
Selesai Makan siang, Arya memberanikan diri untuk memberitahu semuanya pada Pak Yuda..
"Pak Yuda, bisa kita bicara sebentar??."
"Mau bicara soal apa ya Nak Arya?. " tanya Pak Yuda.
"Kita bicaranya disana saja Pak. " Arya menunjuk ke arah pantai.
"Baik,ayo kita kesana.Maaf loh Pak Andra kami tinggal dulu sebentar ya." ujar Pak Yuda kepada tamunya itu.
"Oh Silahkan Pak gak apa-apa. " jawab Pak Andra .
Pak Yuda dan juga Arya Sheta berjalan ketepian Pantai. Disana sinar matahari memang sedang hangat dan tidak begitu terik sehingga suasananya bagus banget buat ngobrolin hal penting. Apalagi ditambah angin sepoi-sepoi dari arah laut yang mendeburkan ombak -ombak kecil menyapu kaki keduanya.
"Mau bicara soal apa ya nak Arya?. " tanya Pak Yuda.
"Eeee-Begini Pak,seperti yang Bapak tau.Saya baru saja menemukan jati diri saya yang sebenarnya. Saya juga sudah tau kalau nama asli saya adalah Arya Sheta,tapi itu semua tak kan mengurangi rasa suka saya pada desa ini maupun orang-orang di pulau ini, terutama keluarga Pak Yuda. " Arya mencoba untuk tidak tergesa-gesa dalam memberitahukan tentang hubungan dirinya dengan Dilla.
"Bagus lah kalau begitu nak Arya, berarti nak Arya memang sosok yang baik dan tidak pandang bulu dalam memilih teman atau dalam hubungan sesama manusia, saya sangat mendukung sikap nak Arya. " ujar Pak Yuda.
"Iya Pak, tapi ada satu hal lagi yang paling membuat saya tidak akan bisa melupakan Desa ini. "
"Apa itu?. " tanya Pak Yuda.
"Jawabnya adalah..... " Arya menjeda ucapannya.
__ADS_1
Sehingga membuat Pak Yuda jadi penasaran.
"Apa nak?. "
"Putri Bapak, Faradilla. Gadis yang sudah menyelamatkan saya dari kematian.Terus terang saya sudah jatuh hati sama putri Bapak. " ujar Arya dengan suara yang sedikit bergetar, dia khawatir tentang tanggapan apa yang akan dia dapat dari Ayah nya Dilla itu.
"Maksud Nak Arya,Nak Arya suka sama Dilla gitu??. " tanya Pak Yuda.
"Iya Pak, saya ingin sekali menjalin hubungan serius sama putri Bapak. "
"Apa kamu benar-benar yakin untuk menjadikan anak Bapak sebagai calon pendamping hidupmu?. " tanya Pak Yuda lagi.
"Saya yakin Pak,sebenarnya saya dan Dilla sudah saling mengungkapkan perasaan kami masing-masing.Dan saat saya menyatakan cinta saya pada Dilla, Dilla juga menjawab bahwa dia juga punya perasaan yang sama seperti saya. "
"Jadi maksud Nak Arya, kalian sudah berpacaran?!." Pak Yuda setengah kaget mendengar pernyataan dari Arya.
"Lalu bagaimana nanti orang tua Nak Arya, nanti takutnya mereka tidak setuju dengan hubungan kalian. Nak Arya kan tau sendiri kalau keluarga kami ini bukanlah berasal dari kalangan seperti keluarga Nak Arya.Perbedaannya ibarat langit dan Bumi,terus terang saya sangat khawatir sekali tentang pendapat orang tua Nak Arya terhadap Dilla nanti nya."ujar Pak Yuda.
"Kalau soal itu,saya yang akan mengatasinya Pak. Saya akan berusaha untuk meyakinkan mereka agar mereka mau merestui hubungan kami berdua. " jelas Arya.
"Kalau saya sih terserah Dilla nya aja,dia mau atau tidak. Kalau Dilla bisa bahagia bersama Nak Arya, saya sebagai orang tua hanya bisa mendo'akan kalian semoga selalu bisa rukun dan bisa ke jenjang yang lebih serius. "
"Terimakasih Pak,saya gak sabar mau kasih tau ke Dilla soal ini.Sekali lagi terimakasih ya Pak sudah mengizinkan saya untuk membangun hubungan dengan anak Bapak.
" Iya Nak, Sama-sama. "jawab Pak Yuda sambil menepuk punggung Arya.
__ADS_1
***
Diteras Rumah Pak Yuda
Pak Andra memasukkan kembali foto keluarga Arya yang tadi ia tunjukkan bpada Arya dan juga Pak Yuda kedalam tasnya. Padahal baru saja Dilla dan juga Bu Ayu ingin melihat foto itu dengan cermat.
Karena mereka disibukkan dengan beres-beres sisa makanan tadi, jadi keburu di masukin deh fotonya oleh Pak Andra. Padahal tadi mereka baru melihat sekilas saja foto itu, mau minta dikeluarkan lagi, tapi malu. ᥬ😁᭄ ᥬ😁᭄
***
Keesokan harinya, sambil menunggu kedatangan Pak Bambang dan juga istrinya Bu Sri, keluarga Dilla bersama Pak Andra yang juga menginap dirumah itu semalam sedang makan nasi goreng buatan Dilla di dapur yang menyatu dengan ruang makan.
Dilla dan Bu Ayu kebetulan gak ikut makan dulu,mereka masih membuat cake🍰 untuk menyambut kedatangan keluarga Arya nanti, walaupun hari ini baru akan berkenalan. Tapi setidaknya mereka akan menjalin hubungan keluarga nantinya, itu yang ada dalam fikiran Bu Ayu dan Dilla juga Pak Yuda. Jadi , mereka ingin menjamu keluarganya Arya sebaik mungkin yang mereka bisa.
Sementara Bu Ayu sedang memanggang 🍰, kue, Dilla bertugas membersihkan rumah dan juga halaman agar nampak lebih bersih dan juga rapi.
Maklumlah, mereka kan akan kedatangan calon mertuanya Dilla. ᥬ😌᭄
Sekarang sudah menunjukkan jam 11 siang, namun tamu yang ditunggu belum juga datang.Dilla dan keluarganya sudah berpakaian rapi dan sedikit berdandan,Dilla sedang ada dikamarnya sekarang.
Setengah jam kemudian,Pak Andra yang tadi menjemput Pak Bambang dan juga Nyonya Sri di Dermaga kini sedang membawa klien nya itu menuju rumah Pak Yuda.
Pak Yuda sudah menunggu diteras rumahnya bersama dengan Arya .Saat tamunya itu sudah kelihatan dari jarak jauh,Pak Yuda segera berdiri. Tamunya itu masih mengenakan kacamata Hitam agar matanya tidak silau terkena sinar matahari yang sangat menyengat pada siang itu.
Akhirnya tamu yang ditunggu tiba juga dirumah mereka,Pak Yuda ingin menyambut tamunya.Pada saat bersamaan Pak Bambang juga membuka kacamatanya, dan..... apakah yang terjadi selanjutnya????
__ADS_1
ᥬ😱᭄ ᥬ😱᭄ ᥬ😱᭄ ᥬ😱᭄ ᥬ😱᭄ ᥬ😱᭄