter itu.
"Lakukan perintahku! Jangan banyak tanya dan jangan beritahu Raiden tentang ini. Dia tidak boleh tau kalau saudara kembarnya ada disini dan akan siuman. Selama ini Raiden, hanya tau jika saudara kembarnya diculik. Bukan ada bersamaku. Jika berita tentang Raymond bocor, kau yang akan mati ditangan ku dokter Finn!" William mengancam dokter itu dengan pistol yang diarahkan tepat di kepala sang dokter.
"Saya akan menjaga rahasia." ucap dokter Finn patuh. Mana mungkin ia menghiraukan ancaman dari mafia nomor 2 di kota itu.
William pun pergi dari sana. Selama ini William menyembunyikan keberadaan Raymond saudara kembar Raiden dan membohongi pria itu agar ia berada di sisinya sebagai pewaris kingdom of mafia miliknya kelak. Itulah salah satu alasan kenapa Raiden menjadi mafia.
Pria paruh baya itu keluar dari ruangan Raymond, ia memanggil seorang wanita seksi ke dalam ruangannya untuk menuntaskan hasratnya. Ditengah-tengah pemainan panasnya, William terpaksa menerima telepon yang sedari tadi terus berdering. "Ya, bagaimana?"
"APA? Raiden menyelamatkannya? Kau yakin?!"
"Ya, aku tidak bisa menyentuh putramu bukan?"
Prak!
William melempar ponselnya dengan kesal. Dia gagal untuk menculik Alea yang merupakan kekuatan juga kelemahan Raiden.
...****...
Nah nah...udah terjawab kan kenapa Raiden jadi mafia. 😘 gak penasaran lagi kan...jangan lupa komen yes
__ADS_1