Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 36. Insiden kamar mandi


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Asha, gadis remaja itu masuk ke dalam kamar begitu Alea mempersilahkannya untuk masuk. Alea sama sekali tak ingat kenapa dia bisa berada disini, yang ada kepalanya malah pusing.


"Kak, ini aku bawakan kakak sup ayam anti pengar." ucap Asha ramah sambil meletakkan semangkuk sup ke atas nakas.


"Pengar? Siapa yang pengar?" tanya Alea polos.


"Kakak lah! Memang siapa lagi? Bukankah itu sebabnya mama membuatkan sup ini untuk kakak." jelas Asha ramah. Gadis itu emang selalu bersikap ramah pada Alea, ia bahkan sudah mempunyai mimpi tentang Alea yang akan jadi kakak iparnya kelak.


"Aku pengar? Memangnya apa yang terjadi padaku semalam ya?" gumam Alea pelan, ia tidak ingat kejadian semalam. "Ah! Asha! Apa kau tau apa yang terjadi padaku semalam?" tanya Alea penasaran.


"Maaf kak, aku tidak tahu. Tapi kata mama, kakak dibawa kak Raiden tadi malam dan saat itu aku sudah tidur." ucap Asha menjelaskan apa yang ia tau.


"Oh begitu ya." Alea mengangguk-anggukan kepalanya. Masih bingung dengan kejadian semalam. Ia hanya ingat saat bagian penyerangan di club, setelahnya ia tak ingat lagi.

__ADS_1


"Oh ya kak, kata mama silahkan dimakan supnya. Setelah itu Kakak pergilah mandi, aku sudah siapkan baju untuk Kakak. Oh ya, kak! Aku akan pergi keluar dulu." Asha tersenyum ceria setelah banyak bicara pada Alea. Kemudian gadis itu pun pergi dari kamar tersebut meninggalkan Alea seorang diri.


Alea lalu memakan sup itu sampai habis dan terakhir ia minum air putih didalam gelas untuk memuaskan dahaganya. Dan benar saja pengarnya berkurang, atau malah hilang. Alea pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Saat berada di guyuran air shower dan memejamkan matanya, tiba-tiba saja terlintas di kepalanya ingatan tentang semalam. Adegan ciumannya dan Raiden dikala ia mabuk.


"Kau sudah mencuri ciuman pertamaku, jadi--barusan aku mengembalikan ciuman pertamaku itu. Kau menciumku berkali-kali dan yang barusan belum seberapa." tunjuk Alea pada wajah Raiden.


"Astaga...kau sangat imut." gumam Raiden seraya tersenyum manis. "Baiklah, nanti kau boleh membalasku, berapa ciuman pun tak masalah." kata Raiden dengan santainya.


"Dasar mesum! Tapi kau lebih baik dari Justin, kau tidak sampai membuat wanita hamil bukan?" kata Alea meracau. Kali ini Raiden terdiam dan wajahnya kembali serius, terlebih lagi ada nama Justin disebutkan oleh gadis itu.


"KYAAKK!!!"


Tepar didepan kamar itu, Raiden tengah lewat disana. Raiden mendengar teriakan Alea, wajahnya berubah panik. Tanpa aba-aba, Raiden masuk ke dalam kamar dengan wajah siap siaga bak pasukan 86.

__ADS_1


"ALEA!"


Raiden takut ada orang yang menyakiti Alea lagi, meski tidak mungkin juga sebab rumah itu dijaga ketat oleh orang-orang Raiden secara sembunyi-sembunyi.


Brak!!


Tanpa persiapan apapun, Raiden mendobrak pintu kamar mandi. Mata Raiden terbelalak manakala ia melihat pemandangan didepannya.


"Ahhh!! Raiden apa yang kau lakukan?!" teriak Alea terkejut dengan kehadiran Raiden disana.


Pria itu menelan salivanya saat melihat tubuh Alea. "Ma-maaf a-aku tidak tahu kau--"


"Tutup MATAMU BODOH! KENAPA KAU MALAH MELOTOT, HAH?!" teriak Alea marah, malu, kini tubuh polosnya dilihat oleh Raiden. Pria itu adalah pria pertama yang melihat tubuh polosnya. Sontak Raiden membalikkan tubuhnya.


'Sial! Ini sangat memalukan!' rutuk Alea dalam hatinya.

__ADS_1


'Shitt! Alea sangat cantik dan seksi' batin Raiden traveling kemana-mana. Setelah melihat Alea seperti itu.


...****...


__ADS_2