Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 25. Pulanglah!


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Disinilah kini Alea berada, di sebuah ranjang kamar rumah sakit besar di kota Milan. Gadis itu tak sadarkan diri setelah melihat darah mengucur cukup deras di kening Raiden.


Kedua anak buah Raiden yang mengikutinya ke rumah sakit, meminta pada Raiden akan mengobati luka di keningnya. Tapi pria itu tak mengindahkan apa yang dikatakan Jerry dan Tommy, ia hanya duduk diam di ruang tunggu rumah sakit tepat di depan ruangan dimana Alea di rawat.


Tak hanya ada Raiden dan kedua anak buahnya disana, tapi ada Leon, Alex dan tunangan Alea yaitu Justin yang menunggu Alea juga disana.


"Rai, apa kau baik-baik saja?" tanya Justin pada sahabatnya itu, ia cemas melihat kening Raiden yang terluka karena menyelamatkannya dan Alea.


Raiden tidak menjawab bahkan ia tak memberikan atensi sedikitpun pada Justin yang bertanya padanya. Entah ia mendengar atau tidak, yang jelas fokusnya hanya pada ruang rawat Alea.


"Rai, lebih baik kau obati lukamu lebih dulu." kata Alex yang juga kasihan pada Raiden, darah di dahinya masih mengucur. Alex bahkan bertanya-tanya dalam hatinya apakah pria itu tidak kesakitan?


Sebenarnya ya, Raiden sakit karena luka itu. Tapi ia seakan lupa akan rasa sakitnya sebab atensi dan fokusnya tertuju pada Alea, gadis yang ada didalam sana dan tengah di tangani oleh dokter.


"Raiden, apa kau mendengarku? Aku risih melihat darahmu itu, jadi cepatlah obati!" tukas Alex pada Raiden yang masih enggan untuk mengobati lukanya ke dokter.


"Aku harus memastikan keadaan Alea lebih dulu." akhirnya Raiden memberikan jawabannya dengan nada yang dingin.


Alex menghela nafas saat mendengarnya, ia tau dari dulu kalau Raiden adalah orang dingin dan cuek. Namun ia tak menyangka bahwa Raiden hidup dalam bahaya setiap harinya, bahkan mungkin setiap detiknya. Berurusan dengan orang-orang yang berbahaya, tentunya membuat hidup Raiden tak ancam. Pertanyaan yang sama dengan Alea, Alex juga memikirkan kenapa Raiden sampai menjadi seperti ini? Apa demi kekayaan? Big no, Raiden sudah kaya walau tidak menjadi mafia. Sudah dipastikan dia lah pewaris dari hotel Samudra dan bisnis makanan milik kakeknya dari pihak ibu. Lalu kenapa Raiden banting stir menjadi mafia?


"Raiden, aku akan memaafkan semua kesalahanmu yang sudah menculik putriku. Tapi kumohon setelah ini jauhi dia, jangan pernah kau buat putriku menderita lagi." jelas Leon tegas dengan atensinya begitu tajam pada Raiden. Tangan Raiden terkepal geram dengan ucapan Leon yang menusuk hatinya itu. Menjauhi Alea? Cintanya? Apa dia bisa?


"Aku tidak ingin hal ini terjadi lagi pada Alea, kau paham bukan dengan apa yang ku maksud ini Raiden?" serka Leon menegaskan sekali lagi bahwa Raiden harus menjauh dari Alea. "Dan lagi setelah ini, Alea akan menikah dengan Justin." jelasnya lagi yang membuat atensi kedua bola mata berwarna abu-abu itu menoleh pada Leon dengan utuh dan dalam.


Sungguh, Leon mengatakan itu bukan karena ia membenci Raiden. Tapi Leon hanya menjaga Putrinya dari orang berbahaya seperti Raiden. Leon tau bagaimana dunia mafia, dia pernah berada dalam dunia itu dan mendalaminya demi menemukan Aileen yang di peralat oleh kakeknya dulu. Tapi dia sudah berhenti dari semuanya, demi hidup normal dan dia tahu bahwa hidup seorang mafia tidak akan tenang. Dan see, orang tersayang pun menjadi korbannya. Leon tak mau putrinya terluka, lebih baik dia meminta pria ifu menjauhinya.


"Baik, saya paham om." jawab Raiden dengan dada yang sesak dan nafas yang berat. Namun tangannya terkepal kuat, berusaha menyimpan sesak didalam hatinya. Raiden cerdas, Leon tau itu dan ia pasti paham kenapa Leon begini.

__ADS_1


"Bagus! Tepati janjimu itu," tukas Leon lagi.


Alexander dan Justin yang mendengar percakapan mereka hanya mampu bungkam. Tak tahu harus berkata apa.


Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan terlihat seorang dokter keluar dari sana. Dokter itu mengatakan bahwa keadaan Alea baik-baik saja, luka luarnya sudah di obati, gadis itu hanya syok saja. Dan terakhir dokter mengatakan bahwa Alea menanyakan keadaan Raiden.


Justin terkejut dan hatinya mendadak tidak nyaman ketika dokter itu mengungkapkan tentang Alea menanyakan keadaan Raiden.


'Positif saja Justin, mungkin Alea menanyakan keadaan Raiden karena tadi ia melihat Raiden sahabatnya terluka. Ingatlah bahwa apa yang kau lakukan dengan Lisa, jauh lebih buruk' ucap Justin dalam hati. Rasa bersalahnya pada Alea kian besar, manakala ia teringat Lisa.


****


Ketiga pria itu pun masuk ke dalam ruang rawat Alea. Terlihat tubuh mungil Alea yang terbaring diatas ranjangnya dengan wajah pucat. Atensi Alea langsung tertuju pada kening Raiden yang masih berdarah, bahkan darahnya sudah mengering.


"Rai, kenapa kau belum mengobati lukamu?" tanya Alea begitu melihat sosok Raiden yang tengah berjalan menghampirinya. Namun tiba-tiba saja langkah Raiden terhenti saat ia mendapatkan tatapan kode dari Leon, tatapan yang mengartikan bahwa pria itu tak boleh mendekat pada Alea.


'Kau harus sadar diri Rai, karena siapa Alea seperti ini?'


"Raiden...kenapa--" belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Leon sudah memeluk putrinya.


"Sayang, apa kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit nak?" tanya Leon penuh kasih sayang, ia mengecup kening Alea dengan lembut.


"Aku baik-baik saja pa, tapi Rai..." kata Alea terpotong lagi manakala sang kekasih dan sang kakak memeluknya secara bergantian.


'Rai kau kenapa?'


****


Keesokan harinya, setelah keadaan Alea membaik, gadis itu meminta untuk bicara berdua dengan Raiden. Ketiga pria itu, Leon, Alex dan Justin pun memberikan privasi untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Apa yang mau kau katakan?" tanya Raiden tanpa menoleh kepada gadis itu.


"Rai, sungguh? Kau ingin aku pergi?" Alea berharap Raiden menatap matanya.


"Bukankah itu yang kau inginkan selama ini. Lagipula sudah ada Justin, tunanganmu." cetus Raiden yang membuat gadis itu tidak nyaman.


"Tapi bukankah kau bilang kau mencintaiku, Rai?" entah kenapa tiba-tiba saja Alea menanyakan apa yang ada didalam hatinya. Padahal ia tak bermaksud bermaksud begitu.


'Astaga Alea! Kenapa kau mengutarakan apa yang ada didalam hatimu?'


"Hah? Mencintaimu? Tidak Alea, sejak awal perasaan ini hanya obsesi." kata Raiden seraya tersenyum sinis pada Alea. Senyum yang membuat Alea asing dengan sosok Raiden. Bukan dingin tapi sinis.


Deg!


Alea tercekat dengan ucapan Raiden.


"Rai, aku..."


"Pulanglah dengan Justin, hiduplah bahagia. Aku tidak mau melihatmu lagi." kata Raiden ketus dengan tatapan begitu retoris pada Alea. Retoris namun menyimpan banyak makna.


"RAIDEN! Kau ini kenapa?" Alea memegang tangan Raiden dan pria itu menepisnya dengan kasar, sampai Alea terjengkang jatuh ke lantai. Ia tidak memahami hati pria ini.


"Pulang dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi. Sebab aku tidak pernah mencintaimu!" seru Raiden tegas.


...****...


Hai Readers, maafkan up telat...oke deh oke...aku kasih spil bab berikutnya ya ❤️❤️


Spill...

__ADS_1


Huwek... huweekk!!


Jangan lupa besok Senin, ❤️❤️kasih vote dan gift nya ya kakak kakak


__ADS_2