
Setelah menginap semalam di pulau, Satria dan Anggun beserta keluarga besar Satria kini bertolak ke Jakarta,alasannya karena Mamanya Anggun yang sakit dan ingin putrinya secepatnya menikah membuat orang tua Satria setuju untuk mempercepat rencana pernikahan mereka.
Jam 11 siang,semua keluarga besar Satria sudah tiba di Jakarta.Mereka menginap dirumah Satria dan sebagian ada yang Satria minta untuk menginap di penginapan yang tak jauh dari rumahnya di Jakarta.
Satria memang sudah memiliki rumah sendiri,hasil dari kerja kerasnya selama ini.Karena bakatnya, walaupun saat itu dia hanya lulusan D3 saja dan sekarang sedang melanjutkan ke jenjang S1 tahap akhir karena kecerdasan dia akan segera lulus tahun ini juga.
Usut punya usut ternyata Anggun lebih tua darinya hampir tiga tahun, Satria baru tau saat mereka akan mendaftarkan dokumen pernikahan mereka ke capil.Anggun sudah bergelar sarjana, tapi tak terlihat sama sekali kalau usianya lebih tua dari pada Satria, karena wajahnya yang imut dan awet muda.
Usia tak masalah bagi Satria,karena yang terpenting rencana yang sudah dibuat ini tidak boleh gagal, apalagi kalau mengingat keluarga besarnya sudah ikut semua ke Jakarta dan siap melakukan prosesi pernikahan antara Anggun dan dia.
Setelah mendaftarkan diri sebagai calon pengantin, mereka berdua segera melakukan proses lamaran.Karena Mamanya Anggun berada dirumah sakit, hari ini Anggun meminta izin kepada dokter yang merawat Mama nya untuk membawa pulang sang Mama tapi dengan terus diawasi oleh seorang suster dan dokter akan datang sekali sehari selama proses Acara pernikahan mereka.
Rencana pernikahan yang tadinya hanya sederhana saja, nyatanya menjadi pernikahan yang lumayan Wah.Karena Bapaknya Satria ingin pernikahan anak laki-laki Satu-satunya itu digelar secara meriah di sebuah gedung. Semua biayanya ia yang tanggung.
Walhasil pernikahan ini akhirnya digelar dengan sekilat mungkin, hari ini daftar, besoknya sudah persiapan gedung, dan lusa sudah mau akad nikah.Undangan pun dibuat ssimpel dan dibagikan melalui kantor masing-masing.Maklum, yang di undang hanya teman-teman kantor mereka.
Pernikahan itu akhirnya terjadi juga,kini Satria sudah berstatus suami dari Anggun.Dilla dan Arya juga menghadiri acara sakral ini bersama orang tua dari kedua belah pihak.
Anggun mendapatkan tunjangan menikah dari kantor Sucipto group, begitu juga dengan Satria, pernikahan dadakannya ini sukses menggemparkan seisi kantor tempatnya bekerja.Tanpa ada yang tau kalau pernikahan mereka ini hanya sebatas simbiosis mutualisme, mungkin saja suatu saat nanti pernikahannya akan berubah menjadi nyata.
Satria dan Anggun disibukkan dengan menyalami banyaknya tamu yang hadir, tak jarang juga banyak cewek-cewek yang setiap hari menggoda Satria dikantor jadi patah hati setelah Idola mereka sudah melepaskan masa lajangnya.
__ADS_1
Begitu juga Dilla, walaupun sekarang dia sudah memiliki Arya di sampingnya, tapi Satria mempunyai tempat tersendiri di hatinya. Dilla mengajak Arya untuk naik ke panggung pelaminan dan memberikan ucapan kepada Satria dan juga istrinya Anggun.
"Selamat ya Kak Satria,ternyata Kakak malah nikah lebih dulu dari Dilla.Semoga menjadi keluarga yang samawa ya Kak, buat Kak Anggun juga, semoga segera medapatkan momongan ya, yang banyak. " ucap Dilla.
Begitu juga Arya,dia mengucapkan selamat kepada Satria sambil bersalaman Arya membisikkan sesuatu kepada Satria."Terimakasih ya Bro, akhirnya elo mau ngikhlasin Dilla buat gue,semoga pernikahan elo dan istri lo langgeng sampe tua. "ujar Arya.
Deg
'Dari mana Arya tau?.'batin Satria.
" Sudah, dinikmati aja pestanya.Aku juga gak mau merusak kebahagiaan orang lain. "ujar Arya seraya menepuk pundak Satria.
Satria hanya mengangguk, lagipula dia memang sudah memutuskan untuk melupakan Dilla meskipun mungkin akan sedikit sulit, tapi kehadiran Anggun semoga saja bisa membuatnya melupakan Dilla.
Sedangkan Arya juga harus segera ke kantor, karena dia masih ada rapat dengan klien baru dari luar negeri.
Pasangan ini akan sering kesulitan bertemu karena jadwal kuliah Dilla yang ekstra padat.
🤩🤩🤩
satu tahun kemudian...
__ADS_1
Sesuai rencana yang sudah disepakati oleh kedua pihak keluarga,besok hari adalah hari dimana Dilla dan Arya akan bersatu sebagai suami dan istri.
Dilla sudah meminta izin dari kampus kalau dia akan menikah, tidak ada salahnya menikah di usia yang masih relatif muda seperti Dilla.Dia masih bisa berkuliah setelah menikah, tapi Dilla memiliki kesepakatan dengan Arya, kalau mereka akan menunda untuk memiliki anak dulu sampai Dilla lulus dari kuliah tahap tiga, sampai dia memiliki sertifikasi sebagai seorang dokter.Tapi jika Tuhan menghendaki dan Dilla bisa hamil walaupun sudah dilakukan pencegahan, mau tidak mau mereka akan menerimanya.
Dilla sudah siap dengan pakaian adat Sunda yang cantik, dengan Siger yang menghiasi kepalanya.Gadis yang bernama lengkap Faradilla Cahyani ini terlihat sangat menawan lebih dari biasanya. Dilla digandeng oleh Eyangti dan juga Ibunya Bu Ayu menuju meja akad nikah, disana Arya yang juga mengenakan pakaian serupa sudah siap menunggu sang kekasih hati untuk duduk bersama mengucapkan janji setia sehidup semati.
Arya berdiri menyambut kedatangan Dilla disisinya. Disaksikan semua hadirin yang sudah memenuhi gedung megah itu Arya mengucapkan kesepakatan ijab dan qobul dengan lancar ketika ia menyambut tanggungjawab Dilla dari tangan Pak Yuda yang kini sudah berpindah kepadanya.
"Ananda Arya Sheta Bin Bambang Wiraguna Sudjatmiko, saya nikahkan engkau dengan putri kandungku yang bernama Faradilla Cahyani Binti Yuda Wiryawan Sucipto dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 200 gram, tunai. "
"Saya terima nikah dan kawinnya Faradilla Cahyani Binti Yuda Wiryawan Sucipto dengan Mas kawin yang tersebut dibayar tunai. " Ucap Arya dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi??? sah???." tanya Bapak Penghulu.
"Sah,sah, sah. " sahut semua orang.
Kedua pasangan pengantin baru ini tersenyum malu-malu,akhirnya perjuangan cinta mereka bermuara ke pelaminan.Dilla kini sudah resmi menjadi istri Arya sheta Bin Bambang Sudjatmiko.
Pertemuan yang tidak disengaja dulu kini sudah berbuah sebuah hubungan yang Sakral dimata agama dan juga dimata negara.
Dilla menyalami tangan Arya dengan takzim dan Arya juga mendoakan istrinya dengan sepenuh hati.
__ADS_1
Pasangan ini melanjutkan acara sungkeman pada para orang tua dan juga sanak keluarga,para penduduk pulau juga diundang.Mereka di fasilitasi oleh Pak Adi Sucipto secara pribadi,semua orang menyambut bahagia pasangan baru itu dengan taburan kelopak bunga mawar.
Acara resepsi diadakan tiga hari tiga malam,mengingat banyaknya tamu undangan dari berbagai kalangan.Semuanya diatur oleh pihak Wedding organizer ternama yang biasa dipakai oleh para artis dan orang-orang kaya di Jakarta.