
...🍀🍀🍀...
7 jam berlalu...
Di tempat penyekapan.
Pria-pria bule itu menatap Alea dengan genit dan penuh nafsu, Alea sungguh tak tahan dengan tatapan itu. Ia tidak tahan ingin segera pergi dari sana. Sebenarnya ia juga tidak begitu paham jelasnya ada masalah apa antara Raiden dan orang bernama Jack ini.
Tapi satu hal yang ia tau, bahwa semua ini berkaitan dengan bisnis haramnya. Alea sungguh menyayangkan kenapa Raiden memilih jalan seperti ini untuk hidup kaya? Dia mau sekaya apa?-,
Sam, ayah tirinya saja sudah rela memberikan seluruh aset padanya. Tapi kenapa Raiden mengambil jalan seperti ini? Apakah benar Raiden menjadi mafia karena ingin kaya saja? Setelah Alea pikir-pikir lagi, pasti bukan hanya itu saja alasannya. Apa mungkin ada orang yang mengancam Raiden? Pikir Alea dalam hatinya.
"Nona manis apa kau lapar?" tanya Jack pada Alea seraya mengangkat dagunya. Sontak saja gadis itu membuang muka. Terlihat darah kering di keningnya karena pukulan besi dari Jack tadi.
"Ya, aku lapar." sahut Alea jujur.
'Aku harus makan dan punya tenaga untuk kabur dari sini bukan?'
"Rizz, bawakan makanan dan minuman kesini. Kita harus pastikan dia utuh untuk sekarang dan jika KEKASIHNYA tidak datang. Maka dia akan CACAT atau MATI!" tangan Jack menyentuh pipi Alea dan gadis itu menatapnya penuh kebencian.
Pria bernama Rizz itu membawakan makanan dan minuman untuk Alea. Rizz menyimpan makanan itu tepat didepan Alea, sementara Jack pergi dari ruangan sempit itu. Meninggalkan Alea dan 4 orang anak buahnya disana. Keempat orang itu terlihat menyeramkan, dari wajah, tubuh bahkan sorot mata saja bisa membuat orang biasa ngeri melihatnya.
"Kenapa kau tidak makan, nona?" tanya Rizz heran karena Alea diam saja.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku makan kalau tubuhku terikat begini? Setidaknya lepaskan tanganku." ujar Alea pada Rizz.
"Tidak akan ku lepas, nanti kau kabur." Rizz tersenyum menyebalkan.
"Aku tidak akan kabur, mana mungkin aku kabur sedangkan kalian anak buah si Jack separo itu, maksudku anak buah bos Jack yang hebat dan sangat kuat itu tidak mungkin lalai dalam tugasnya. Aku hanya gadis kecil, tidak berdaya dan lemah. Mana mungkin aku bisa melarikan diri sementara kalian ada disini." oceh Alea seperti provokasi kepada empat orang anak buah Jack si mata satu itu.
Rizz dan ketiga orang anak buah Jack yang lain saling melirik dengan bingung. Mereka manggut-manggut dan sesekali menggeleng-geleng. Alea bingung melihatnya.
"Hey! Aku sudah lapar tau. Ah...apa kalian merasa tidak hebat dan kuat, karena itu kalian takut padaku?" tanya Alea seraya tersenyum menyeringai.
'Ku harap aku bisa bertahan sampai kau datang Rai. Aku tau kau akan menyelamatkanku. Dan aku berdoa semoga orang-orang bodoh ini bisa diajak bicara' batin Alea.
"Takut? Kami? Takut padamu?!"
"Kami tidak takut padamu, kenapa kami harus takut?" tanya Rizz seolah dianggap remeh oleh Alea.
"Kalau kalian tidak takut, kenapa kalian tidak mau melepaskanku? Aku hanya ingin makan dan hanya lepaskan tanganku saja." pinta Alea pada keempat pria berbadan besar itu.
Akhirnya salah satu dari pria itu melepaskan tali yang mengikat tangan Alea. Usai cuci tangan, Alea pun hendak makan steak daging dan sedikit nasi yang ada disana.
'Tunggu, bagaimana jika ini ada racunnya?'
"Itu tidak ada racunnya, tenang saja. Kau masih berguna nona," celetuk Rizz saat dia menyadari Alea menatap waspada pada makanannya.
__ADS_1
Gadis itu terdiam lalu dia mencicipi sedikit makanannya dan tidak terjadi apapun. Akhirnya ia memakan makanan itu, sementara keempat orang itu asyik bermain kartu sambil menjaga tawanannya.
****
Malam itu....
Di mansion Raiden.
Setelah Raiden dan anak buahnya menyusun strategi untuk membebaskan Alea, Raiden bersiap-siap dengan baju yang dilapisi pelindung dan juga senjata lengkap ditubuhnya. Kini ia akan berangkat ke tempat pertemuannya dan Jack, tentunya bersama dengan anak buahnya.
"Alea, tunggu aku. Kau harus baik-baik saja." gumam Raiden sambil memegang seutas kalung dengan liontin bunga matahari ditangannya. Pandangannya mengedar ke sekeliling, ia melihat bayangan Alea di sekitarnya.
Raiden harap-harap cemas, semoga semuanya berjalan lancar dan Alea dalam keadaan baik-baik saja.
"TUAN!" teriak Lance tiba-tiba masuk ke ruang kerja Raiden tanpa permisi.
"APA KAU TIDAK PUNYA ETIKA?!" hardik Raiden emosi.
"Maafkan saya tuan, tapi ada yang menerobos masuk ke mansion ini dan mereka mengatakan bahwa mereka dari Jakarta dan ingin bertemu tuan!" jelas Lance dengan cepat.
Deg!
Raiden tercengang mendengarnya.
__ADS_1
...****...