Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 19. Raiden murka


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Alea yang belum kunjung kembali, membuat Jerry mulai gelisah. Ia baru sadar bahwa dirinya akan berada dalam masalah kalau sampai terjadi sesuatu pada Alea. Tidak seharusnya Jerry cuek pada Alea walaupun ia tak menyukai gadis itu.


"Dimana dia? Di toilet juga tidak ada, katanya dia mau ke toilet." Jerry bingung dan gelisah, ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Alea dan Raiden murka.


"Palingan dia sedang berbelanja kan?" pikir Jerry mencoba positif.


Setelah mencari di toilet wanita dan yakin bahwa Alea tak ada disana. Kini Jerry mencari Alea ke toko-toko yang berjejer disana, tapi hasilnya nihil.


Dan ya, ini saatnya bagi Jerry untuk panik. Akhir ia pun memutuskan untuk pergi ke ruang CCTV untuk mengecek keberadaan Alea sebelum Raiden tau bahwa wanitanya telah menghilang.


Namun naas, saat dalam perjalanan menuju ke ruang CCTV. Jerry berpapasan dengan Raiden yang baru saja kembali dari pembicaraannya bersama salah satu klien bisnis ilegalnya.


"Jerry? Kenapa kau ada disini sendirian? Mana Alea? Apa kau membiarkannya sendirian?" cecar Raiden pada salah satu anak buah kepercayaannya itu.


"Tu-tuan..."


'Sial, ini benar-benar gawat. Bisa mati aku!'


Melihat Jerry yang gelisah, membuat Raiden beratensi tajam kepadanya. Tatapannya begitu menusuk dan Jerry ketakutan olehnya.


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku Jerry? Mana Alea?" tanya Raiden lagi yang membuat Jerry tak berkutik dan tak bisa menahan gelisahnya.


"Tuan... sebenarnya nona, dia tadi pergi ke toilet wanita. Ta-tapi saat saya mencarinya, dia tidak ada disana." jelas Jerry gugup.


"Apa maksudmu? Dia ke toilet wanita dan kau mencarinya? Jerry, apa kau tidak mengikutinya?" cecar Raiden lagi dengan mata melebar, menatap ajudannya itu.


"JAWAB JERRY!" sentak Raiden karena Jerry masih tidak membuka mulutnya.


"Maafkan saya tuan--nona Alea...dia dia menghilang!" jawab Jerry akhirnya.


Raiden menarik baju Jerry, hingga tubuh pria jangkung itu terangkat ke atas karena amarahnya. "Aku tau kau tidak suka pada Alea, tapi bukan berarti kau bisa bercanda padaku tentangnya!" serka Raiden dengan raut wajah murka.


"Tuan...maafkan saya...saya..."


Raiden marah, benar-benar marah. Namun dia tidak bisa menghabiskan waktunya untuk menyalahkan Jerry. Saat ini keselamatan Alea adalah yang terpenting. Tidak terlintas sama sekali di pikiran Raiden, bahwa wanita itu kabur darinya. Hanya saja, Raiden jadi memikirkan kemungkinan terburuk bahwa Alea diculik.

__ADS_1


"Cari dia! Panggil yang lainnya juga untuk mencarinya!" teriak Raiden memberikan perintah pada Jerry yang saat ini gemetaran juga karena kemarahan Raiden.


"Baik tuan!" sahut Jerry lalu ia pun pergi keluar mall untuk memanggil anak buah Raiden yang lainnya disana. Mereka tidak ikut ke dalam mall karena Alea meminta pada Raiden untuk tidak menarik perhatian dan hanya Jerry saja yang ikut ke dalam. Akhirnya anak buah Raiden yang lain menunggu di parkiran mall itu.


****


Setelah setengah jam mencari Alea di sekitar mall dan tak ada hasil. Cctv mall juga sudah di cek oleh Raiden, tapi sayangnya cctv mall itu ternyata di retas dari satu jam yang lalu.


Raiden semakin yakin bahwa semua ini sudah direncanakan matang-matang oleh seseorang. Raiden jadi berpikir apakah ada mata-mata atau pengkhianat di kediamannya. Sampai-sampai mereka tau bahwa Alea dan Raiden keluar dari mansionnya.


Pria itu panik, dia sama sekali tidak tau dimana keberadaan Alea. Padahal sebelumnya dia akan memberikan kalung pelacak untuk gadis itu ,tapi sayangnya Alea sudah menghilang entah kemana.


Ditengah kepanikan dan kebingungannya, Raiden yang sedang dalam perjalanan entah kemana. Ponselnya tiba-tiba saja berbunyi dan menampilkan sebuah nomor tak di kenal.


"Halo."


"Halo Stanhard man!"


Deg!


"Silahkan saja, kalau kau mau aku melubangi lubang kekasihmu ini! Apa dia masih perawan?"


Jantung Raiden kini berdebar kencang menjadi panik saat mendengar ucapan Jack. Raiden terdiam sejenak, lalu ia pun bicara setenang mungkin. Walaupun sebenarnya wajah Raiden tengah murka saat ini. Raiden tidak bodoh, mungkin saja Jack menipunya.


"Apa maksudmu, pria tua?"


"Kau masih bisa setenang ini ya Stanhard? Apa kau tidak ingin kekasihmu kembali? Dia sangat cantik, tubuhnya juga lumayan." ucap Jack genit.


"Kekasih siapa?" Raiden mengepalkan tangannya dengan kuat, ia berharap bahwa Alea tidak berada ditangan Jack. Jika itu benar, maka Alea dalam bahaya dan benar bahwa ada penghianat di mansionnya.


"Oh...jadi kau mau pura-pura tidak tahu? Baiklah, sepertinya aku memang harus menunjukkan bukti."


"Hey Biitch!! Ayo bicara!"


"Jalanng ini kenapa tidak mau bicara, hah?"


Raiden masih mendengarkan Jack di teleponnya.

__ADS_1


BUGH!


Terdengar bunyi pukulan disana dan akhirnya terdengar suara yang tidak ingin Raiden dengar. "Aaakhh!"


"JACK!" teriak Raiden yang kini kesulitan untuk mengendalikan emosinya. 'Alea...itu suara Alea' batinnya.


"Kau sudah dengar, kan? Gadismu ada disini."


"Apa maumu pria tua?" tanya Raiden akhirnya pasrah. Dilihat dari luar pria itu memang tampak tenang, tapi didalam ia sangat panik dengan keadaan Alea.


"Oh mudah saja, datang kemari dan kita buat kesepakatan bisnis."


"Oke, tapi sebelum itu aku ingin mendengar suaranya lebih dulu." deal Raiden dengan syarat ingin mendengar suara Alea.


"Bicara! CEPAT!" bentak Jack pada Alea yang ini duduk di atas kursi dan tubuhnya di ikat. Terlihat kucuran darah di keningnya. Jack mendekatkan ponsel itu kepada Alea.


"Rai..." lirih Alea sambil menahan isak tangisnya.


"Alea maafkan aku, aku telah melibatkanmu dalam bahaya. Tapi, aku janji...aku akan segera datang menyelamatkanmu."


"Aku baik-baik saja Rai, kau jangan datang kemari Rai, mereka bukan menginginkan kesepakatan bisnis. Mereka ingin membun--aaaggghh!"


Tut...Tut...Tut...


Panggilan telepon itu terputus begitu saja, hingga membuat hati Raiden seolah terhempas ke dasar. Tubuhnya seakan tak bertulang karena rasa panik dan takut bercampur menjadi satu.


"ALEA!!" murka Raiden yang membuat Jerry juga dua orang di mobil itu ikutan panik dan takut karenanya.


Ting!


Bunyi pesan masuk ke ponsel Raiden dan membuat pria itu buru-buru membukanya.


...Kau tau dimana harus menemuiku, kuberi waktu 24 jam. Datanglah kemari atau gadismu mati! ...


"SIALAN! BANGSATT KAU PRIA TUA!!"


...****...

__ADS_1


__ADS_2