
Hari ini adalah hari pertama Dilla masuk kuliah dan juga hari pertama Arya akan masuk ke kantor lagi setelah lama dia cuti.
Seperti biasa sikap Nyonya Sri kepada Dilla masih jutek dan ngeselin, tapi Dilla sudah tidak mengambil hati semua perlakuan Nyonya Sri kepadanya.Sekarang Dilla sudah mulai terbiasa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Mamanya Arya itu padanya.
Di saat sarapan tadi, Dilla membantu Mbak Cici untuk menata makanan dimeja makan.
"Gitu dong, tinggal dirumah orang itu memang harus sambil bantu-bantu jangan seenaknya sendiri!. " ujar Nyonya Sri ketika melihat apa yang Dilla lakukan.
"Gak usah dimasukin hati ya Nak Dilla,biasalah tante mu memang begitu orangnya. Om saja sering kena marah sama dia. " ujar Pak Bambang.
"Tenang aja Om, Dilla gak akan tersinggung lagi kok. " jawab Dilla sambil tersenyum.
"Ayo dimakan semuanya. " ujar Pak Bambang.
Suasana sejenak hening,yang terdengar hanya suara dentingan piring yang beradu dengan sendok.
"Dilla, hari ini Abang akan mulai ke kantor,jadi kemungkinan kita akan jarang punya waktu bersama. " ujar Arya.
"Dilla juga bakal sibuk kuliah Bang, tapi kita kan masih bisa ketemu dirumah. " ucap Dilla.
'Baguslah kalau mereka sekarang jadi jarang bertemu.'batin Nyonya Sri.
"O ya Nak Dilla, hari ini Om ingin mengunjungi rumah Eyang mu.Apakah kamu ada waktu?kamu bisa ikut Om kesana. "ujar Pak Bambang.
" Kapan waktunya Om?. "tanya Dilla.
" Mungkin agak sorean,sekitar jam 4 sore Om jemput kamu ke kampus. "ujar Pak Bambang.
" Arya juga ikut Pa, Arya juga ingin mengenal keluarga Dilla. "ujar Arya.
" Boleh saja, lagipula ini hari pertama kamu bekerja lagi. Belum banyak yang bisa dikerjakan. "
"Baik Pa, nanti Arya akan bersiap."ujar Arya.
"'Apa-apaan sih si Papa, kok malah biarin mereka bersama lagi.''celetuk Nyonya Sri.
****
Dilla sudah diantar oleh Bu Lulu ke kampus.Sekarang Bu Lulu akan bertugas mengantar Dilla setiap pagi sampai Dilla bisa membawa mobil sendiri.
__ADS_1
Dilla juga sudah izin pada Pak Bambang untuk latihan menyetir,dan Pak Bambang mengizinkan.
Dilla berjalan meyusuri lorong kampus,karena wajahnya yang imut dan cantik banyak sekali cowok-cowok yang menggodanya.
" Cewek.. preeweett.. preeweett... "sapa mereka sambil bersiul memanggil Dilla.
Tapi Dilla hanya membalasnya dengan tersenyum ramah.
Mereka tidak segan untuk mencari tau siapa dan jurusan apa yang diambil oleh gadis itu.Baru hari pertama kuliah saja Dilla sudah jadi buah bibir dikampus khususnya di fakultas kedokteran.
Sikap Dilla yang ramah dan juga cukup mudah bergaul sangat menguntungkan baginya, Dilla pun langsung mendapatkan beberapa orang yang ingin berteman dengannya.
'Ternyata begini rasanya kuliah.'ujar gadis itu didalam hatinya.
****
Sementara Arya, dia juga tak kalah sibuknya. Kehadirannya kembali dikantor sudah membuat suasana kantor heboh, karena banyak yang mengira kalau Arya sudah tiada.
Hal itu karena berita tentang mobil Arya yang ditemukan dipinggir tebing yang sangat curam.
Para karyawan sibuk bergosip sana sini.Arya merasa dirinya menjadi pusat perhatian, saat ia lewat, semua orang langsung bisik-bisik.
Pak Bambang memerintahkan pada semua karyawan untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing, dan melarang mereka untuk bergosip mengenai atasan mereka. Semua karyawan Terdiam dan tak berkutik.
"Tok... Tok... Tok.... "
Ada yang mengetuk pintu
"Masuk." jawab Arya.
"Pagi Pak. " sapa seseorang.
"Iya, ada perlu apa? "tanya Arya kepada laki-laki muda yang mungkin sedikit lebih muda dibawahnya.
" Mungkin Bapak tidak mengingat saya,saya sudah dibertahu oleh Bu Lulu tentang kondisi Anda Pak. Perkenalkan nama saya Satria, mulai sekarang saya bekerja sebagai sekretaris Anda. "ujar pria itu.
" Memangnya dulu Anda bekerja dibidang apa? , maaf saya tidak ingat."tanya Arya.
"Dulu saya adalah salah satunya manajer di perusahaan ini."jawab Arya.
__ADS_1
"Kenapa kamu mau dipindahkan jadi sekretaris saya?. " tanya Arya.
"Kan Anda sendiri yang memilih saya sebelum Anda menghilang waktu itu. " ujar Satria.
"Ooo jadi begitu ya, apa kamu tau kenapa saya bisa menghilang?. " tanya Arya lagi.
Dia berfikir, siapa tau Satria tau alasan dia menghilang.
"Tidak Pak, kejadiannya malam hari dan itu weekend. kantor sudah libur dan kita tidak sedang bersama,Anda juga tidak menghubungi saya. Tapi dari yang saya tau katanya Bapak sedang pergi untuk menemui tunangan Bapak Nona Siska. " Jawab Satria.
"Oo,lalu apakah kamu mengenal teman-teman saya atau orang yang dekat dengan saya selama ini?. " tanya Arya lagi dan lagi, rasa ingin tahu nya mungkin akan membawa dirinya pada jawaban yang sedang ia cari.
"Ada sih Pak,sering kali teman Anda itu datang kemari menemui Anda.Namanya Pak Candra, tapi sekarang beliau sedang keluar negeri." ujar Satria.
author POV😍
*************
Kalian tau Satria itu siapa?,Yups betul! Satria ini adalah Satria yang dulu pernah ditaksir sama Dilla. Bisa dibilang cinta terpendam nya Dilla waktu di kampung.
******
Setelah Satria keluar dari ruangan itu, Arya kembali mengamati setiap apa yang ada di ruangannya itu.Tak satu benda pun yang ia lewatkan.
Ternyata benar,dia tidak menemukan satu pun benda yang berhubungan dengan Siska disana. Itu menunjukkan bahwa dia memang benar-benar tidak ada perasaan apapun sebelumnya dengan wanita itu.
Arya bisa sedikit bernafas lega sekarang,setidaknya dia tidak perlu pura-pura manis didepan wanita itu.Walau masih ada yang mengganggu fikirannya sekarang tentang bayangan kejadian yang kadang selalu menghantuinya didalam mimpi buruk nya.
Bayangan itu mirip sekali dengan Siska.
'Apakah Siska ada hubungannya dengan kejadian itu? Bukankah malam itu aku akan menemui dirinya?. Aku harus tanya Mama tentang bagaimana aku bisanya keluar rumah malam itu, mungkin aku bisa menemukan jawabannya. "fikir Arya.
Hari ini Arya mengelilingi seluruh gedung kantornya, Satria memandunya sambil memperkenalkan dirinya lagi pada setiap divisi yang mungkin dia lupa agar Arya pelan-pelan bisa mengingat semua yang ia lupakan.
Sepertinya Arya tidak melupakan semua hal,tadi dia juga berhasil mengingat beberapa nama karyawannya.
****
Untuk hari ini sepertinya sudah cukup untuk Arya berkeliling,hari juga sudah sore.Pak Bambang datang ke ruangan puteranya itu untuk mengajaknya pulang bersama, karena Arya belum dibolehkan bawa mobil sendiri dan juga mereka memang akan pergi bersama kerumah Eyang nya Dilla.
__ADS_1
Pak Bambang ingin mempertemukan Cucu dan Eyang nya itu,sekalian mau meminta maaf atas kesalahannya dimasa lalu,sebab karena ulahnya lah Ayah dan Eyang Dilla jadi tidak akur hingga saat ini.
Pak Bambang sangat berharap kalau Pak Adi Sucipto bisa memaafkan kesalahanannya yang terdahulu,apalagi nantinya ia dan juga keluarga Dilla akan berbesanan kalau Arya dan Dilla nanti menikah.Jadi Pak Bambang ingin menjalin silaturahmi yang sudah lama terputus itu sejak dini.