
...🍀🍀🍀...
William begitu marah saat menerima telpon dari salah satu anak buah Mr.X yang menjalin kerjasama dengannya untuk menculik Alea. Jangan dikira William diam saja, ketika anaknya dekat dengan gadis itu. Wiliam menempatkan mata-mata di mansion Raiden di Meksiko. Hingga William bisa mengetahui setiap pergerakan putranya dari mata-mata yang ditempatkannya disana. Termasuk tentang Alea, ia jadi tau tentang gadis yang sudah membuat putranya sangat tergila-gila sampai menculik dan mengurung Alea di mansionnya.
Bagi seorang mafia yang hidup di dunia hitam dan kelam, cinta dan keluarga adalah kelemahan dan juga kekuatan bagi mereka. Dan William yakin, bahwa Alea adalah salah satu kelemahan dan kekuatan Raiden yang terbesar. Jika suatu saat nanti Raiden mengetahui tentang masalah saudara kembarnya yaitu Raymond, pasti Raiden akan berhenti menjadi mafia. Tidak! William tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, sebab ia tidak mempunyai pewaris dari kingdom mafianya ini selain Raiden.
Sedangkan Raymond? Kenapa dia tidak bisa menjadi pewaris? Sejak kecil Raymond memiliki penyakit jantung bawaan dan fisiknya tidak memungkinkan untuk dia menjadi seorang pemimpin. Berbeda dengan Raiden yang kuat dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Awalnya William kesulitan membujuk Raiden untuk ikut dengannya dalam dunia hitam. Pria itu menolak mati-matian. Sampai akhirnya William memelas, menceritakan tentang saudara kembar Raiden yang di culik pada usia 2 tahun oleh salah satu mafia. Dan memang benar, Raymond diculik saat usianya 2 tahun. Setelah Raiden mengkonfirmasikan semua pada Cleo, pria itu akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak William dan tujuannya hanya satu. Mencari keberadaan Raymond dan dia tidak tahu bahwa William sendirilah yang menculik anaknya dengan tujuan awal yang baik. Yaitu menyembuhkan Raymond.
Tentang Raymond.
Ya, anak itu memang di urus oleh William selama ini. Dia sempat sadar walau sakit-sakitan, hingga saat usianya 15 tahun. Raymond mengalami koma dan kondisinya drop. William pun menyusun rencana untuk membuat Raiden saja yang menjadi penerusnya dan inilah cara itu.
"Pergi kau dari sini bitchhh!" ujar William pada seorang wanita seksi dengan tubuh telanjangnya tengah memberikan servis pada milik William.
"Tapi anda belum keluar tuan." ucap wanita itu heran.
"KELUAR SEKARANG JUGA, ATAU KU PATAHKAN LEHERMU!" teriak William dengan rahang yang mengeras.
Wanita itu pun ketakutan, ia pun memakai pakaiannya kembali. Kemudian pergi dari ruangan tersebut. William segera mengambil rokok dan menghisapnya.
"Raiden tidak bodoh, dia cerdas, dia licik mewarisi genku. Cepat atau lambat dia akan tau bahwa aku adalah dalang dibalik semua ini. Dan sebelum saat itu tiba, aku harus mendapatkan kelemahannya..ya Alea Xavier dia adalah kelemahannya. Aku harus bisa membawanya!" William mendengus kesal, rencananya membawa Alea gagal.
Sengaja, William meminta bantuan kepada anak buah Mr.X agar ia tak dicurigai oleh Raiden.
****
Rumah Cleo dan Sam.
Raiden menggendong Alea yang tertidur itu di punggungnya. Ia membaringkan Alea di kamar tamu rumah itu. Tadinya Raiden dan Frans akan membawa Alea pulang setelah Alea sadar dari mabuknya, tapi Alea malah tidur. Raiden pun tak tega dan akhirnya membiarkan Alea tidur di rumah orang tuanya.
Cleo dan Sam senang karena Raiden pulang ke rumah, tapi mereka tampak tak senang karena Raiden membawa Alea kesana. Setelah insiden penculikan itu, hubungan Cleo dan sahabatnya Aileen agak merenggang.
__ADS_1
Terlihat Raiden menyelimuti tubuh Alea dan menatap gadis itu dengan teduh. Alea sendiri sudah ke alam mimpi, hingga tak menyadari Raiden menatapnya begitu.
Dari kejauhan Cleo dan Sam dapat melihat tatapan Raiden pada Alea. Mereka dapat melihat cinta dan sayang disana. Raiden mencintai Alea.
'Tidurlah Lea' batin Raiden, lalu ia mengecup kening Alea dengan lembut.
"Rai, kami bisa bicara denganmu sebentar nak?" tanya Cleo pada Raiden. Pria berusia 23 tahun itu kontan menoleh ke arah Cleo yang berada tepat diambang pintu.
"Ya, tapi sebelum itu...tolong telpon Tante Aileen, beritahukan padanya kalau Alea menginap disini bersama Asha."
"Baiklah." ucap Cleo was-was. Ia agak ragu menelpon Aileen sebab khawatir Aileen masih marah padanya karena insiden penculikan Raiden tempo hari. Tapi semoga saja tidak.
****
Cleo langsung menelpon Aileen dan memberitahukan pada sahabatnya itu bahwa Alea akan bermalam di rumahnya.
"Aileen maafkan aku, sebenarnya aku tak tega membangunkannya. Apalagi tadi Alea asyik curhat pada Asha." Cleo terpaksa berbohong dengan tak enak hati.
"Tidak apa-apa Cle, kau tenang saja. Aku tidak marah padamu. Yang lalu biarlah berlalu, lagipula Raiden tidak melukai Alea. Dan aku sebenarnya agak bersyukur saat itu Raiden menculik Alea. Putriku jadi terhindar dari pria seperti itu," ucap Aileen.
"Tidak apa-apa Cle. Kalau begitu aku titip Alea ya, besok aku akan menjemputnya." kata Aileen berpesan. Gadis itu masih ramah pada sahabatnya. Hanya saja Leon dan kedua anaknya yang masih kesal dengan keluarga Raiden.
"Kau tenang saja, Alea aman disini." ucap Cleo seraya menenangkan Aileen.
"Terimakasih Cle, aku percaya padamu. Kalau begitu, aku tutup teleponnya ya. Sampai bertemu besok."
"Ya, Ai."
Sambungan telepon itu pun diputuskan oleh keduanya bersamaan. Terlihat wajah Cleo begitu lega saat bicara dengan Aileen, syukurlah sahabatnya itu sudah tidak marah lagi padanya.
Kini Cleo berjalan menghampiri Sam dan Raiden yang duduk di ruang tamu rumah mewah itu. Cleo dan Sam siap bertanya dan mendengar jawaban dari Raiden. Mengapa Raiden memutuskan kontak dengan keluarganya di Indonesia dan berada di dunia hitam.
"Rai, papa dan mama siapa mendengarkan penjelasanmu nak. Jelaskan pada kami kenapa kau mengambil jalan ini?" tanya Sam tegas, seraya menatap putranya yang terlihat asing. Aura Raiden dulu memang dingin, tapi sekarang menyembunyikan rahasia besar di dalam dirinya. Sam bisa merasakan itu.
__ADS_1
"Aku melakukan ini hanya karena aku ingin." jawab Raiden setenang mungkin. Mana mungkin ia menjelaskan masalah Raymond pada Sam dan Cleo. Belum saatnya ia bercerita tentang itu.
"Raiden tolong jujurlah pada kami!" seru Cleo seraya menatap sendu putranya itu.
"Aku sudah jujur, ma."sahut Raiden santai.
'Mama akan syok bila aku berkata yang sebenarnya. Maaf ma, aku tidak bisa bicara'
"Kau kira kau bisa membohongi Mama? Mama bisa tau kau berbohong hanya dengan melihat matamu Rai. Mama tau ini bukan keinginanmu Rai, cepat katakan pada Mama...apa papamu memaksamu menjadi seperti dirinya? Apa dia--"
"Tidak Ma! Ini keinginanku, sungguh." sanggah Raiden cepat.
"Rai..." lirih Sam pada putranya itu. Meski tidak ada ikatan darah tapi Sam sangat menyayangi Raiden.
"Mari kita bicara lagi besok pagi, pa, ma. Aku akan tinggal disini selama 3 hari." putus Raiden sembari berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan pergi meninggalkan kedua orang tuanya disana.
Cleo menangis melihat perubahan pada putranya itu. Dulu ia sedih kehilangan Raymond, bahkan kabarnya anak itu sudah tiada. Sekarang Raiden pun terasa asing baginya.
"Sam...Raiden, dia terasa sangat asing bagiku. Aku merasa jauh darinya, sungguh...aku tak mau kehilangannya." ucap Cleo sambil menahan tangisnya.
"Kita tidak akan kehilangan Raiden. Sayang, kita coba bicara pada Alea...aku pikir Alea bisa membujuknya. Dia kan sangat dekat dengan Raiden." saran Sam seraya mengusap air mata istrinya dengan lembut.
"Sepertinya kau benar sayang, besok aku akan bicara pada Alea. Pasti Alea bisa membujuknya kan?" kata Cleo sambil memeluk suaminya. Semoga saja Alea bisa membujuk Raiden untuk kembali ke jalan yang benar.
****
Keesokan harinya, pagi itu Alea terbangun dengan kondisi kepala yang pengar. Ia melihat ruangan yang asing ditempatinya saat ini. "Ini bukan kamarku." gumam Alea bingung. "Aduh kepalaku...arggh..."
"Kak Alea, apa kakak sudah bangun?"terdengar suara tidak asing dari balik pintu kamar itu.
"Asha?"
...****...
__ADS_1
Spoiler...
"Selamanya kau dan aku tidak akan pernah menjadi KITA."