Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 56. Extra part 1


__ADS_3

Warning!


...🍁🍁🍁...


Setelah acara pernikahan mereka selesai dan berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan. Pasangan suami-istri itu tak sabar ingin meraup malam pertama yang selama ini mereka tahan. Jika mereka adalah orang yang penuh nafsu, mungkin sudah sejak dulu mereka melakukannya. Namun mereka berhasil menahan diri sampai sejauh ini. Malam pertama yang mereka nantikan akhirnya akan terjadi juga dengan indah, tentunya setelah sah.


Di dalam kamar hotel dengan nuansa semi terbuka yang cocok untuk pasangan pengantin baru atau pasangan yang berbulan madu.


Pria bertubuh bispek dan kekar itu mendorong istrinya yang masih memakai pakaian pengantin itu hingga menempel ke pintu kamar. Suara decapan dan erangan erotis menggema di ruangan itu. Yeah, saat ini Alea dan Raiden tengah menikmati ciuman yang penuh gelora, hingga membuat gelanyar aneh muncul di dalam tubuh mereka. Bahkan AC ruangan pun tidak berfungsi untuk pasangan pengantin yang tengah panas-panasnya itu.


"Hmphh--ahhh...Rai..."


Alea mulai kesulitan mengimbangi ciuman suaminya, satu tangan suaminya menekan tengkuk wanita itu dengan posesif. Dia seperti tak mau mengakhiri ciuman panas mereka.


"Angghh--" Alea mengeluh manakala sang suami mulai menaikkan tubuhnya, menggendong ala koala dan masih mencium bibirnya dengan dalam.

__ADS_1


Raiden membawa Alea naik ke atas ranjang yang sudah bertaburan kelopak bunga mawar merah, dengan wangi bunga menyeruak disana. Lampu temaram pun, sungguh sangat mendukung kegiatan mereka malam ini.


"Ahhhh...Raiden..."


Gadis itu kini sudah duduk dipangkuan suaminya, dengan kedua tangan bertengger di baju suaminya.


"Lea...apa kau sudah siap?" tanya Raiden setelah ia melepaskan ciumannya. Pria itu tersenyum manakala ia melihat raut wajah Alea dan suara nafas wanita itu yang terengah. Suara yang merdu baginya dan meningkatkan libidonya sebagai seorang pria. Terlebih lagi suara itu adalah suara dari orang yang sangat ia cintai.


Diusapnya lembut wajah cantik Alea yang memerah, lalu beralih pada bibirnya yang bengkak karena ulahnya. "Huft...biarkan aku bernafas sebentar, kau sangat menggebu Rai." tukas gadis itu dengan masih mengumpulkan oksigen ke dalam paru-parunya.


Cup!


Seketika, tubuh Raiden menegang. Ia merasakan tombaknya berdiri dan menyentuh bagian tubuh istrinya. Ya, Alea bisa merasakan sesuatu yang mengeras itu. "Rai, apa kau baik-baik saja? Kau... berdiri..."


Setelah mengatakan itu dengan polosnya, tubuhnya terbaring di atas ranjang. Raiden mendorongnya, nafasnya menggebu. Dirinya sudah bangkit dan tidak dapat menahannya lagi.

__ADS_1


"Panggil aku sayang," pinta Raiden seraya melepaskan jas putih miliknya dan membuangnya asal. Dia menatap nanar penuh kasih pada wanita yang berada di bawah Kungkungannya.


"Sayang."


"Shittt!"Raiden segera mengeksekusi istrinya dengan cumbuan bibir dan jari-jari saktinya. Tak butuh berapa lama, pasangan pengantin itu sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Ranjang itu menjadi saksi percintaan mereka untuk pertama kalinya, suara deritan ranjang menjadi lambang erotisme kedua menyelami kenikmatan nirwana dunia.


"Rai--" desah Alea dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya. Wanita itu sudah tampak lelah.


"Satu kali lagi baby," jawab Raiden seraya menghujani sang istri dengan ciuman yang bertubi-tubi di punggungnya.


Pria itu melakukannya sampai puas dengan mempraktekkan berbagai macam gaya yang membuatnya semakin candu dengan tubuh Alea. Keduanya pun mengakhiri percintaan mereka setelah 3 jam lamanya. Mereka mengakhirinya dengan ungkapan cinta dan terimakasih.


"Aku mencintaimu Alea baby."

__ADS_1


"Aku juga Rai, aku mencintaimu..." ucap Alea seraya memeluk suaminya. Tak peduli keringat membasahi tubuh mereka berdua.


...****...


__ADS_2