Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 40


__ADS_3

Setelah memberikan kesaksian mereka dikantor polisi,Arya dan keluarganya kembali ke Mansion mereka.Sungguh tidak disangka kalau malam ini Arya bisa mengingat kejadian naas itu dan mengungkap semua pelakunya.


Semua ini juga berkat sang Mama Nyonya Sri yang berhasil menghadirkan Ringgo dihadapan semua orang.


"Mama benar-benar hebat ya, dari awal Papa sudah yakin kalau Mama pasti bisa mencari alasan yang tepat untuk memutuskan pertunangan ini, rupanya Mama lebih hebat dari apa yang ada dalam ekspektasi Papa,pengacara kondang pun kalah kalau tadi lihat Mama matai-matian membela putera kita. "puji Pak Bambang kepada istrinya itu.


" Semuanya kan Mama yang memulainya, jadi Mama jugalah yang harus mengakhirinya."jawab Nyonya Sri.


"Terimakasih ya Ma,akhirnya Arya bisa bebas dari hubungan ini." Arya memeluk Mamanya dengan haru, lalu disusul oleh Papa nya yang juga memeluk mereka berdua. So Sweet.... 😍


******


Di Desa Nelayan


Semua warga heboh setelah melihat berita tentang Arya dan keluarganya di televisi.


"Itu kan Nak Banyu Biru.Cepat kasih tau Bu Ayu dan Pak Yuda kalau Nak Banyu Ada di TV." ujar Pak Kadus kepada hansip yang menjaga rumahnya.


"Baik Pak. " jawab Hansip itu.


Berita pun dengan cepat menyebar, dan tibalah mereka serombongan didepan rumah Pak Yuda dan Bu Ayu.


Dirumah warga yang lainnya pun heboh, sampai mereka mengadakan nonton bareng, padahal berita itu harus dicari bergantian dari stasiun Televisi yang satu dan yang lainnya.


Pak Yuda dan Bu Ayu yang mendapatkan kabar dari warga pun cepat-cepat menyalakan televisi dirumahnya.Warga yang tadi ikut Pak Hansip juga ikut menonton.


Ternyata benar,memang ada berita tentang Arya dan kedua orang tuanya di televisi.Mereka diberitakan sedang melaporkan mantan tunangan Arya ke kantor polisi karena kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh mantan tunangan Arya dan juga Kekasihnya yang bernama Ringgo.


Tak tanggung-tanggung, kasus yang disangkakan meliputi kasus percobaan pembunuhan, pembunuhan berencana, penggelapan, dan penipuan.


"Loh, ternyata Nak Banyu itu sudah punya tunangan dan tunangan nya itu selingkuh. " ujar salah satu ibu-ibu yang ikut menonton dirumah Pak Yuda.


"Iya memang, tapi iti sebelum dia lupa ingatan.Dan memang Nak Banyu alias Arya tidak pernah mau bertunangan dengan wanita itu, dia hanya menuruti kehendak Mamanya saja.Tuh lihat sendiri, malah ternyata wanita itu sudah punya pacar kan,setidaknya anak kita gak merebut milik orang lain ya Mas.Tapi kok Dilla gak kelihatan bersama mereka, apa Dilla sudah tau tentang berita ini???. " Bu Ayu jadi khawatir sama putrinya.

__ADS_1


Entah bagaimana perasaannya sekarang'fikir Bu Ayu.


"Pasti Dilla juga sudah tau Bu,kan Dilla kita tinggal bersama mereka.Masa' dia tidak tau sih Bu. " jawab Pak Yuda.


"Tapi kan, bisa aja toh kalau Dilla gak diajak.Secara nenek lampir itu kan gak suka sama Dilla (maksudnya Nyonya Sri). " tukas Bu Ayu.


"Tapi Ibu lihat sendiri tuh, Nyonya Sri yang sudah mengungkap kasus ini.Ternyata Nak Arya bisa sampai dipulau ini karena mau dilenyapkan dan dibuang sama tunangannya sendiri dan selingkuhan nya. " ujar Pak Yuda.


"Iya Mas, kasihan sekali Nak Banyu eh Nak Arya maksud Ibu.Untung dia dipertemukan dengan Dilla anak kita ya Mas. " ujar Bu Ayu.


"Mungkin karena mereka sudah ditakdirkan bertemu Bu Ayu. " sahut salah satu warga.


"Bener Bu Ayu, sudah jalan jodoh nya. " sahut warga yang lain.


"Mereka memang cocok kok Pak Yuda,berkat kejadian itu Nak Dilla kan bisa menikah nanti dengan Nak Banyu Biru segera. " sambung ibu-ibu yang lainnya lagi.


"Iya, Mudah-mudahan ya Mbak yu. " sahut Pak Yuda.


****


Saat ini keluarga Pak Bambang baru saja sampai dirumah setelah dari kantor polisi.Pak Bambang kaget karena tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan lebih kaget lagi karena yang nelpon ternyata teman lama sekaligus calon besannya.


{"Hallo Yud, apa kabar?. "}


["Baik,kalian bagaimana?."]


{"Aku dan keluargaku baik-baik saja.Ada apa Yud? "}tanya Pak Bambang.


[" Gini Wira,aku barusan lihat berita di TV, kabarnya kalian baru dari kantor polisi. Apa benar berita itu kalau tunangannya Nak Arya lah yang sudah mencelakai Nak Arya?. "]tanya Pak Yuda.


{"Benar itu Yud, ternyata selama ini wanita itu juga sudah punya kekasih dibelakang Arya. Bahkan sekarang dia sedang hamil anaknya dengan selingkuhannya itu.Aku juga sangat bersyukur sekali karena istriku sudah berhasil mengetahui kebenarannya, maka semuanya jadi lebih mudah. "}Pak Bambang menjelaskan semuanya secara detail agar sahabatnya itu mengerti.


[" Lalu bagaimana kabar putriku Wira,apa dia baik-baik saja sekarang?. "]tanya Pak Yuda lagi.

__ADS_1


{" Ehhh anu Yud, bagaimana ya ngomongnya???."}Pak Bambang bingung bagaimana cara menyampaikan ke Pak Yuda bahwa Dilla sudah tidak tinggal dirumah mereka lagi.


["Ada apa Wira?? Apa telah terjadi sesuatu sama Dilla disana???. "]Fikiran Pak Yuda mendadak kalut.


{" Rencananya besok aku akan menjemput kamu dan istrimu untuk ke Jakarta. "}ujar Pak Bambang.


Tentu saja sahabat nya itu jadi kaget, ngapain dia diajak ke Jakarta?


[" Menjemput kami?kenapa?,apa terjadi sesuatu sama Dilla putriku??!. "tanya Pak Yuda.Perasaannya jadi tidak tenang.


{" Bukan, bukan begitu.Nak Dilla baik-baik saja Yud,masalahnya kemaren itu aku dan juga Arya menemani Nak Dilla untuk berkunjung ke rumah Papa dan Mamamu.Tapi akhirnya Nak Dilla malah ditahan disana. "}ujar Pak Bambang.


[" Apa??!, ditahan?!.Maksudmu apa Wira?."]Pak Yuda makin khawatir.


{"Gak usah Parno dulu,Nak Dilla cuma diminta Pak Adi untuk tinggal bersama mereka di Mansion Sucipto. "}


["Apa??!, kenapa kamu gak kabarin aku dulu sih Wira?. "]Pak Yuda jadi panik.


{" Tenang dulu Yud, gak terjadi apa-apa kok sama Nak Dilla.Justru besok itu aku rencananya mau kepulau karena Papamu ingin aku membawamu kembali dan tinggal bersama lagi dengan mereka bersama istri dan juga putrimu juga."}terang Pak Bambang.


["Maksud mu Papaku ingin aku dan keluarga ku tinggal bersama mereka di Mansion Sucipto?. "]


{" Iya Yud, sungguh aku gak bohong.Aku sudah menceritakan semuanya sama beliau.tentang kesalahanku dimasa lalu.Untungnya beliau mau memaafkanku asalkan aku bisa membujukmu untuk kembali kerumah kalian. "]


[" Tapi kan aku.... "]Pak Yuda seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut sahabatnya itu.


'Apa benar? 'fikirnya.


{" Sudahlah Yud. Pokoknya besok kau dan istrimu bersia-siaplah.Karena anak buahku akan menjemputmu dan juga istrimu ke dermaga yang ada di pulau.Kalau bisa pagi-pagi sekali kalian sudah menuju kesana, jadi dia tidak perlu menunggu lama. Aku akan menunggu kalian diseberang sini, di dermaga pinggir kota.Ingat Yud,ini demi Dilla dan juga Arya.Kalau kamu masih mementingkan egomu, bagaimana dengan nasib putrimu Yud, sekarang dia baru saja diterima di keluarga Sucipto,bahkan Om Adi kelihatannya sangat menyesal karena sudah terlalu keras kepadamu.Pulanglah Yud,kalau kamu pulang semuanya akan membaik dan hubungan kita yang dulu pernah rusak bisa kembali rukun lagi, bahkan dari sahabat kita akan menjadi besan. "}Sebisa mungkin Pak Bambang terus membujuk sahabatnya itu agar bersedia untuk pulang kerumah orang tuanya yang sudah lama tidak pernah bertemu.


Lama tak ada jawaban dari Pak Yuda, yang terdengar ditelinga Pak Bambang hanyalah suara deburan ombak yang berkejaran menuju pantai dan menghantam batu karang.


[" Baiklah Wira,aku mau pulang demi Dilla putriku. "]Suara Pak Yuda terdengar berat dan pilu ditelinga Pak Bambang.

__ADS_1


{" Alhamdulillah.... akhirnya kamu mau kembali Yuda, aku sangat senang mendengarnya. Rasanya beban dosa dihati ini sedikit terangkat Yud, terimakasih Yud, terimakasih... "}Pak Bambang sampai terharu.


Nyonya Sri dan Arya jadi heran melihat Pak Bambang yang meneteskan air matanya dari kejauhan.


__ADS_2