Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia
Bab 30. Haruskah ku bunuh dia?


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Akhirnya pernikahan itu hancur untuk Alea dan Justin, namun tetap berjalan dengan Lisa sebagai mempelainya. Mengapa bisa begitu? Itu karena semua orang mencecar dan membuat Justin terpaksa harus menikahi Lisa. Orang-orang disana meminta Justin bertanggungjawab pada Lisa. Namun Justin jelas, dia menolak karena dia tidak mencintai Lisa.


"Justin! Sudah cukup kau buat mama malu dengan membuat pelakor ini hamil, tolong jangan buat mama pusing lagi. Kau nikahi saja dia untuk sekarang, nanti terserah apa padamu!" seru Hera pada putranya itu. Hera tak punya pilihan lain untuk menyelamatkan nama baik keluarganya didepan semua orang. Dan dengan pernikahan ini, maka semua netizen akan bungkam. Nama baik pun bisa selamat.


"Aku tidak bisa Ma! Kalau aku menikahi dia, itu sama saja neraka." tukas Justin menolak mati-matian menikah dengan Lisa.


"Bukankah dia hamil anakmu? Kau harus bertanggungjawab atas perbuatanmu Justin!" ujar Hera yang tidak bisa dibantah lagi.


Setelah selesai didandani seadanya, Lisa dan Justin pun mengucap janji suci didepan semua saksi dan pendeta. Terlihat raut wajah keterpaksaan diantara keduanya. Sungguh, mimpi indah Justin untuk menikah dengan wanita yang ia cintai, tapi ia malah menikah dengan wanita lain. Sumpah demi Tuhan, ia membenci Lisa mulai detik ini entah sampai kapan. Sekarang pernikahan ini adalah mimpi buruknya.


Usai menyaksikan pernikahan calon suaminya, Alea dan keluarga besarnya pergi dari sana. Tentunya dengan kekecewaan yang mendalam, terutama di hati Alea.


Gadis itu terlihat kacau, patah hati, sakit hati, hancur itulah dirinya saat ini. Melangkah saja ia lemah, gontai, seakan tubuhnya tidak bertulang saat ini. "Alea sayang," lirih Aileen pada putrinya.


"Maaf, aku ingin sendiri." ucap Alea lemas.


'Sahabat yang paling ku percayai, mereka mengkhianatiku. Oh tuhan!' batin Alea galau.

__ADS_1


Keluarga Sam juga ada disana dan menyaksikan semua yang terjadi. Sam, Cleo dan Asha merasa kasihan pada Alea. Mereka ingin menghibur Alea, tapi mereka tak berani sebab Leon sebelumnya pernah memberitahu tentang Raiden yang menculik Alea. Itulah sebabnya mereka tak enak hati bila mendekati Alea.


"Pa, kasihan Alea..." kata Cleo pada suaminya.


"Ma, pa, Asha mau hibur kak Alea." kata anak remaja itu pada mama dan papanya. Namun Sam menahan putrinya untuk tidak pergi kesana.


"Jangan nak, Alea sedang butuh sendiri. Kita pulang saja sekarang. Kita doakan saja yang terbaik untuk Alea, semoga dia bisa tegar menghadapi semua ini." jelas Sam dengan tatapan sedih pada gadis yang memakai gaun pengantin itu. Gadis yang hatinya saat ini sedang hancur.


"Oh ya kak Rai juga mau kesini kan? Apa dia sudah sampai di rumah?" tanya Asha pada mama papanya. "Kalau kak Raiden disini, dia pasti akan khawatir melihat kak Alea menangis. Dulu saja dia sampai menghajar orang yang membuat kak Alea menangis." tutur Asha yang teringat pada Raiden, kakaknya itu selalu maju paling depan bila ada yang menyakiti Alea. Tapi Raiden selalu membereskan masalah Alea dengan cara belakang yang kadang tak Alea ketahui.


Keluarga Samuel pun pergi dari sana, mereka akan menemui Raiden yang katanya akan kembali ke Jakarta hari ini. Dan jika Raiden kembali maka Samuel dan Cleo akan meminta kejelasan tentang apa yang Raiden lakukan di luar negeri. Benarkah anak itu mengerjakan pekerjaan haram dengan bisnis ilegal mengikuti jejak William, ayah kandungnya? Mereka harus memastikannya dan bicara dengan pria itu.


****


"Pa, mama sangat mencemaskan Alea..."


"Alea akan baik-baik saja, dia hanya butuh sendiri saat ini. Papa sudah suruh Frans untuk mengawasinya."


"Baiklah pa, tapi dia pasti terluka saat ini. Ya Tuhan, tega sekali Justin dan Lisa mengkhianati putri kita!" Aileen jadi ikut marah. Ia ingat betapa baiknya Alea pada Justin dan Lisa. Eh dua orang itu malah menusuknya seperti ini. "Tapi mama bersyukur pa, Alea tau kenyataan ini sebelum menikah dengan Justin. Alea beruntung tidak menikah dengannya!" serka Aileen marah.

__ADS_1


"Iya ma, putri kita beruntung." Leon memeluk istrinya itu seraya menenangkannya. Hancurnya hati Alea sama seperti sakit hati keluarganya. Tapi disisi lain mereka bersyukur sebab Alea terhindar dari masalah besar yang pastinya akan sangat menyakiti Alea nantinya.


****


Gadis yang patah hati itu, kini berada didekat sebuah danau yang sepi. Tempat yang selalu ia datangi ketika sedang galau dan ada masalah. Beruntung tak ada siapa-siapa disana. Ya, danau itu memang jarang di kunjungi.


"Hiks...hiks...Justin, Lisa...kalian tega sekali padaku...kenapa kalian melakukan ini? Kalian sahabatku bukan? Ta-tapi...kalian...huahhh..."


Di tempat pernikahan tadi, Alea tidak menangis sampai seperti ini. Baru sekarang ia menumpahkan semua perasaannya dengan menangis.


"Haruskah aku membunuhnya, agar kau berhenti menangis?"


Suara bariton rendah dari seorang pria, sontak saja membuat Alea berhenti menangis dan menoleh pada seseorang yang kini duduk disampingnya.


"Kau..."


...*****...


Hayo siapa kah yang datang? Jangan lupa komen, like, vote atau gift ya ya☺️☺️ bulan depan insya Allah crazy...hehe sekarang slow dulu

__ADS_1


__ADS_2