Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 20. Pengkhianat dan ditawan


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Sesampainya di mansion mewah miliknya, Raiden langsung menghancurkan barang-barang yang ada disekitarnya untuk melampiaskan kekesalannya. Beberapa maid dan pengawal di mansion itu melihat Raiden tiba-tiba murka. Mereka belum tahu apa yang terjadi.


"Nyonya Brieta, kenapa tuan Raiden mengamuk?" tanya seorang maid yang bertugas di bagian cuci baju.


"Aku juga tidak tahu! Sekarang lebih baik kalian pergi ke belakang, atau tuan Raiden akan semakin murka... bila melihat kalian bergosip seperti ini." perintah Brieta kepada para maid mansion itu untuk segera pergi dari sana.


"Baik nyonya,"


Keempat maid itu termasuk Carissa yang duduk di kursi roda, langsung meninggalkan ruang tengah agar mereka tidak terkena amukan Raiden. Mereka mulai bergosip di belakang, kira-kira Apa yang membuat Raiden begitu murka? Dan kenapa juga dia pulang sendirian ke Mansion tanpa Alea? Mungkinkah bahwa gadis itu kabur darinya?


Carissa terlihat tidak senang bila Alea kabur begitu saja dari Mansion itu, sebab ia memiliki rencana balas dendam untuk Alea dan belum ia jalankan.


"SIAPA? SIAPA ORANG DI RUMAH INI YANG BERANI MENGHIANATIKU?!" Hardik Raiden kepada semua pengawal dan orang kepercayaan di rumahnya.


Mereka semua berjajar di hadapan Raiden dan menundukkan kepala. Jangan tanyakan lagi bagaimana mereka saat ini, tubuh mereka gemetar ketakutan. Apalagi saat ini Raiden mulai mengeluarkan pistolnya dengan jenis shotgun, dia bersiap untuk menembak orang yang telah berani untuk menghianatinya.


"AYO MENGAKU?!" teriak Raiden penuh amarah. "KALAU KALIAN TIDAK MENGAKU! AKU AKAN MENEMBAK KALIAN SEMUA SAAT INI JUGA! AKU SERIUS!" amuk Raiden sambil mengarahkan senjata berjenis shotgun itu pada semua orang didepannya yang terlihat tegang dan ketakutan. Raiden tidak main-main dengan ucapannya.


Tiba-tiba saja Lance berjalan maju tepat ke hadapan Raiden, wajahnya terlihat serius dan tegang. Semua pengawal dan orang kepercayaan Raiden di Mansion itu melihatnya dengan terheran-heran. Kini mereka semua mulai memiliki spekulasi di kepala masing-masing. Apa kira-kira yang dilakukan oleh Lance?


"Lance, kau--"

__ADS_1


Lance jatuh terduduk kemudian dia berlutut di depan Raiden. Sontak saja atensi semua orang tercuri kepadanya dengan perasaan yang menduga-duga. Raiden juga sama, ia heran kenapa orang kepercayaannya itu tiba-tiba saja berlutut. Tommy dan Jerry yang paling dekat dengannya juga bingung dengan Lance.


"Apa yang kau lakukan Lance? Apa kau adalah orang yang sudah menghianati diriku?" tanya Raiden dengan sorot mata tajam.


"Jerry! Dia tuan!" tunjuk Lance pada Jerry yang berada diantara barisan pengawal didepan Raiden.


Semua orang disana melihat ke arah Jerry dengan tatapan bingung dan penuh keterkejutan. Kenapa Lance menunjuk ke arah Jerry?


"Apa maksudmu Lance?" tanya Jerry tak paham.


"Sudah Jerry! Mengaku saja, bahwa kau yang sudah merencanakan semua ini!" tuduh Lance pada Jerry, wajahnya tampak kecewa.


Jerry tak terima dituduh oleh Lance, kemudian ia pun maju ke depan dan menarik tubuh Lance yang sempat berlutut didepan Raiden, kini jadi berdiri tegap saling berhadapan.


"Selama tuan tidak sadarkan diri, kau selalu mengatakan bahwa kau akan membunuh nona Alea dan kau menyalahkannya karena membuat Carissa terluka. Jerry, aku sungguh tidak tahan lagi. Cepat kau katakan dimana nona Alea berada? Apa kau tidak kasihan kepada tuan Raiden?" Lance memelas, ia menepis tangan Jerry yang memegangnya.


"Apa maksudmu ini Lance? Aku...aku memang tidak suka nona Alea, tapi aku tidak mungkin menyakitinya dan mengkhianati tuan RAIDEN!" serka Jerry tidak terima dituduh seperti ini. Ya, dia aku memang ia benci pada Alea tapi tidak sampai tahap mencelakainya ataupun berkhianat dari Raiden.


Kedua ajudan Raiden itu pun berdebat dengan sengit. Raiden yang kesal akhirnya menembakan shotgun nya.


Dor!


Dor!

__ADS_1


Dor!


"Arggggh!" erang Jerry sambil memegang tangan kirinya yang ditembak oleh Raiden. Diam-diam Lance menyembunyikan senyuman puasnya.


"Kali ini tanganmu, bisa jadi besok atau nanti malam kepalamu yang aku tembak!" teriak Raiden murka.


"Tuan...sungguh bukan saya."


"Meskipun bukan kau, tapi kau telah lalai menjaga Alea. Seharusnya aku tidak mempercayakannya padamu. Aku kecewa Jerry, sungguh! JIKA BENAR KAU ADALAH ORANG DALAM ITU, MAKA KAU AKAN MEMBAYAR AKIBATNYA!"


"Baik tuan, saya akan terima." ucap Jerry menyesal karena sudah lalai dan membuat Alea berada di tangan Jack. Pria yang tak lain adalah musuh bebuyutan dari Raiden.


*****


Di sebuah gudang ruang bawah tanah dan minim cahaya. Alea terlihat terikat disebuah kursi, di sekelilingnya banyak orang-orang bule berbadan besar dan memiliki perawakan menyeramkan. Beruntung Alea fasih berbahasa Inggris dan membuatnya tidak kesusahan untuk berkomunikasi.


"Bos...apa boleh saya menikmati wanita ini sebentar?"tanya salah satu anak buah Jack yang sedari tadi menatap Alea dengan tatapan genit.


"Jangan berani-berani kau menyentuh dia, BASTARD!" hardik Jack pada salah satu anak buahnya. "Sampai si Stanhard itu datang, aku ingin dia utuh. Kalau dia belum datang, silahkan kalian mau lakukan apa saja padanya!" tukas Jack sambil mengamati wajah Alea yang masih menatap dirinya dengan marah.


Aku tidak boleh jadi beban untuk Raiden, aku harus keluar dari sini. Alea terlihat bingung.


...****...

__ADS_1


__ADS_2