
"Ngomong apa kamu Ma?!? " Pak Bambang datang dengan sepucuk surat ditangannya.
"Eh, Papa.Ini loh Pa,calon mantu kita Siska sudah datang,ayo Pa buruan sini kita makan malam bareng. " ajak Istrinya itu.
"Hemmm." Pak Bambang hanya tersenyum dan melirik kearah Siska dengan tatapan sinis, dan lalu berpindah ke Arah Dilla dengan tatapan takjub karena hari ini gadis itu berdandan dan terlihat lebih cantik dari biasanya.
"Wah,ternyata Nak Dilla kalau dandan mirip artis kore ya😁😁. "puji Pak Bambang dengan senyuman ramahnya kepada Dilla.
Blush..
Mendengar hal itu Dilla jadi malu-malu dan merona.Tapi tidak dengan Siska,raut wajahnya berubah menjadi kesal dan makin terlihat juteknya. Apalagi Nyonya Sri, wajahnya udah kayak dompet tanggung bulan tuh muka, ditekuk terus dari tadi kalau melihat Dilla.
"Nak Dilla, sudah siap buat berkuliah besok? , saya sudah daftarkan kamu di kampus terbaik bertaraf internasional.Semoga kamu suka ya kuliah disana.Besok kamu tinggal bawa beberapa berkas, soal lainnya sudah diurus sama asisten saya.Ini surat rekomendasi dari saya,kamu berikan pada pihak kampus.Dengan ini kamu bisa lebih mudah diterima disana,dan tidak akan ada yang berani macam-macam sama kamu disana." ujar Pak Bambang.
Waduh,terimakasih banyak Om.Saya sangat senang mendengarnya,saya janji akan belajar dengan baik Om. "Jawab Dilla.
Untuk kali ini biarlah Pak Bambang dulu yang membiayainya, dia tak mau berlagak sok punya uang, padahal uangnya belum juga cukup untuk keperluan selanjutnya, apalagi ini kampus yang bertaraf Internasional.
walaupun Dilla hanya ingin berkuliah dikampus biasa saja, tapi calon ayah mertuanya itu malah memilihkan kampus terbaik untuk dirinya.
Arya juga sangat bahagia mendengarnya.
" Selamat ya Dilla, akhirnya keinginan kamu untuk melanjutkan pendidikan kamu bisa terwujud."ujar Arya.
"Iya, terimakasih untuk Abang dan juga Om Bambang yang sudah mewujudkan impian Dilla." ujar nya sambil tersenyum sopan.
" Maklum lah Siska, namanya juga gadis kampung dari desa nelayan.Ya begitu deh, baru dikuliahin aja seneng nya minta ampun. Yaaaa asal jangan berharap yang jauh lebih dari itu sih, itu anggap saja balas jasa suami saya sama Kakek dan juga Ayahmu itu. "😏sindir Nyonya Sri.
"Tante benar sekali, saya memang akan selalu bersyukur dengan apa yang Allah beri buat saya 😊. " jawab Dilla.
"Haissh, paling juga nanti kalau sudah berhasil, kamu akan lupa sama yang nguliahin dan tidak tau balas budi. " Nyonya Sri masih saja menyindir Dilla.
"Papa tidak butuh dibalas budi, orang ini Papa yang balas budi pada kebaikan Keluarga nya,lagi pula Nak Dilla ini kan calon istrinya Arya anak kita juga. "Balas Pak Bambang.
__ADS_1
" Papa kenapa selalu belain dia, bagaimana dengan perasaannya Siska Pa, apa Papa tidak memikirkannya??. "
"Sudahlah Tante, Tante gak usah khawatirkan Siska, Siska faham kok maksud Om, mungkin Siska memang harus mundur dari pertunangan ini, karena Mas Arya juga sudah tidak mencintai Siska lagi 😭🤭. " Siska memulai dramanya.
"Tuu kan Pa, kamu ini bagaimana sih. Kasihan Nak Siska. "ujar Nyonya Sri sambil mengelus-elus pundak Siska.
" Menurut Papa memang sebaiknya pertunangan mereka dibatalkan saja, toh dari dulu juga Arya tidak pernah mencintai Siska,apalagi mungkin Nak Siska juga tidak pernah mencintai Arya dengan tulus. "Jawab Pak Bambang dengan gamblang nya.
" Apa maksud Om?, Selama ini saya selalu setia sama Mas Arya.Saya tidak terima tante kalau saya dianggap tidak setia. "
Akting Siska bener-benar patut diacungi jempol, wanita itu sebisa mungkin ingin melepaskan diri tapi dengan memanfaatkan orang lain.
"Terserah, yang pasti pada akhirnya saya akan mendukung Arya bersanding dengan Dilla, Titik!. " tegas Pak Bambang.
"Sudah-sudah,mending kita makan dulu. Kasihan makanannya nanti dingin. " ujar Arya.
"Iya Nak, ayo kita makan daripada ngeladenin mulut Mamamu, yang ada kita bisa kelaparan karena mulutnya gak pernah berhenti ngoceh. " tukas Pak Bambang.
"Papa???!. "
Siska terlihat tidak nafsu makan, sekarang dia merasa seolah seperti orang yang tak dianggap disana, memang itulah yang ia harapkan.
"Sebaiknya Siska pulang aja Tante. " ujarnya.
"Jangan sayang,kita makan dulu ya. Ini kamu cobain dulu makanan utamnya.Ini kepitingnya tante pesan langsung dari restoran hotel bintang lima kesukaan kamu. " Nyonya Sri menaruh daging kepiting yang sudah ia bukakan khusus buat calon mantu kesayangannya.
"Eeee, tapi Siska lagi diet tante. "
"Aaaa gak perlu diet malam ini,kamu harus banyak makan ya.Jangan kalah sama gadis kampung. Tuh lihat, di piringnya penuh udang saus asam manis, dia cuma bisa makan udang, maklum kalau kepinting kan makanan mahal. " ujar Nyonya Sri menyombongkan diri dihadapan Dilla.
Dilla hanya tersenyum simpul, ingin rasanya dia bilang ke Mamanya Bang Arya nya itu kalau tiap hari dia lihat kepiting, tapi Dilla males buat menyombongkan diri.
"Dilla sudah bosan Ma,tiap hari Pak Yuda selalu membawa kepiting, lobster, itu makanan sehari-hari kami di Pulau." ujar Arya.
__ADS_1
Wajah Nyonya Sri berubah jadi merah padam, dia lupa kalo Dilla adalah anak nelayan 😅.
"Ooo, kalau begitu kamu makan steak ini aja sayang. "Nyonya Sri mengambil piring yang berisi daging kepiting di hadapan Siska dan menggantinya dengan piring berisi daging steak kesukaan Siska.
Namun sayangnya daging steak ini di masaknya kurang pas, jadi masih alot dan saat Siska mencoba memotongnya, daging itu malah mental ke kepala Nyonya Sri lengkap dengan sausnya 😁.
Nyonya Sri jadi harus menahan amarahnya kepada gadis itu, tapi Pak Bambang malah tertawa terbahak-bahak. 🤣🤣🤣
" Ini Ma calon mantu kesayangan kamu,makan Steak aja gak bisa 🤣🤣. "balas Pak Bambang.
" PAPAAAAA "teriak Nyonya Sri sambil berdiri dan mendelik kearah suaminya itu, kemudian berlalu pergi ke kamarnya.
Mungkin dia mau membersihkan wajahnya dari saus Steak tadi😂.
Dilla hanya mengulum senyumnya dan berusaha keras tak mengeluarkan suara.
Sementara Siska,dia jadi malu karena kejadian tadi, tapi dia juga berharap setelah kejadian ini Nyonya Sri sudah tidak mau menerimanya lagi sebagai calon mantu agar dia bisa terbebas.
" Siska. "panggil Pak Bambang.
" Iya Om. "Sahut Siska.
" Kenapa kamu diam saja disitu?, cepat kamu lihat tantemu,jangan-jangan dia butuh sesuatu.Kan ini karena ulah kamu juga,sana bujuk dia."suruh Pak Bambang.
"Baik Om. " ujar Siska.
Dengan sangat terpaksa Siska menurutinya.Ia pun pergi ke kamar Nyonya Sri dengan langkah malas.
Setelah Siska pergi dari sana,Pak Bambang kembali tertawa terpingkal-pingkal membayangkan daging steak yang melayang ke wajah istrinya.
Walaupun ada rasa kasihan sama istrinya itu, tapi setidaknya Nyonya Sri bisa mendapatkan karma yang ia tabur sendiri.
Suruh siapa setiap menit nyerocos terus gak ada habisnya bikin orang sakit hati,kali ini biarlah istrinya itu mendapatkan sedikit ganjarannya dan itupun dari calon mantu yang ia bangga-banggakan.
__ADS_1
ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄