
Pak Yuda jadi memikirkan nasib Dilla putrinya, baru saja dia memberi restu untuk Dilla dan juga Arya, tapi seperti nya hubungan ini tidak akan berjalan mulus. Pak Yuda mengkhawatirkan masa depan putrinya jika harus jadi menantu dari pria yang ia anggap musuh itu.
Disatu sisi Nyonya Sri juga sudah pasti tidak akan merelakan Puteranya menjalin hubungan dengan gadis kampung seperti Dilla, apalagi Dilla dan Ibunya sudah pernah bersinggungan dengannya.
Dengan sedikit gugup, Arya ingin menyampaikan kepada kedua orang tuanya tentang perasaannya dengan Dilla.
Setelah semua orang duduk, Arya mulai berbicara.
"Pa Ma,semuanya.Arya ada yang mau disampaikan pada kalian semua. " ujar Arya.
"Ada apa sayang? , apa kamu masih merasa sakit?. Mama dengar kalau kamu terluka dikepala, mana yang sakit sayang? . " tanya Nyonya Sri khawatir.
"Gak Ma, bukan itu. Arya sudah mulai sembuhin kok Ma. Semua ini berkat Dilla. Dilla lah yang sudah merawat Arya selama ini"
"Kalau begitu, apa yang ingin kamu bicarakan. Bilang saja, Mama akan memberikan semua yang kamu mau. " jawab Nyonya Sri lagi.
"Benar Ma?. "
"Tentu sayang. "
"Kalau begitu, Arya ingin Mama dan Papa melamarkan Dilla untuk jadi istri Arya Ma,Pa."
"Apa???!!!."Nyonya Sri sangat terkejut mendengarnya,begitu juga Papa nya,Pak Bambang.
" Kamu gak salah pilih kan sayang, wanita ini cuma gadis kampung. Mama gak setuju!."ujar Nyonya Sri.
"Tapi Arya cinta sama Dilla Ma. "
"Masalah nya tak sesederhana itu Arya, kamu itu sudah punya tunangan dikota."
Sontak Pak Yuda sekeluarga dan juga Arya jadi terkejut mendengarnya.
" Mungkin kamu masih belum mengingatnya, tapi Mama tidak suka sama gadis ini, dan Mama lebih suka sama Siska tunangan kamu. " terang Nyonya Sri.
"Apa?? tunangan Ma?? Mama serius, kok Arya tidak mengingat apapun tentangnya. "
"Jelas kamu tidak mengingatnya nak, kamu memang tidak pernah menyukai gadis itu. Mamamu saja yang ngotot menunangkan kamu sama Siska itu. " jelas Pak Bambang.
Nyonya Sri jadi kesal mendengar ucapan suaminya itu.
__ADS_1
Dilla pun jadi sedih mendengar kalau Arya ternyata sudah bertunangan di kota, dan tidak mungkin bagi dirinya untuk menjadi seorang pelakor.
"Benarkah Pa,itu artinya aku tidak pernah mencintai gadis yang bernama Siska itu kan,wajar saja aku tidak mengingatnya sama sekali. " ujar Arya dengan dengan senangnya sambil melirik kearah Dilla.
Dilla masih saja tertunduk sedih.
"Tetap saja Mama tidak akan pernah setuju dengan gadis ini,mau ditaruh dimana muka Mama kalau teman-teman Mama tau bahwa anak Mama satu-satunya malah lebih memilih gadis kampung dibandingkan gadis kaya yang berpendidikan tinggi dan dari keluarga terhormat seperti Siska." ujar Nyonya Sri sangat merendahkan Dilla dan keluarganya.
"Ma, jaga ucapanmu!. " sergah Pak Bambang kepada istrinya itu.
"Kenapa Papa malah marah sama Mama, Papa mau belain keluarga miskin ini??. " ujar Nyonya Sri. Arya jadi tak enak hati dengan keluarga Pak Yuda dan juga Dilla.
Arya takut kalau-kalau nanti Dilla jadi berubah fikiran dan tidak ingin melanjutkan hubungan dengannya lagi.
"Kalau apa yang dibilang Papa tadi benar, Arya pasti akan memutuskan pertunangan Arya dengan Siska itu, karena Arya hanya mencintai Dilla saja Ma. " ujar Arya.
"Tidak bisa!, Mama bilang tidak bisa ya tidak bisa. titik!!!. " ujar Nyonya Sri dengan penuh amarah. Dia sampai mau menarik tangan Arya agar ikut dengannya pulang ke kota.
"Ma,Mama jangan kayak anak kecil begini dong. " ujar Pak Bambang.
"Apa Pa???, kamu mau kalau kita berbesanan dengan orang-orang kampung seperti mereka. Lihatlah rumah mereka,sangat tidak layak, kecil, kumuh, iyuuuu. "
"Ooo iya ya, pantas saja Papa belain mereka. Mama lupa kalau Papa juga dulu seperti mereka, Mama lah yang mengubah hidup Papa sampai bisa seperti ini, iya kan!!!?. "
"Mama tak usah sombong, kalau bukan karena Papa, perusahaan orang tua Mama juga gak akan sebesar sekarang. " jawab pak Bambang.
Akhirnya kedua suami istri malah sibuk bertengkar dan membuka aib mereka sendiri.
"Pa, Ma, sudahlah hentikan. " sela Arya, dia mencoba menenangkan kedua orang tuanya.
"Arya, ayo ikut Mama. " Lagi-lagi Nyonya Sri menarik tangan Arya untuk pergi dari tempat itu.
"Tidak Ma, kalau sampai Dilla tidak ikut, Arya tidak mau pulang Ma. "
"Apa???!, kamu mau ninggalin Mama demi gadis kampung ini??. "
"Cukup Nyonya Sri, anda sudah terlalu menghina anak gadis kami. Saya juga tidak mau punya calon besan seperti anda. Takut nya nanti anak saya anda jadikan pelayan dirumah anda!. " jawab Pak Yuda.
"Tuu kan, baguslah kalau anda sadar diri. "jawab Nyonya Sri kemudian.
__ADS_1
" Sudah sudah!!, biar Papa yang putus kan. Kalau memang Arya dan Nak Dilla saling mencintai, Papa tidak keberatan sama sekali. Karena Papa juga ingin menebus rasa bersalah Papa sama teman Papa ini.Papa ingin menguliahkan Nak Dilla agar dia bisa jadi wanita yang pantas seperti yang Mama mu inginkan. "ujar Pak Bambang.
" Tidak perlu lah Wira, aku bisa membiayai kuliah putri ku sendiri."jawab Pak Yuda.
"Sudahlah Yud, aku juga ingin menebus semua dosa ku dimasa lalu. Kamu sendiri yang bilang, kalau hidupmu jadi seperti ini kan karena kesalahan ku waktu itu. Aku juga akan meminta maaf kepada orang tuamu dan bicara sejujurnya kepada mereka agar mereka memaafkan dirimu. "
"Tidak perlu, aku tidak mau dianggap lemah sama mereka. Aku sudah cukup bahagia hidup seperti ini. " jawab Pak Yuda.
"Yuda, sayang banget dengan kecerdasan yang kamu miliki. Aku dengar perusahaan Ayahmu juga sedang dalam masalah sekarang, apa kamu tidak mau pulang untuk membantu nya?, suami kakak mu itu tidak bisa diandalkan. Sudah lama aku ingin mencari dirimu, tapi aku tidak sempat karena kesibukanku. " bujuk Pak Bambang.
"Apa benar perusahaan keluarga ku sedang dalam masalah?? ".
" Benar, kamu sebagai anak laki-laki satu-satunya harusnya kamu lah yang menjadi penolong orang tuamu.Untuk apa gelar insinyur mu itu kalau tetap kau sembunyikan di tempat yang terpencil ini. "ucap Pak Bambang,ia ingin menggugah hati Pak Yuda.
Dilla dan Bu Ayu harap-harap cemas mendengar jawaban yang akan diberikan oleh Pak Yuda.
" Nantilah, aku akan hubungi Kakakku.Kenapa dia tidak pernah bilang kalau Ayah sedang dilanda masalah?!. "ujar Pak Yuda.
" Ya sudah, begini saja. Nak Dilla mau kan kalau ikut Saya dan keluarga ke kota?. "
"Dilla, terserah Ayah dan Ibu saja. " jawab Dilla.
"Kalau Ibu sih asal Dilla tidak keberatan dan juga mau silahkan saja,tapi harus pandai jaga diri ya nak. " pesan Bu Ayu.
"Halllahh bilang aja situ seneng kan kalau anak nya bisa tinggal di kota dan berkuliah. "ujar Nyonya Sri sewot.
" Ya sebagai orang tua, saya cuma ingin anak saya bahagia, itu aja. "jawab Bu Ayu.
" Hemmm. "😏
"Sudahlah Ma,apa kamu gak mau kalau Arya kita pulang kerumah??. " tanya Pak Bambang.
"Ya mau lah Pa. " jawab Nyonya Sri.
"Ya kalau mau, kamu turuti aja permintaan anakmu. "
"Tapi nanti bagaimana dengan Siska Pa ??, dia pasti gak terima kalau diperlakukan seperti ini.
" Ya itu nanti saja kita fikirkan, yang penting Arya pulang dulu. "jawab Pak Bambang.
__ADS_1