Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 22. Ide licik Alea


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Raiden melupakan sejenak kekesalannya pada Lance yang masuk sembarangan ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kini fokusnya teralihkan pada perkataan Lance tentang 'Mereka' yang menerobos masuk ke dalam mansionnya dan mereka dari Jakarta.


"Kau bilang apa? Mereka dari Indonesia, Jakarta?" sentak Raiden bertanya sekali lagi, seakan tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh orang kepercayaannya itu.


"Benar tuan, mereka bilang mereka dari Jakarta." jawab Lance serius.


Tanpa banyak bicara dan hanya bisa menerka-nerka di dalam pikirannya sendiri, Raiden berjalan keluar dari kamarnya dan dia menuju ke lantai bawah. Beberapa saat kemudian netranya terpaku pada tiga sosok yang dikenalnya tengah berada di lantai bawah dan menatap dirinya dengan tajam.


"RAIDEN!" teriak Leon penuh kemarahan saat dia melihat sosok Raiden yang tengah berjalan menuruni anak tangga.


Benar, dia adalah Leonardo Xavier, ayah dari Alea yaitu wanita yang dia cintai. Tidak hanya ada Leon saja disana, tapi juga ada Alex dan Justin. Tatapan mereka begitu tajam dan penuh pertanyaan kepada Raiden. Ya, mereka memang butuh penjelasan.


"Selamat malam om Leon, Alex, Jus--"


BUGH!


Raiden belum sempat menyelesaikan kalimatnya, manakala sebuah bogement mendarat tepat di wajahnya dari Leon. Hingga membuat pria itu terjengkang dengan posisi terduduk di lantai.


"Dimana Alea? DIMANA PUTRIKU, BAJINGAN!" teriak Leon emosi.


Si pelaku yang dianggap sebagai penculik itu, kembali berdiri dan mengusap sedikit darah yang ada di sudut bibirnya. Wajahnya terlihat sangat tenang seolah tidak memiliki dosa.


"Rai, Aku benar-benar tidak percaya bahwa kau yang telah menyembunyikan Alea selama ini! Padahal kau sebelumnya membantu kami untuk mencari Alea, tapi kaulah yang menyembunyikan Alea?" Alex begitu kecewa dengan Raiden dan fakta bahwa sahabatnya itulah yang telah menyembunyikan Alea selama ini.


Jangan lupakan, bahwa Raiden juga yang membuat pernikahan Alea dan Justin batal. Ketiga pria itu sangat marah dan kecewa, terutama Leon. Pasalnya, Leon sangat mempercayai Raiden. Dia juga sebenarnya tidak menyangka bahwa Raiden pelakunya. Tapi bukti-bukti yang ditunjukkan oleh orang kepercayaannya di dunia hitam, membuktikan fakta bahwa Raiden adalah pelakunya.


Mereka juga sebelumnya tidak percaya fakta bahwa Raiden menjalankan bisnis ilegal. Namanya bahkan ada di dalam mafia yang sukses dan terkaya nomor dua di dunia bisnis hitam itu.

__ADS_1


"BRENGSEK KAU! SELAMA INI KAMI KESULITAN MENCARI ALEA, DAN KAU? KAU BERPURA-PURA SEBAGAI ORANG YANG TAK BERSALAH, HAH?!" kali ini Justin yang emosi, ia memukul Raiden berkali-kali, hingga wajah pria itu lebam.


Raiden tiba-tiba saja tersenyum sinis pada Justin. "Apakah benar kau mencari Alea? Bukankah kau bersenang-senang dengan seorang WANITA? Apa kau sesuci itu hingga kau bisa memakiku?"


Perkataan Raiden benar-benar menusuk ke dalam benak Justin. Perlahan ingatan tentang malam panasnya bersama Lisa terlintas lagi. Di malam itu ia telah mengkhianati Alea.


Justin bungkam, wajahnya bahkan berubah menjadi pucat. Leon dan Alex juga menyadari itu, ada yang aneh pada Justin. Namun mereka sadar saat ini keadaan Alea lebih penting.


"DIMANA ALEA?!" teriak Alex sambil menarik kerah baju Raiden dengan kasar.


"Alea, dia berada di tempat lain. Maaf, tapi aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan pada kalian. Aku harus menyelamatkan Alea!" seru Raiden seraya menepis tangan Alex. Ya, saat ini mungkin Alea sedang menunggu untuk diselamatkan olehnya dan waktu pun tidak banyak.


Menyadari ada hal serius yang berkaitan dengan Alea, Leon, Alex dan Justin akhirnya memfokuskan dulu pada Alea dan menahan kemarahan juga beragam pertanyaan pada Raiden.


"Katakan apa yang terjadi pada Alea? Jelaskan secara singkat!" Leon menatap tajam pada Raiden, damage Leon tetap terlihat meski usianya sudah bisa terbilang tua. Pria itu masih gagah perkasa dan tampan.


*****


Ketika Raiden, tunangan, ayah dan juga saudara kembarnya tengah dalam perjalanan menyelamatkan wanita itu. Alea malah terlihat santai bermain kartu dengan Rizz dan ketiga anak buah Jack yang lain didalam gudang penyekapan.Bahkan kini tubuhnya tidak terikat dan duduk bebas didekat ke 4 pria itu tanpa takut.


"Yeah! Aku menang lagi, haha.. Kalian ini sebenarnya anak buah mafia jenis apa hah?" ledek Alea pada keempat anak buah Jack sambil mengambil beberapa uang koin disana.


"Bagaimana bisa kau begitu cerdas bermain kartu? Kau kan wanita!" cetus seorang anak buah Jack meremehkan Alea berdasarkan gendernya.


"Hey! Pintar atau bodoh, apakah itu ditentukan oleh gender?" Alea mendesis dengan bibir yang mengerucut.


"Apa kau dewi judi di film God of the gambler? Hebat juga kau mainnya." kata seorang pria botak sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia tak percaya bahwa Alea sangat pintar bermain kartu.


"Hahaha kau bisa saja tuan, ya ya... anggaplah aku begitu. Jika aku berada di meja judi sungguhan, aku pasti menang bukan?" kata Alea percaya diri sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.

__ADS_1


'Bagus! Aku pikir anak buahnya ini tidak terlalu cerdas. Aku harus mengecoh mereka, agar aku bisa kabur'


"Ya, kau cukup hebat sebab kau bisa mengalahkan tuan Rizz." kata seorang pria bule dengan rambut gondrong seperti Keanu Reeves. Diantara mereka semua Rizz yang paling jago bermain kartu dan dia kalah oleh Alea.


"Dia hanya beruntung saja." ucap Rizz ketus, merasa harga dirinya diinjak-injak karena kalah dari Alea.


"Aku beruntung saja? Baiklah, mari kita bermain sekali lagi! Kita lihat apakah aku beruntung atau memang aku cerdas." tantang Alea pada keempat anak buah Jack itu.


Rizz dan tiga temannya saling melirik satu sama lain dengan bingung. Haruskah mereka mengikuti tantangan Alea atau tidak. Alea memperhatikan keempat pria itu, ia pikir harus memancing mereka lagi.


"Oh...jadi kalian takut? Ya sudah kalau kalian takut, aku juga tidak akan memaksa." seloroh gadis itu dengan tatapan meremehkan.


"HEY! Siapa yang bilang kami takut? Gara, cepat kocok kartunya!" ujar Rizz kesal dengan Alea.


"Baik bos Rizz." sahut si pria gondrong yang namanya Gara itu.


Alea pun kembali menantang Rizz dan ketiga anak buahnya, kali ini yang kalah harus meneguk alkohol dengan kadar tinggi agar permainan lebih seru. Awalnya mereka semua menolak, namun provokasi dari gadis itu berhasil membuat mereka setuju.


Tak berselang lama kemudian, ide licik Alea akhirnya berjalan lancar. Keempat pria itu sudah mulai tak sadarkan diri karena alkohol. "Dasar anak buah mafia karatan! Mafia bodoh!" cetus Alea lalu ia pun mengambil kunci yang ada pada celana Rizz, tak lupa ia mengambil pistolnya juga. Sebagai bentuk penjagaan dirinya.


Dengan langkah perlahan sambil memperhatikan situasi di sekitarnya. Alea pergi meninggalkan ruangan tersebut, namun tiba-tiba saja seseorang menjambak rambutnya, hingga gadis itu terjengkang ke belakang.


"AKHHH!! Lepas!!"


Alea terkejut begitu dia melihat siapa orang yang sudah menarik rambutnya dengan kasar itu. Orang itu menatapnya dengan tatapan membunuh, dengan satu mata yang tertutup.


PLAKK!!


...*****...

__ADS_1


__ADS_2