
Banyu yang sudah sering melihat Dilla mengangkat jemuran ikan asin,tidak merasakan kesulitan sama sekali saat dia mengumpulkan ikan-ikan itu ke dalam keranjang.
Secara otodidak dia bisa melakukan hal yang dulu mungkin gak pernah ada dalam bayangannya sekali pun.
Setelah semua ikan itu sudah terkumpul, Banyu membawanya kedalam gudang khusus penyimpanan di bagian belakang rumah Dilla.
Banyu menutup rapat keranjang-keranjang ikan asin itu dengan dilapisi koran bekas yang sudah tersedia disana, persis dengan apa yang sering ia lihat saat Dilla membereskan ikan-ikan asin itu.Ikan-ikan itu dipisahkan berdasarkan jenisnya dan juga ukurannya.
"Selesai." ujar Banyu sambil menepuk kedua tangannya seraya membersihkannya dari debu ikan asin.
Banyu pun mencuci tangannya dengan air mengalir dan juga sabun.
"Habis ini aku ngapain lagi ya?, ini udah lumayan sore, tapi kok Dilla dan Bu Ayu belum pulang juga ya." Banyu jadi gusar dan khawatir.
Pak Yuda juga biasanya pulang makan siang, tapi hari ini dia tidak pulang, karena tadi pagi Pak Yuda sudah bilang ke Bu Ayu minta di buatin bekal makan siang.
Banyu yang kesepian berjalan-jalan di tepi pantai sambil melihat Ibu-ibu yang sedang merajut jaring-jaring untuk menangkap ikan.
Rasa ingin tahu Banyu muncul dan dia pun minta izin kepada Ibu-ibu yang ada disitu kalau dia ingin diajarin merajut jaring.
Dengan senang hati Ibu-ibu itu mau mengajarinya.
"Nak Banyu ternyata cepat nangkep ya.Belum apa-apa sudah pinter loh bikin jaringnya. " ujar Bu Laras istrinya Pak Kadus.
"Ah Ibu bisa aja, saya ini belum mahir kayak Ibu-ibu semuanya di sini. " ujar Banyu merendah.
"Kok nak Banyu sendirian?, Biasanya sama Neng Dilla. " ujar Bu Wati.
"Dilla sama Ibunya tadi pagi berangkat ke Kota Bu.Ada yang mau di beli katanya. " jawab Banyu.
"Ohhh, iya. Kemaren Bu Ayu sempat bilang ke saya kalau hari ini dia mau nyebrang. " ujar Bu Laras baru ingat.
"Wah, pasti mau ngeborong tuh Bu Ayu.Kabarnya seminggu belakangan hasil tangkapan Pak Yuda banyak banget,mungkin mereka mau shoping-shoping. " jawab bisa Wati menimpali.
__ADS_1
"Mungkin Bu, saya juga kurang tau Bu. " ujar Banyu.
*****
Sedangkan yang terjadi di kota, Dilla dan juga Ibunya yang sedang di traktir oleh Satria masih bergulat dengan makanan di meja mereka.
Hari ini Satria memanjakan blidah mereka berdua,.
"Jadi kenyang nak Satria, perut ibu sudah gak muat lagi. " ujar Bu Ayu malu-malu.
"Kalau masih ingin tambah, tambah lagi aja Bu. " ujar Satria.
"Weleh Nak Satria ini,Ibu kan sudah kekenyangan Nak.Kok malah disuruh tambah lagi, Bisa meledak entar perutnya Ibu ๐ . " ujar Bu Ayu.
Faradilla hanya mendengarkan saja Ibunya dan Satria yang ngobrol tiada hentinya. Maklum aja, mereka sudahv3 tahun gak pernah ketemu.
"Dilla mau tambah lagi, nanti Kakak pesanin. " tawar Satria ke gadis idamannya itu.
"Gak usah Kak, Dilla udah kenyang kok.Terimakasih udah ditraktir. " ujar Dilla
"Wah, dengan senang hati Bu.Memang rencananya minggu depan saya akan pulang ke Pulau, saya juga sudah kangen sama Ibu dan Bapak saya Saya juga rindu suasana di Pulau, sudah lama gak snorkeling dan main di pantai. " ujar Satria.
"Kenapa gak sekarang aja kita pulang ke Pulau bareng. " ujar Bu Ayu.
"Saya gak bisa Bu, soalnya saya masih harus bekerja." jawab Satria.
"Yaa, sayang sekali ya Nak. ๐๐. " Bu Ayu ngebet banget ya๐คฃ.
Dilla yang ditatap oleh Satria,bersaha menghindari tatapan laki-laki di depannya.Entah kenapa Dilla menjadi kurang nyaman kalau terus ditatap seperti itu.
Acara traktiran itu selesai juga,dengan sangat menyesal Satria tidak bisa mengantarkan kedua Ibu dan anak itu untuk kembali ke Pulau.
Mereka terpaksa berpisah didepan restoran karena ternyata Satria masih harus kembali ke Kantor nya.Dia kan hanyalah seorang karyawan biasa, walaupun jabatannya akan segera dinaikkan menjadi seorang Manager.
__ADS_1
Bu Ayu dadah -dadah ke Satria, calon mantu idamannya.Dilla hanya tersenyum kecut melihat kelakuan Ibunya yang di nilainya absurd banget.
"Bu, udah deh. Jangan terlalu ditunjukkan banget kalau Ibu itu menyukai Kak Satria. " ujar Dilla sambil membisikkan ditelinga sang Ibu.
"Suka apa sayang???,Ibu suka karena Ibu pengen dia jadi mantu Ibu. " ujar bisa Ayu.
"Tapi kayaknya Kak Satria itu terlalu baik Bu buat Dilla,Ibu ingatkan di Pulau seberapa banyaknya Ibu-ibu yang ingin menjadikan Kak Satria itu menantu mereka." ujar Dilla.
"Jodoh kan ditangan Allah, siapa tau dia jodoh kamu nak. "jawab Bu Ayu.
" Dilla mau cari baju buat Bang Banyu Bu, kasihan dia pake baju Ayah terus. "
Dilla mengajak Ibunya untuk masuk ke sebuah toko pakaian khusus pria,Dilla membeli beberapa baju kaos ๐buat Banyu dan tak lupa beberapa potong celana๐ panjang maupun pendek.
Dilla sudah pernah mencucikan baju Banyu dan pasti yang dipilihnya tidak salah ukuran.
"CD nya juga nak, Kasihan nak Banyu. Masa' harus pakai kolor Ayah mu terus. " ujar Bu Ayu.
"Ibu aja yang ambilin, kalau yang itu Dilla malu." ujar Dilla.
Masa' anak gadis milihin CD buat laki-laki yang bukan mahrom nya.
Dengan sedikit tertawa Bu Ayu memilihkan sekotak CD buat Banyu.Rasanya geli membayangkan dia membeli CD buat laki-laki lain selain suaminya.
"Sudah semua Bu, Ayo kita pulang. Ini sudah mau Sore.Nanti gak ada kapal lagi yang mau nyeberang. " ajak Dilla ke Ibunya itu.
"Ayo,nanti Ayahmu marah pula kalau kita lama banget pulangnya. "
Setelah membeli beberapa oleh-oleh berupa martabak manis dan juga buah-buahan ,Keduanya pun naik bus ke dermaga, barulah setelah itu mereka naik kapal tongkang khusus penumpang.
Perjalanan hari ini lumayan lancar dan menyenangkan. Dilla tersenyum melihat bungkusan yang berisi baju dan celana untuk Banyu. Dilla terus memandanginya dan mengelus plastik itu, entah kenapa rasanya dia ingin sekali segera tiba dirumah dan memberikan Baju-baju itu kepada Banyu dan meminta Banyu untuk segera mencobanya.
Diam-diam Bu Dilla terus memperhatikan perilaku putrinya itu,Bu Ayu jadi curiga kalau putrinya itu sepertinya mempunyai perasaan khusus kepada Banyu Biru.
__ADS_1
Untungnya Bu Ayu tidak mau membuat anaknya merasa dipergoki, jadi dia diamkan saja Dilla menghayal selama diatas kapal.