Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 6. Raiden bertemu Cleo, Sam


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Ditengah-tengah kesibukan semua orang, terutama keluarga Xavier mencari Alea yang hilang, Raiden dan Alea berada didalam kamar itu dalam posisi berciuman.


Berulang kali Alea berontak, namun Raiden masih meraup bibirnya semakin dalam. Hingga suara lenguhan lolos dari bibir ranumnya itu. Berulang kali Alea mengigit bibir Raiden, namun pria itu tak melepaskan pagutannya dan malah semakin mendominasi, membuat Alea terbuai oleh ciuman yang pertama kali ia rasakan ini. Niat hati ingin pergi tapi tubuh malah menikmati dan berkata lain.


Alea benar-benar tidak mengerti dengan sikap Raiden. Pria itu kembali setelah 4 tahun dan menculiknya, lalu mengatakan cinta padanya. Bukankah mereka bersahabat? Ya, itu anggapan Alea selama ini perihal hubungan mereka. Hingga Alea semakin dekat pada Justin sepeninggal Raiden yang entah kenapa, lalu ia jatuh cinta pada pria itu dan memutuskan untuk menikah muda.


Kenapa Rai? Kenapa kau melakukan ini kepadaku?


5 menit kemudian, akhirnya Raiden melepaskan ciuman itu dengan sendirinya. Raiden memberikan ruang agar Alea bisa bernafas dan benar saja. Kini Alea tengah menghirup udara sepuasnya setelah ciuman intens yang begitu menggebu itu.


"Kau...kau sangat keterlaluan Rai....tolong bawa aku pergi! Keluargaku pasti mencemaskan ku!" serka Alea dengan mata yang masih berkaca-kaca.


"Kau tidak bisa Alea, Kau harus tetap disini, 2 jam lagi kita akan pergi." lirih Raiden seraya melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Alea.


"Aku tidak mau pergi denganmu, ini harusnya hari bahagiaku Rai! Kenapa kau tega menghancurkannya?!" hardik Alea tak terima dengan tindakan egois Raiden. "Dulu kau tidak begini Rai, kenapa kau berubah? Om Sam, Tante Cleo dan Asha...mereka selalu merindukanmu dan mempertanyakan kenapa kau pergi dengan om William." cecar Alea bingung.


"Kalau kau ingin tau jawabannya, maka tetaplah tinggal disisiku!" tukas Raiden seraya menatap Alea.


"Aku tak mau!" tolaknya tegas.


"Kalau kau tak mau, aku akan tetap membuatmu disini." kata Raiden dingin, lalu dia berjalan keluar dari kamar itu dan mengunci kamarnya dari luar.


Alea terkejut, ia pun berlari ke dekat pintu dan mencoba membuka pintu itu bahkan menggedor-gedornya. Namun pintu itu tak terbuka. "RAIDEN! KELUARKAN AKU DARI SINI! KUMOHON!"


Tommy dan beberapa anak buah Raiden yang lain ada disana, mereka mendengar suara teriakan Alea dari dalam sana.


"Bawakan makanan, minuman dan pakaian ganti untuknya. Kau harus bisa membujuknya makan," ujar Raiden pada seorang wanita satu-satunya yang ada disana. Wanita paruh baya dengan rambut di cepol.


"Baik tuan!" sahut wanita paruh baya itu patuh


"Dan kalian, terutama kau Tommy! Jangan sampai kalian lalai dalam bertugas!" ujar Raiden dengan mata tajamnya.

__ADS_1


Sementara Tommy dan anak buah Raiden lainnya, berada di mansion mewah yang entah dimana. Raiden pergi sendirian ke mansion Xavier. Itu artinya Alea masih berada di Jakarta, Indonesia.


Sesampainya di mansion Xavier, Raiden mendapatkan sambutan pelukan hangat dari seorang wanita yang masih terlihat cantik, walau usianya yang tidak muda lagi.


"Nak...apa ini benar-benar dirimu? Kau Rai-ku, Raiden ku! Hiks...hiks..." wanita itu adalah Cleo, ibu dari Raiden yang sudah 4 tahun tak bertemu ataupun tau kabar anaknya.


Wajah Raiden yang tadinya datar, kini menunjukkan sedikit perubahan. Raiden membalas pelukan mamanya.


Terlihat Cleo sangat merindukan putranya ini, bahkan Sam ayah tirinya ada disana. Ia memeluk Raiden juga dengan rindu. "Kau kemana saja jagoan? Sudah lama kau pergi dan tidak mengabari kami?! Apa salah mama dan papa sehingga kau begini pada kami?" cecar Sam dengan berbagai macam pertanyaan yang selama ini ia pendam untuk Raiden.


Meski Raiden bukan putra kandungnya, tapi Sam sangat menyayangi anak itu sama seperti Asha, putrinya dan Cleo.


"Bagaimana kabar papa, mama dan Asha?" akhir terlontar juga pertanyaan dari bibir Raiden pada kedua orang tuanya.


Sebenarnya Raiden punya alasan kenapa ia meninggalkan keluarga hangat yang sangat ia sayangi dan memilih William. Ayah kandung yang pernah menyiksa mamanya. Hanya saja Raiden tidak bisa mengungkapkannya sampai MISI itu selesai. Entah misi apa yang dimaksud. Misi ini bisa membahayakan orang-orang terdekatnya bila Raiden tetap disini.


Dia menanyakan kabar Sam, Cleo dan Asha. Ia juga berharap mereka akan selalu sehat dan dalam keadaan baik. Setelah itu Raiden pun pergi pamit untuk segera kembali ke Meksiko.


"Kak, apa kau akan pergi? Kau akan pergi meninggalkan aku kak?" tanya Asha sambil memeluk kakaknya dengan mata berkaca-kaca.


"Cepat kembali kak!"


"Ya."


Saat Raiden akan pergi meninggalkan Mansion itu, ia berpapasan dengan Leon, Alex dan Justin yang baru saja mencari Alea. Hari itu sudah pukul 11 malam.


Leon, Alex dan Justin terlihat lelah. Mereka cemas karena Alea belum juga ditemukan. Pelakunya cerdas dan sulit di ketahui siapa orangnya.


Mereka bertiga lalu bertanya pada Raiden, mau kemana pria itu. Dan Raiden menjawab bahwa dia akan kembali ke Meksiko malam ini juga. Salah, sebenarnya dia akan pergi ke Milan dan membawa Alea kesana.


"Kau mau pergi lagi Rai?"


"Iya, tapi kau jangan cemas. Aku akan tetap membantumu mencari Alea. Aku yakin dia baik-baik saja," ujar Raiden seraya memeluk bahu Justin dan menghiburnya.

__ADS_1


Maafkan aku Justin, tapi Alea adalah milikku. Aku harap kau melupakannya.


"Iya Rai..." lirih Justin dengan wajah pucatnya. Justin patah hati, di hari seharusnya ia bahagia bersama dengan Alea dan harusnya malam ini adalah malam pertama mereka. Justin malah harus menghadapi kepahitan sebab Alea diculik oleh orang tak dikenal.


"Terimakasih atas bantuanmu Rai, semoga kau selamat sampai tujuan!" serka Leon pada Raiden tanpa ada rasa curiga sama sekali.


"Ya om, om tenang saja...Alea pasti baik-baik saja." ucap Raiden santai.


Om tenang saja, setelah Alea jatuh cinta padaku, melupakan Justin dan menikah denganku, aku akan kembali membawa Alea pada kalian semua.


Raiden pun pergi dari sana dengan mengendarai mobilnya. Raiden kembali ke tempat dia menyembunyikan Alea.


Terlihat Alea mengamuk sambil melempar barang-barang di kamar. Makanan yang disediakan juga berserakan di lantai.


"RAIDEN!" tukas gadis itu seraya menatap Raiden dengan nyalang.


"Tenanglah, kita akan Milan sekarang."


"TIDAK!"


BUGH!


Raiden terpaksa membuat Alea pingsan dengan memukul bagian belakang lehernya agar gadis itu tak memberikan perlawanan saat ia di bawa ke Milan.


"Kita pergi!" ujar Raiden pada Tommy dan anak buahnya.


Raiden, Alea, Tommy dan anak buah Raiden yang lain pun pergi ke Milan dengan mengendarai Jet pribadi dan itu adalah keputusan final Raiden. Sebab jika mereka pergi dengan pesawat umum, bisa-bisa semua orang tau bahwa Alea diculik olehnya.


...*****...


Spoiler...


"Kau milikku Alea, tidak akan kubiarkan kau menikah dengan orang lain. Tidak Alea!" Raiden mencekal tangan Alea, atensi tajamnya tak pernah terlepas dari wanita yang sudah bersemayam di dalam hatinya sejak ia berada di sekolah dasar itu.

__ADS_1


"LEPASKAN aku Rai, ini bukan cinta...ini obsesimu." sentak Alea dengan bulir air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


__ADS_2