Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 31. Ada aku disini


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Haruskah aku membunuhnya, agar kau berhenti menangis?"


Suara bariton rendah dari seorang pria, sontak saja membuat Alea berhenti menangis dan menoleh pada seseorang yang kini duduk disampingnya. Suara itu tidak asing baginya.


"Kau....Rai?" mata berwarna biru itu berkaca-kaca, bahkan bagian putihnya berwarna merah. Sembab, jelas saja. Alea baru saja menangis.


'Apa aku salah lihat? Mengapa Rai ada disini?' batin Alea heran. Apa dia salah lihat? Mana mungkin ada Raiden disini. Pria itu kan ada di kota Milan, jauh dari Indonesia, dari Jakarta. Alea kembali menatap ke arah danau, setelah sempat netranya melihat pria bertubuh gagah, dengan otot bispek dan wajah tampan itu tepat disampingnya.


Alea melanjutkan kembali tangisannya yang sempat terhenti itu, mengabaikan Raiden yang duduk disampingnya. Dia berpikir bahwa keberadaan Raiden disana hanyalah halusinasinya saja.


"Hiks...hiks...kenapa kalian jahat sekali padaku? Tega sekali kalian mengkhianatiku. Kenapa kalian tidak bilang kalau kalian saling mencintai? Sungguh...kalian benar-benar--arghhh--" Alea berteriak meluapkan semua emosi batinnya. "Aaaahhhhhhh....AKU BENCI KAU JUSTIN...AKU JUGA BENCI KAU LISA!! KALIAN PENGKHIANAT...."


Netra abu-abu Raiden masih menatap gadis itu dengan dalam, air mata di mata biru Alea masih terus mengalir. Ingin sekali ia mengusap air mata itu, namun setelah peringatan dari Leon, agaknya membuat Raiden harus pikir ulang. Apalagi Raiden tau ada orang yang mengikuti Alea, ia tidak bodoh. Instingnya sebagai wakil dari William sang mafia nomor 2 di Meksiko, tidak dapat diragukan lagi. Dan kemampuan Raiden juga dapat melampaui sang ayah.


Tadinya Raiden pikir orang itu adalah orang yang akan berbuat jahat pada Alea. Tapi ternyata bukan, yang mengikutinya itu adalah Frans anak buah Leon.


Setelah puas menjerit dan menangis, Alea kembali menoleh ke sampingnya. Masih ada Raiden disana dan menatap wajahnya.


"Rai, kenapa kau masih disini? Pergilah! Bukankah kau ada di Meksiko? Kenapa bayanganmu tidak mau hilang? Bukankah kau bilang kau tidak mencintaiku? Bukankah kau bilang tidak mau bertemu denganku lagi? Lalu kenapa bayangmu tetap hadir? Dasar bodoh!" sentak Alea pada sosok Raiden yang masih tetap disampingnya. Alea pikir sosok itu akan pergi setelah ia bicara, namun Raiden masih disana.


"Raiden, kenapa kau masih disini? Raiden per--" ucapan Alea terhenti manakala tangannya menyentuh tangan Raiden. Tangan pria itu terasa hangat saat disentuhnya. Kemudian Alea pun menepuk pipi Raiden.


Plakkk!


"Auw!" pekik Raiden lalu memegang pipinya yang baru saja di tepuk oleh Alea.


"Ka-kau..." mata Alea memicing menatap netra berwarna abu-abu itu dan ia pun menyadari bahwa Raiden benar-benar ada disampingnya saat ini.

__ADS_1


Detik berikutnya, Raiden memegang kedua tangan Alea yang terasa dingin itu."Aku ada disini, Alea. Kau tidak bermimpi." ucap Raiden lirih, namun masih dengan wajah datar.


"Aku benci kau, aku juga membencimu!" serka Alea kemudian menghempaskan tangan Raiden yang memegangnya. Alea kesal sebab teringat dengan perkataan Raiden sebelum ia kembali ke Indonesia. Jangan pernah muncul dihadapannya, kembalilah pulang bersama Justin dan hidup bahagia. Alea sungguh sesak saat mengingatnya, apalagi saat Raiden mengatakan bahwa pria itu tidak mencintainya.


"Alea,"


"Kenapa kau ada disini hah? Bukankah kau tak mau bertemu denganku lagi? Lalu ini apa?!" sentak Alea kesal, lalu ia berdiri dari duduknya. Raiden juga ikut berdiri dan kini keduanya berhadapan.


"Kenapa tidak ada hal yang baik hari ini? Kena--"


Grep!


Kata-kata Alea lagi-lagi terhenti saat Raiden menghentikannya dengan sebuah pelukan yang tidak terduga. Dengan pelukan itu, Raiden telah melanggar janjinya pada Leon untuk menjauhi Alea. Nyatanya Raiden tidak bisa melepaskan Alea begitu saja, apalagi saat melihat keadaan gadis itu yang seperti ini. Setiap Alea menangis, hati Raiden selalu terhenyak.


"I'm here, crying again as much as you want in my arms." ucap Raiden dalam bahasa Inggris, yang artinya aku ada disini menangislah sepuasmu di dalam pelukanku. Kata-kata itu selalu di ucapkan oleh Raiden pada Alea, hanya untuk Alea. Khusus untuk gadis itu ketika ia bersedih.


'Aku tidak akan membiarkan mereka yang membuatmu seperti ini bahagia Alea, tidak akan' batin Raiden sambil mengeratkan pelukannya pada Alea. Gadis itu terdiam dan menumpahkan air matanya lagi di pelukan Raiden. Sementara pria itu sendiri memiliki sorot mata tajam, tak terima Alea disakiti oleh Lisa dan Justin. Dan lihat saja, ia tak akan tinggal diam.


Disisi lain, Frans mengambil gambar kebersamaan Raiden dan Alea lalu ia hendak mengirimkannya pada Leon. Namun ia jadi ragu saat melihat kenyamanan pada diri Alea saat berada disamping Raiden. Nyatanya pengaruh pria itu memang mujarab, mampu membuat tangis Alea perlahan tenang.


"Sebaiknya aku jangan beritahukan ini pada tuan Leon. Lagipula nona Alea juga merasa nyaman dan tuan Raiden tidak melakukan apapun." gumam Frans, yang akhirnya mengurungkan niat untuk melaporkan Alea Raiden pada Leon.


Saat Frans lengah beberapa detik saja, Alea dan Raiden sudah tak terlihat lagi disana. "Sial! Ke mana mereka? Apa jangan-jangan tuan Raiden membawa kabur nona Alea lagi?!" Frans panik kemudian mencari Alea ke sekitar sana. Atau dia akan dibunuh oleh Leon kalau sampai Alea tidak ditemukan.


****


Apa yang dikatakan oleh Raiden dalam hatinya, ternyata benar-benar di lakukannya. Sore itu saat acara resepsi pernikahan Lisa dan Justin yang harusnya resepsi Justin Alea, menjadi kacau saat ada beberapa orang membuat kerusuhan disana.


Beberapa klien bisnis Justin, tiba-tiba saja datang kesana dan membatalkan kerjasama dengan pria itu. "Maaf pak, apa alasan anda membatalkan kerjasama ini padahal kita sudah teken kontrak?!" tanya Justin tak terima. Di hari pernikahannya, didepan banyak orang, ia malah mendapatkan rasa malu yang berlipat ganda. Hatinya yang hancur, kesal, tambah ruwet saja.

__ADS_1


"Saya tidak bisa melanjutkan kerjasama dengan orang yang tidak kompeten! Itu saja alasannya." ucap seorang pria tegas.


"Pak Justin, alasan saya juga sama. Soal ganti rugi dan pinaltinya. Saya akan segera mengirimkannya." kata seorang rekan bisnis Justin yang lainnya. Mereka terlihat marah tanpa alasan jelas dan membatalkan kerjasama.


"Bapak bapak...kenapa kalian--"


Justin bingung, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa semuanya hancur dalam satu hari? Di hari seharusnya ia bahagia bersama Alea. Kenapa jadi begini?


"Ini semua gara-gara kau! Kau memang pembawa sial!" hardik Justin pada Lisa yang saat ini memakai gaun putih dan sudah resmi jadi istrinya. Semua orang pun menatap sepasang pengantin baru yang tidak ada bahagia bahagianya itu. Miris, iba, jijik, mereka hanya berpura-pura baik berada disana. Justin tau itu dari tatapan mereka padanya. Hera juga sakit hati dan kecewa, wanita itu tak bisa menahan tangisnya di acara pernikahan Justin.


"Justin! Kau mau kemana? Acara pernikahan kita belum selesai." tanya Lisa sambil memegang tangan Justin dengan gemetar. Ia malu dan takut ditinggalkan sendiri disana


Justin menghempaskan tangan Lisa, kemudian ia pergi meninggalkan pernikahannya sendiri. Dan Lisa, dia sangat malang ditinggalkan sang pengantin pria disana. 'Kenapa Justin? Kenapa kau menyakitiku sampai seperti ini? Aku sedang mengandung anakmu.'


****


Di luar gedung hotel itu, Justin kini berada. Pria itu terus mengutuk, merutuki dirinya sendiri atas semua yang terjadi. "Sial! Harusnya hari ini aku bahagia menikah dengan Alea. Tapi apa? Aku malah--sial!"


BUGH!


Tiba-tiba saja ada seseorang yang memukul bagian belakang kepala Justin dengan besi dan membuat pria itu kehilangan kesadarannya. Kemudian mereka pun membawa Justin pergi dari sana dengan mengendarai mobil berwarna hitam.


"Bos, kita apakan dia?" ucap salah seorang pria yang memukul Justin sambil memegang handphonenya.


"Bawa dia ke tempat aman dan buat dia menangis. Sama seperti dia membuat wanitaku menangis." seloroh seseorang dari seberang sana.


...****...


Hai Readers, maaf updatenya dikit dan cuma satu, author lagi sibuk banget hari ini. 😍 dilanjutkan lagi besok ya, see you...

__ADS_1


__ADS_2